JAKARTA. PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), perusahaan di balik merek minuman “TGUK”, berencana merombak penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) . Perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha baru .
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 24 Oktober 2025, kedua agenda ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025 .
Berikut adalah rincian rencana yang perlu diketahui investor:
1. Perubahan Penggunaan Dana IPO
Saat IPO pada Juli 2023, Perseroan mengalokasikan sekitar 60% dana untuk belanja modal (capital expenditure), khususnya pengembangan dan penambahan gerai baru .
Manajemen TGUK kini berencana mengubah alokasi tersebut. Perseroan akan mengalihkan dana sebesar Rp 42.925.796.383 (Rp 42,92 miliar) yang berasal dari pengembalian uang muka aset tetap untuk rencana pengembangan gerai .
Dana tersebut selanjutnya akan dialihkan untuk mendanai kebutuhan modal kerja . Perubahan ini akan berdampak pada laporan keuangan, di mana kas perusahaan akan bertambah Rp 42,926 juta dan pos uang muka aset tetap akan berkurang dalam jumlah yang sama .
2. Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Modal kerja dari pengalihan dana IPO itu akan digunakan untuk mendanai rencana bisnis baru Perseroan, yakni di bidang frozen meat (daging beku) dan food processing (makanan olahan) .
Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi dan penguatan rantai bisnis . TGUK melihat prospek cerah di industri ini, didorong oleh urbanisasi dan permintaan tinggi produk siap saji .
Perseroan mengutip data IMARC Group, yang memproyeksikan pasar makanan beku Indonesia akan mencapai USD 5,9 miliar pada tahun 2033, naik dari USD 3,4 miliar pada tahun 2024 .
Kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan antara lain :
- Kegiatan Usaha Utama:
- Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (KBLI 46321)
- Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (KBLI 46322)
- Kegiatan Usaha Pendukung:
- Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas (KBLI 10130)
- Industri Makanan dan Masakan Olahan (KBLI 10750)
- Perdagangan Besar Makanan Dan Minuman Lainnya (KBLI 46339)
Strategi dan Kelayakan Bisnis Baru
Rencana bisnis baru ini akan mulai dijalankan pada November 2025 . Pada tahap awal, Perseroan akan menggunakan jasa kontrak produksi (maklon) dengan pihak ketiga .
Laba yang dihasilkan dari skema maklon akan digunakan kembali untuk mendanai investasi pabrik pengolahan makanan milik sendiri, yang dijadwalkan akan dimulai pada Januari 2026 .
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang dibuat oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), rencana penambahan kegiatan usaha ini dinyatakan “Layak” untuk dijalankan .
Proyeksi bisnis baru ini diperkirakan memiliki :
- Payback Period (PP): 4 Tahun 4 Bulan
- Internal Rate of Return (IRR): 20,42% (di atas discount rate 10,08%)
- Net Present Value (NPV): Positif sebesar Rp 59,005 miliar
- Profitability Index (PI): 1,7 (lebih besar dari 1)
Selain itu, KJPP juga telah memberikan pendapat “Wajar” atas Rencana Transaksi konversi uang muka aset tetap yang menjadi sumber pendanaan bisnis baru ini .
Agenda RUPSLB
Untuk memuluskan rencana ini, TGUK akan menggelar RUPSLB pada :
- Hari/Tanggal: Selasa, 2 Desember 2025
- Waktu: 10:00 WIB – selesai
- Tempat: Lembur Kuring BSD, Tangerang
Mata acara rapat adalah meminta persetujuan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan Rencana Perubahan Penggunaan Dana .
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


