Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightASSA LK Q2 2025: Tukang Antar Rokok HMSP

ASSA LK Q2 2025: Tukang Antar Rokok HMSP

Kalau dibedah dari data per 30 Juni 2025, hubungan PT Adi Sarana Armada Tbk atau ASSA dengan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMS memang terlihat sangat signifikan. ASSA mencatat piutang usaha dari HMS sebesar Rp190,29 miliar. Jumlah ini bukan angka kecil, karena mewakili 34,04% dari total piutang usaha ASSA yang tercatat Rp559,05 miliar. Mayoritas piutang ini berasal dari transaksi sewa kendaraan, artinya armada ASSA banyak dipakai untuk mendukung operasional HMS yang bisnis intinya adalah rokok.

Kalau diposisikan terhadap neraca, memang terlihat kecil. Dari total aset ASSA sebesar Rp8,32 triliun, piutang HMS hanya 2,29%. Jadi di level aset, ketergantungan tidak terlihat terlalu besar. Tapi begitu dibandingkan dengan pendapatan dan laba, ceritanya berubah total. Terhadap total pendapatan ASSA semester I 2025 yang Rp2,84 triliun, piutang HMS ini setara dengan 6,71%. Kalau disetarakan, nilainya hampir sama dengan pendapatan satu bulan ASSA. Jadi kalau HMS terlambat bayar, otomatis kas ASSA bisa tersendat untuk kebutuhan operasional.

Yang paling menohok adalah ketika dibandingkan dengan laba bersih. Profit ASSA semester I 2025 tercatat Rp290,81 miliar. Piutang HMS Rp190,29 miliar nilainya 65,43% dari laba bersih. Jadi lebih dari separuh laba perusahaan bisa dibilang tergantung pada satu tagihan dari HMS. Ini menunjukkan adanya konsentrasi risiko yang tinggi, karena kualitas laba sangat bergantung pada kolektibilitas dari satu klien besar.

ASSA memang punya diversifikasi usaha. Dari logistik lewat Anteraja yang kontribusinya 42,09% revenue, sewa kendaraan dan autopool 28,36%, penjualan mobil bekas 18,42%, driver 6,20%, hingga lelang 4,43%. Dari segi segmen, perusahaan ini terlihat punya basis revenue yang beragam. Tapi data piutang memperlihatkan cerita lain. Meskipun revenue tersebar, arus kas masih punya ketergantungan besar ke HMS. Jadi kalau ditanya apakah ASSA ini bergantung pada rokok HMSP dan jadi tukang antar rokok HMSP, jawabannya ada benarnya.

Buktinya jelas ada di laporan keuangan. Satu piutang dari HMS setara 34,04% dari total piutang ASSA, 6,71% dari revenue semester I, dan 65,43% dari laba bersih. Mayoritas piutang ini berasal dari kontrak sewa kendaraan, yang secara logika dipakai HMS untuk distribusi produk rokok. Artinya sebagian armada ASSA memang diarahkan untuk menopang bisnis rokok HMSP. Jadi meski ASSA bisa mengklaim sebagai ekosistem transportasi dan logistik yang beragam, fakta angka memperlihatkan ketergantungan nyata pada industri rokok, terutama lewat hubungan bisnis dengan HMS.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan! https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments