Pada tahun 2025, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp38,53 triliun, mengalami kenaikan 0,41% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp38,37 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,69% menjadi Rp35,95 triliun, terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada piutang pembiayaan konsumen dan kas.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp1,04 triliun, turun 1,88%, didorong oleh penyusutan rutin pada aset tetap dan aset tak berwujud.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp23,50 triliun, turun 1,36% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp4,55 triliun pada pos pinjaman bank, menurun 32,74%, terutama disebabkan oleh pelunasan dan penurunan fasilitas pinjaman dari bank pihak ketiga.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp8,41 triliun pada instrumen utang obligasi, dengan kenaikan 35,89%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang perusahaan melalui pasar modal.
Ekuitas
Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp15,03 triliun, naik 3,31% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba ditahan dan pencatatan tambahan modal disetor terkait aksi korporasi penggabungan usaha.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp12,13 triliun, naik 2,89% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,79 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan volume pembiayaan konsumen dan kontribusi sewa pembiayaan.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,54 triliun, turun 14,68% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban umum, beban administrasi, serta biaya gaji karyawan.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp1.253, mencerminkan penurunan 18,53% YoY, sejalan dengan moderasi laba bersih dan bertambahnya jumlah saham beredar pasca penggabungan usaha.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,53x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan perputaran aset produktif lancar.
- Quick Ratio: 1,50x, mengindikasikan likuiditas yang memadai dengan mengecualikan pos beban dibayar di muka dari struktur aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 72,47%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba operasional dari pendapatan setelah dikurangi beban bunga pinjaman.
- Margin Laba Bersih: 12,74%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional, penyisihan kerugian, dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 4,01%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 10,28%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
Debt to Equity Ratio (DER): 1,56x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang masih terkelola pada batas wajar industri multifinance.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp8.350 per 18 Februari 2026, PER tercatat 6,66x, mengindikasikan valuasi undervalued terhadap emiten sektor keuangan sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp12.162, PBV perusahaan berada di level 0,69x, mencerminkan valuasi yang terdiskon dari nilai intrinsiknya dan merepresentasikan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan di masa depan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas fundamental di tengah transisi struktural perusahaan, meskipun terdapat tekanan dari sisi efisiensi beban operasional pasca penggabungan usaha.
Pertumbuhan pendapatan dan struktur permodalan yang solid menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan efisiensi biaya, manajemen risiko kredit, serta adaptasi makroekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


