PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan pada periode tiga bulan pertama tahun 2026. Meskipun total aset menunjukkan tren mendatar, efisiensi operasional dan lonjakan pendapatan non-bunga menjadi pendorong utama kinerja.
Analisa Saham BINA: Telaah Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Kinerja keuangan perusahaan mencerminkan kondisi neraca yang cukup stabil dengan perubahan komposisi aset produktif yang menarik untuk dicermati. Berikut adalah ringkasan laporan posisi keuangan Bank Ina Perdana per 31 Maret 2026:
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan IDR | 31 Maret 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 31.293.174 | 31.298.232 | -0,02% |
| Kredit yang Diberikan | 14.778.935 | 15.263.447 | -3,17% |
| Penempatan pada Bank Lain | 1.159.729 | 2.096.738 | -44,69% |
| Total Liabilitas | 28.196.703 | 27.988.411 | +0,74% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 25.035.082 | 27.259.678 | -8,16% |
| Dana Murah (CASA) | 6.897.858 | 8.967.068 | -23,08% |
| Total Ekuitas | 3.096.471 | 3.309.821 | -6,45% |
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp31,29 triliun, relatif tidak berubah dibandingkan posisi akhir tahun 2025. Penurunan terlihat pada penyaluran kredit sebesar 3,17% dan penempatan pada bank lain yang merosot tajam sebesar 44,69%.
Di sisi liabilitas, terjadi penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,16% yang diikuti dengan penurunan rasio dana murah (CASA). Total ekuitas juga terkoreksi 6,45% menjadi Rp3,09 triliun, terutama dipengaruhi oleh kerugian neto yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek.
B. Laporan Laba Rugi
Meskipun neraca cenderung melambat, profitabilitas perusahaan justru melonjak tajam pada awal tahun 2026. Berikut rinciannya:
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan (%) |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 160.230 | 151.880 | +5,50% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 102.297 | 12.544 | +715,50% |
| Beban Operasional | 194.986 | 146.593 | +33,01% |
| Laba Bersih | 52.975 | 14.367 | +268,73% |
| EPS (Nilai Penuh) | 8,64 | 2,34 | +269,23% |
Laba bersih melonjak hingga 268,73% menjadi Rp52,97 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Faktor pendorong utama adalah kenaikan pendapatan operasional lainnya yang mencapai 715,50%, terutama dari penerimaan kembali kredit yang telah dihapus buku sebesar Rp91,38 miliar.
Pendapatan bunga bersih juga tetap tumbuh positif sebesar 5,50% di tengah beban bunga yang meningkat. Hal ini mengimbangi kenaikan beban operasional lainnya yang naik 33,01%, seiring peningkatan beban tenaga kerja dan umum.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan mencerminkan tingkat kesehatan dan efisiensi perbankan selama periode berjalan. Berikut adalah perbandingannya:
| Rasio | Q1 2026 | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 2,24%* | Margin bunga bersih berada di level moderat. |
| NPL Gross | 3,13% | Kualitas aset terjaga meskipun sedikit meningkat dari 2,98%. |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 59,03% | Likuiditas sangat longgar, kapasitas ekspansi masih besar. |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 18,39% | Permodalan kuat dan jauh di atas batas minimum regulator. |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 74,27% | Efisiensi membaik dibandingkan periode Q1 2025 yang sebesar 89,15%. |
| ROA (Annualized) | 0,68% | Tingkat pengembalian aset meningkat tajam dari 0,18%. |
| ROE (Annualized) | 6,84% | Pengembalian ekuitas bagi pemegang saham meningkat signifikan. |
| *Estimasi berdasarkan data laporan keuangan. |
Penurunan LDR menjadi 59,03% menunjukkan bahwa Bank Ina memiliki ruang likuiditas yang sangat luas untuk menyalurkan kredit di masa mendatang. Namun, kenaikan NPL Gross menjadi 3,13% memerlukan pengawasan lebih lanjut terhadap kualitas portofolio kredit.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan tanggal 23 April 2026 sebesar Rp4.140, berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 119,8x | Valuasi sangat premium dibandingkan rata-rata perbankan nasional. |
| PBV | 8,2x | Harga saham diperdagangkan jauh di atas nilai buku perusahaannya. |
Valuasi saham BINA saat ini tergolong premium, yang mencerminkan ekspektasi tinggi pasar terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan di bawah naungan Salim Group. PBV sebesar 8,2x menandakan harga pasar yang cukup tinggi bagi investor yang menggunakan pendekatan value investing.
Kesimpulan
Kinerja PT Bank Ina Perdana Tbk pada Kuartal I 2026 menunjukkan pemulihan profitabilitas yang kuat didorong oleh pendapatan non-bunga. Meskipun likuiditas sangat memadai, perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas aset dan membenarkan valuasi pasar yang sangat tinggi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Ina Perdana Tbk didirikan pada tahun 1990 dan berkantor pusat di Jakarta. Bank ini merupakan bagian dari Salim Group melalui kepemilikan PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali. Saat ini, perusahaan berfokus pada layanan perbankan umum dan digital di seluruh jaringan cabangnya di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


