Saturday, February 28, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightCDIA: Saham Baru, Laba Tinggi, Tapi Valuasi Mahal—Layak Investasi?

CDIA: Saham Baru, Laba Tinggi, Tapi Valuasi Mahal—Layak Investasi?

CDIA alias PT Chandra Daya Investasi adalah anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan bagian dari jaringan bisnis Grup Barito, kerajaan bisnisnya Prajogo Pangestu yang belakangan ini lagi banyak disembah-sembah investor ritel karena sukses IPO-in BREN dan CUAN.

Jadi wajar kalau ekspektasi terhadap CDIA ini tinggi banget, bahkan udah banyak yang berharap ini jadi next BREN atau next CUAN. Tapi saham itu bukan agama, gak bisa disembah terus berharap mukjizat.

CDIA ini bukan perusahaan ecek-ecek. Mereka bergerak di sektor energi, logistik, pelabuhan, penyimpanan, dan pengolahan air. Salah satu anak usahanya bahkan sudah punya 8 kapal aktif lewat PT Chandra Shipping International, dan mereka punya rencana ekspansi penambahan armada sampai akhir 2025.

Aset total per Maret 2025 udah nyentuh USD 1,17 miliar alias setara Rp 19 triliun. Aset lancarnya USD 282,5 juta, aset tidak lancar USD 889,7 juta. Sementara itu, liabilitas totalnya sekitar USD 389 juta atau Rp 6,3 triliun. Artinya ekuitas masih solid. Gak kelihatan ngos-ngosan dari sisi struktur keuangan.

Dari sisi kinerja operasional, CDIA lapor pendapatan USD 34,64 juta di kuartal I 2025 atau sekitar Rp 565 miliar, dan laba bersihnya USD 30,23 juta alias Rp 493 miliar. Ini angka yang luar biasa karena berarti margin laba bersihnya tembus 87%. Gila gak tuh? Biasanya perusahaan infrastruktur gak bisa segitu.

Makanya ini jadi pertanyaan besar juga, apakah itu laba beneran dari core bisnis, atau ada unsur one-off, misalnya gain dari valuasi aset, atau transaksi internal antar anak usaha. Karena kalau beneran murni dari operasional, ini monster. Tapi kalau dari transaksi sesaat, bisa bahaya kalau kamu beli saham ini dengan ekspektasi tinggi lalu kecewa karena ke depannya gak repeatable.

Sekarang kita bahas IPO-nya. CDIA akan lepas 12,48 miliar saham dengan harga penawaran di kisaran Rp 170–190. Dengan itu, mereka akan ngumpulin dana sekitar Rp 2,1 sampai Rp 2,7 triliun. Itu berarti valuasi setelah IPO bisa tembus Rp 16,4 triliun alias sekitar USD 1 miliar.

Dengan proyeksi laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 500 miliar, maka PER IPO-nya di kisaran 32x–38x, alias mahal. Tapi kalau kamu percaya bahwa proyeksi 2027 akan tercapai, di mana laba bersihnya bisa tembus Rp 800 miliar, maka forward PER-nya bisa turun ke 21x–23x. Masih mahal, tapi masuk akal kalau growth-nya konsisten.

Dari sisi dukungan modal, mereka bukan sendirian. TPIA sebagai induk nyuntik USD 90 juta, dan mitra strategis mereka EGCO Group nambah USD 95 juta. Total dana yang udah masuk ke CDIA dari dua ini aja tembus USD 185 juta atau Rp 3,13 triliun.

Dana ini katanya akan dipakai untuk pengembangan infrastruktur, terutama logistik energi dan utilitas. Jadi secara narasi, lengkap, ada transisi energi, ada infrastruktur logistik, ada ekspansi kapal, dan ada pendanaan dari grup konglomerat.

Lalu muncul pertanyaan pamungkas, kalau gitu, apakah saham ini layak dibeli untuk cuan? Bisa gak bantu saya buat biaya berobat orang tua?

Menurut saya sih, jangan pakai duit panas buat beli saham ini. Apalagi kalau dananya memang buat hal krusial kayak pengobatan. Bukan karena CDIA itu jelek, tapi karena saham IPO selalu punya komponen spekulatif tinggi.

Bahkan IPO bagus sekalipun bisa dihajar ARB berjilid-jilid cuma karena market ngambek atau karena bandarnya belum mood angkat harga. Banyak IPO bagus yang jadi mayat hidup di running trade karena euforianya keburu padam sebelum narasi selesai dimasak.

Kamu boleh ikut e-IPO CDIA kalau:
1. Uangnya adalah dana dingin.
2. Kamu paham risikonya.
3. Kamu siap kalau besok harganya langsung minus 20% dan kamu gak panik.

Tapi kalau kamu masuk karena pengen keajaiban langsung seperti BREN yang naik ribuan persen atau CUAN yang bikin orang beli motor, kamu lagi berjudi, bukan berinvestasi. BREN dan CUAN itu hasil dari kombinasi faktor besar karena momentum energi hijau global, peran bandar, narasi makro, sentimen ritel, dan kebetulan historis yang gak bisa disalin copy-paste begitu saja. CDIA belum tentu dapat nasib yang sama.

Kalau kamu yakin, dan pakai uang dingin, CDIA bisa jadi spekulasi IPO yang menarik.
Kalau kamu gak yakin, dan pakai uang kebutuhan, lebih baik jangan. Risiko terlalu besar untuk dijadikan tumpuan harapan hidup. Lebih baik ketinggalan peluang daripada nyangkut dan kehilangan dana yang justru dibutuhkan untuk sesuatu yang lebih penting.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular