Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Himalaya Energi Perkasa Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 10.079.728.415 , mengalami penurunan 26,34% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 13.683.560.245.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 67,76% menjadi Rp 1.301.318.038 , terutama dipengaruhi oleh perubahan pada pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai penuh atas investasi saham PT Inti Agri Resources Tbk dan piutang reverse repo.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 8.778.410.377 , turun 9,01%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.320.092.711 , turun 26,38% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 405.523.828 , menurun 16,97%.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 914.568.883 , dengan penurunan 29,90%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama akibat penghapusbukuan utang lain-lain pihak ketiga (Bank Danamon).
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 8.759.635.704 , turun 26,33% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh rugi tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3.112.716.600 , naik 5,70% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.944.773.600. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh jasa pengisian elpiji.
Laba Bersih
Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (2.915.523.144) , memburuk 570,50% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (434.827.658). Perubahan ini disebabkan oleh beban cadangan penurunan nilai investasi (Rp 1,25 miliar) dan beban cadangan piutang reverse repo (Rp 1,11 miliar).
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp (1,38) , mencerminkan penurunan 557,14% YoY dari Rp (0,21), sejalan dengan perubahan rugi bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 3,21x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 3,21x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar (persediaan dicatat sebagai aset tidak lancar).
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 11,94%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -93,66%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -32,72% (annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -64,92% (annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,15x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 22 per 27 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat -11,96x. PER bernilai negatif dan tidak bermakna karena perusahaan mencatatkan rugi bersih.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (induk) sebesar Rp 2,14, PBV perusahaan berada di level 10,29x, mencerminkan valuasi pasar yang sangat premium, jauh di atas nilai buku per sahamnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan HADE selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan yang signifikan meskipun ada sedikit pertumbuhan pendapatan pada bisnis inti jasa pengisian elpiji. Kinerja operasional ini dibayangi oleh kerugian non-operasional yang masif akibat keputusan manajemen untuk memberikan cadangan kerugian 100% (impairment) atas aset keuangan berupa investasi saham dan piutang reverse repo.
Langkah ini menyebabkan penyusutan neraca secara drastis, baik dari sisi aset maupun ekuitas. Meskipun rasio likuiditas (Current Ratio 3,21x) dan rasio utang (DER 0,15x) tampak sehat, investor perlu mencermati bahwa valuasi pasar (PBV 10,29x) sangat tinggi untuk perusahaan yang menderita rugi besar, memiliki defisit akumulasi , dan mencatat adanya kondisi yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


