Pada akhir tahun 2025, PT Multi Prima Sejahtera Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang dua belas bulan penuh pada tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 379,57 miliar, mengalami kenaikan 1,97% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 372,24 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 2,45% menjadi Rp 158,85 miliar, terutama dipengaruhi oleh peningkatan persediaan di tengah penurunan utang usaha.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 220,72 miliar, naik 1,63%, didorong oleh peningkatan pada investasi entitas asosiasi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp 24,44 miliar, turun 20,31% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 15,01 miliar, menurun 34,60%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha pihak ketiga yang cukup signifikan.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 9,43 miliar, dengan kenaikan 22,31%, mencerminkan peningkatan pada pencadangan liabilitas imbalan pasca kerja.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 355,13 miliar, naik 3,97% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama 12 bulan pertama 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 165,69 miliar, naik 7,75% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 153,77 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kelancaran operasional penjualan kotor secara keseluruhan.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 33,04 miliar, turun 3,39% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang berada di level Rp 34,20 miliar. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan bagian atas laba bersih perusahaan asosiasi serta peningkatan beban pajak penghasilan.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 78, mencerminkan penurunan 2,50% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 10,58x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat leluasa dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 6,82x, mengindikasikan likuiditas yang sangat aman meskipun mengecualikan persediaan dari komponen aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 30,88%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatan penjualan.
- Margin Laba Bersih: 19,94%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang masih sangat solid setelah dikurangi seluruh beban operasional, bagian laba rugi asosiasi, dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 8,70%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 9,51%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham entitas induk.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,07x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan yang amat rendah pada liabilitas.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 452 per 25 Februari 2026, PER tercatat 5,79x, mengindikasikan valuasi yang secara historis tergolong undervalued dibandingkan rata-rata sektor sejenis.
Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 817, PBV perusahaan berada di level 0,55x, mencerminkan valuasi saham yang saat ini diperdagangkan dengan diskon substansial di bawah nilai buku perusahaannya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Multi Prima Sejahtera Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas neraca yang sangat kokoh dan tingkat likuiditas yang melimpah, meskipun terdapat sedikit kontraksi pada pertumbuhan laba bersih akibat pos beban pajak dan entitas asosiasi. Pertumbuhan pendapatan kotor yang terus terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis inti perusahaan. Namun, investor tetap perlu memperhatikan efisiensi harga pokok pendapatan dan kinerja perusahaan afiliasi yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas bottom-line di kuartal selanjutnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


