Harga saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) ditutup pada level Rp192 per lembar pada perdagangan 23 April 2026. Artikel ini akan membedah kondisi fundamental perusahaan berdasarkan laporan keuangan interim yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Kinerja Keuangan Bank Raya Kuartal I 2026
Bank Raya menunjukkan dinamika yang signifikan dalam struktur neraca dan profitabilitas pada awal tahun 2026. Berikut adalah rincian performa posisi keuangan perusahaan.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Ribuan IDR | 31 Maret 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 12.815.547.660 | 13.087.107.913 | -2,08% |
| Kredit yang Diberikan (Bruto) | 6.890.787.881 | 7.715.323.443 | -10,69% |
| Penempatan pada Bank Lain | 358.704.172 | 507.429.047 | -29,31% |
| Total Liabilitas | 9.867.119.274 | 10.075.771.939 | -2,07% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 8.440.605.132 | 9.544.985.974 | -11,57% |
| Dana Murah (CASA) | 3.004.818.701 | 3.209.055.952 | -6,36% |
| Total Ekuitas | 2.948.428.386 | 3.011.335.974 | -2,09% |
(Sumber data: Laporan Posisi Keuangan Interim AGRO )
Total aset Bank Raya mengalami sedikit kontraksi sebesar 2,08% menjadi Rp12,81 triliun pada akhir Maret 2026. Penurunan ini terutama dipicu oleh penyusutan penyaluran kredit bruto yang turun sebesar 10,69% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, DPK tercatat turun cukup tajam sebesar 11,57%, namun perusahaan berhasil menjaga penurunan dana murah (CASA) tetap terkendali pada angka 6,36%. Hal ini mengindikasikan upaya manajemen dalam menyeimbangkan komposisi likuiditas di tengah penyesuaian aset produktif.
Total ekuitas juga turun tipis sebesar 2,09% seiring dengan pengaruh kerugian komprehensif dari instrumen efek yang diukur pada nilai wajar. Struktur modal tetap kuat dengan rasio kecukupan modal yang masih berada jauh di atas ketentuan regulator.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Ribuan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan (%) |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 195.826.786 | 163.307.603 | +19,91% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 40.390.840 | 42.852.657 | -5,74% |
| Beban Operasional | 182.159.591 | 146.024.757 | +24,75% |
| Laba Bersih | 6.790.799 | 16.923.362 | -59,87% |
| EPS (Rupiah penuh) | 0,28 | 0,68 | -58,82% |
(Sumber data: Laporan Laba Rugi Interim AGRO )
Pendapatan bunga bersih Bank Raya tumbuh positif sebesar 19,91% secara tahunan (YoY), mencerminkan efisiensi beban bunga yang lebih baik. Meskipun demikian, laba bersih periode berjalan tertekan cukup dalam hingga 59,87% menjadi Rp6,79 miliar.
Faktor utama penurunan laba ini adalah kenaikan beban operasional lainnya yang meningkat signifikan sebesar 24,75%. Selain itu, terdapat peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan yang mencapai Rp49,14 miliar pada kuartal ini.
Kinerja profitabilitas ini tercermin pada penurunan laba bersih per saham (EPS) dasar dari Rp0,68 menjadi Rp0,28. Manajemen tampaknya masih berfokus pada penguatan cadangan risiko kredit di tengah transisi bisnis bank digital.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai (31 Mar 26) | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 4,45% (est.) | Marjin bunga cukup kompetitif. |
| NPL Gross | 4,81% | Kualitas kredit meningkat signifikan dari 14,02%. |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 81,64% | Likuiditas berada pada posisi optimal. |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 41,80% | Permodalan sangat kuat dan sehat. |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 77,11% | Efisiensi operasional masih menantang. |
| ROA | 0,21% (ann.) | Tingkat pengembalian aset masih rendah. |
| ROE | 0,92% (ann.) | Pengembalian ekuitas perlu ditingkatkan. |
Kualitas aset Bank Raya menunjukkan perbaikan yang drastis dengan penurunan NPL Gross dari 14,02% pada akhir 2025 menjadi 4,81% pada Maret 2026. Namun, NPL Net mengalami sedikit kenaikan tipis dari 1,22% menjadi 1,39%.
Permodalan perusahaan melalui rasio CAR tetap kokoh di angka 41,80%, yang memberikan ruang gerak luas untuk ekspansi di masa depan. Sementara itu, rasio CIR di kisaran 77% menunjukkan bahwa bank digital ini masih dalam tahap pengembangan sistem dan promosi.
Rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE yang masing-masing tercatat di bawah 1% menandakan bahwa operasional perusahaan belum mencapai skala ekonomi yang optimal. Hal ini wajar mengingat beban penyisihan kredit bermasalah yang masih mendominasi pengeluaran.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 171,4x | Valuasi relatif tinggi terhadap perolehan laba kuartalan. |
| PBV | 1,61x | Diperdagangkan di atas nilai buku, wajar untuk bank digital. |
Berdasarkan harga penutupan Rp192, saham AGRO memiliki valuasi Price to Book Value (PBV) sebesar 1,61 kali. Valuasi ini berada pada kategori wajar hingga sedikit premium jika dibandingkan dengan rata-rata bank digital di Bursa Efek Indonesia.
Dilihat dari Price to Earnings Ratio (PER) yang mencapai 171 kali, harga saat ini mengasumsikan adanya ekspektasi pertumbuhan laba yang sangat tinggi di masa depan. Investor tampak masih mengapresiasi perbaikan kualitas aset dan dukungan penuh dari induk usaha, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Kesimpulan
Bank Raya berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan perbaikan kualitas kredit yang signifikan pada kuartal pertama 2026. Meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat beban operasional dan pencadangan yang tinggi, fundamental modal perusahaan tetap terjaga sangat kuat. Tantangan utama ke depan adalah meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi aset produktif untuk memacu profitabilitas.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Raya Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1989 sebagai Bank Agroniaga dan kini merupakan bagian dari BRI Group. Perusahaan berfokus pada transformasi digital untuk melayani segmen ekosistem gig economy dan UMKM di Indonesia. Kantor pusat Bank Raya berlokasi di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


