PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berencana melakukan akuisisi aset material berupa saham di 16 perusahaan pengelola rumah sakit senilai total Rp 9.000.000.000.000. Transaksi ini dilakukan terhadap entitas milik First Real Estate Investment Trust (First REIT) melalui skema dua tahap.
Pendanaan aksi korporasi ini bersumber dari fasilitas kredit sindikasi eksternal guna mendukung rencana ekspansi bisnis tahun berjalan. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta regulasi yang berlaku.
Rincian Akuisisi Aset Siloam International Hospitals
Perseroan bersama anak usahanya, PT Megapratama Karya Bersama (MKB), telah menandatangani Perjanjian Penjualan Saham Bersyarat (Conditional Share Sale and Purchase Agreement/CSSPA) pada 1 April 2026. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent yang telah disampaikan pada awal tahun 2025.
Struktur transaksi dibagi menjadi dua fase utama untuk memastikan transisi kepemilikan aset berjalan optimal. Tahap pertama memiliki nilai transaksi sebesar Rp 5.120.596.000.000.
Pada tahap pertama, SILO dan MKB akan membeli seluruh saham dari 16 perusahaan penjual yang berdomisili di Singapura . Aset yang diakuisisi mencakup kepemilikan pada entitas pengelola delapan rumah sakit strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Daftar properti pada Transaksi Tahap Pertama meliputi:
- Siloam Hospitals Lippo Village (melalui PT Sentra Dinamika Perkasa).
- Siloam Hospitals Kebon Jeruk (melalui PT Graha Indah Pratama).
- Siloam Hospitals Manado (melalui PT Menara Abadi Megah).
- Siloam Hospitals Denpasar (melalui PT Dasa Graha Jaya).
- Siloam Hospitals Purwakarta (melalui PT Eka Dasa Parinama).
- Siloam Hospitals Kupang (melalui PT Nusa Bahana Niaga).
- Siloam Hospitals Sriwijaya (melalui PT Sriwijaya Mega Abadi).
- Siloam Hospitals Baubau/Buton (melalui PT Buton Bangun Cipta).
Baca juga: Siloam Melanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan pada FY2025 Melalui Fokus pada Diferensiasi Archetype
Transaksi Tahap Kedua memiliki nilai Rp 3.879.404.000.000 yang dilakukan melalui mekanisme Put Option Agreement. Tahap ini melibatkan 11 entitas penerima opsi yang juga merupakan anak usaha tidak langsung dari First REIT .
Aset pada Transaksi Tahap Kedua mencakup:
- Siloam Hospitals Lippo Cikarang (PT Graha Pilar Sejahtera).
- Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre/MRCCC (PT Primatama Cemerlang).
- Siloam Hospitals Makassar (PT Bayutama Sukses).
- Siloam Hospitals TB Simatupang (PT Perisai Dunia Sejahtera).
- Siloam Hospitals Labuan Bajo (PT Prima Labuan Bajo).
- Siloam Hospitals Yogyakarta (PT Yogya Central Terpadu).
Jadwal Lengkap dan Tahapan Transaksi
Rencana transaksi ini telah resmi dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal April 2026. Berikut adalah ringkasan rincian nilai transaksi berdasarkan laporan keterbukaan:
| Komponen Transaksi | Nilai Nominal (Rp) |
| Transaksi Tahap Pertama | 5.120.596.000.000 |
| Transaksi Tahap Kedua (Put Option) | 3.879.404.000.000 |
| Total Nilai Transaksi | 9.000.000.000.000 |
Penyelesaian seluruh rangkaian transaksi tunduk pada pemenuhan berbagai kondisi prasyarat. Hal ini mencakup persetujuan dari RUPS dan regulator terkait sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal.
Dampak bagi Investor
Manajemen menyatakan bahwa transaksi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekspansi bisnis rumah sakit di Indonesia. Penggunaan sumber pendanaan eksternal berupa kredit sindikasi dipilih agar tidak memberikan dampak material negatif terhadap arus kas operasional perusahaan.
Bagi pemegang saham, akuisisi ini diharapkan meningkatkan nilai perusahaan melalui kepemilikan langsung atas aset-aset properti rumah sakit utama. Namun, investor perlu memperhatikan peningkatan rasio utang akibat penggunaan fasilitas kredit sindikasi dalam skala besar.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kepatuhan terhadap POJK 17/2020 mengenai transaksi material akan dipenuhi dengan menggunakan laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2025 sebagai dasar perhitungan. Transaksi ini dipastikan bukan merupakan transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan menurut peraturan yang berlaku.
Kondisi Keuangan Terkait
Perseroan menegaskan bahwa seluruh rangkaian transaksi ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Nilai transaksi yang disepakati didasarkan pada nilai properti sebelum adanya penyesuaian nilai aset bersih (Net Asset Value).
Sumber Informasi: Laporan Informasi dan Fakta Material PT Siloam International Hospitals Tbk
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah transaksi ini merupakan transaksi afiliasi? Berdasarkan laporan perusahaan, para pihak yang terlibat dalam transaksi ini tidak memiliki hubungan afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam peraturan OJK.
2. Bagaimana SILO mendanai akuisisi senilai Rp 9 triliun ini? Perseroan akan menggunakan sumber pendanaan eksternal yang berasal dari fasilitas kredit sindikasi.
3. Apa syarat utama agar transaksi ini dapat diselesaikan? Penyelesaian transaksi wajib memenuhi kondisi prasyarat, termasuk persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan otoritas regulasi terkait.
Poin Penting bagi Investor
- Total Nilai Transaksi: Rp 9 triliun yang terbagi dalam dua tahap akuisisi.
- Objek Akuisisi: Saham di 16 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit utama Siloam di seluruh Indonesia.
- Struktur Pendanaan: Menggunakan hutang pihak ketiga melalui fasilitas kredit sindikasi.
- Tujuan Strategis: Memperkuat struktur aset dan mendukung rencana ekspansi bisnis tahun 2026.
- Kepastian Hukum: Transaksi dilakukan sesuai dengan POJK 17/2020 mengenai Transaksi Material.
Profil Singkat Perusahaan
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) adalah penyedia layanan kesehatan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang aktivitas kesehatan dan usaha rumah sakit. Perusahaan berkantor pusat di Tangerang dan mengoperasikan jaringan rumah sakit modern dengan standar internasional di berbagai wilayah strategis.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


