Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Astra International Tbk (ASII) Semester I 2025

Kinerja Keuangan PT Astra International Tbk (ASII) Semester I 2025

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, ASII menunjukkan pertumbuhan aset dan ekuitas yang solid. Meskipun laba bersih sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, posisi kas perusahaan tetap kuat. Dengan harga saham Rp5.100, valuasi ASII berada pada Price-to-Earnings Ratio (PER) 6,66x dan Price-to-Book Value (PBV) 0,95x.

Neraca (Balance Sheet)

Neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada 30 Juni 2025, dibandingkan dengan 31 Desember 2024. Secara keseluruhan, ASII mencatatkan pertumbuhan dari sisi aset, liabilitas, dan ekuitas.

  • Total Aset meningkat menjadi Rp487,8 triliun dari Rp471,4 triliun pada akhir 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan kas dan setara kas serta piutang pembiayaan.
  • Total Liabilitas (utang) naik menjadi Rp209,0 triliun dari Rp199,4 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, termasuk pinjaman dan utang usaha.
  • Total Ekuitas (modal) tumbuh menjadi Rp278,8 triliun dari Rp272,0 triliun. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (yang digunakan untuk menghitung nilai buku) mencapai Rp218,0 triliun.

Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan ini merangkum kinerja pendapatan dan laba ASII selama enam bulan pertama tahun 2025, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

  • Pendapatan Bersih naik tipis menjadi Rp162,9 triliun dari Rp160,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Beban Pokok Pendapatan juga mengalami kenaikan menjadi Rp128,0 triliun dari Rp124,4 triliun, yang sedikit menekan laba kotor.
  • Laba Bruto tercatat sebesar Rp34,8 triliun, sedikit lebih rendah dari Rp35,6 triliun pada Juni 2024.
  • Laba Bersih (yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk) untuk periode berjalan adalah Rp15,5 triliun, sedikit menurun dari Rp15,9 triliun pada Juni 2024.
  • Laba Per Saham (EPS) dasar untuk periode ini adalah Rp383.

Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan ini menunjukkan pergerakan kas perusahaan dari tiga aktivitas utama.

  • Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Tercatat surplus sebesar Rp23,1 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,7 triliun, yang terutama disebabkan oleh perubahan dalam pembayaran kepada pemasok.
  • Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Tercatat arus kas keluar bersih sebesar Rp6,4 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya (Rp5,0 triliun). Ini digunakan untuk penambahan aset tetap dan investasi lainnya.
  • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Tercatat arus kas keluar bersih sebesar Rp12,1 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya (Rp14,3 triliun). Aktivitas utama adalah pembayaran dividen sebesar Rp12,5 triliun dan pelunasan pinjaman.
  • Posisi Kas dan Setara Kas pada akhir periode meningkat menjadi Rp53,1 triliun dari Rp48,4 triliun di awal periode.

Rasio Keuangan Penting

  • Rasio Utang terhadap Ekuitas (Gearing Ratio): Rasio utang bersih terhadap total ekuitas tercatat sebesar 18%, menurun dari 19% pada akhir 2024, menunjukkan tingkat leverage yang sehat dan terkendali.
  • Struktur Utang: Perusahaan memiliki utang bersih sebesar Rp51,2 triliun. Namun, jika dipisahkan, segmen non-jasa keuangan memiliki posisi kas bersih Rp12,7 triliun, sementara segmen jasa keuangan memiliki utang bersih Rp64,0 triliun, yang wajar untuk industrinya.

Kalkulasi PER dan PBV

Perhitungan ini menggunakan harga penutupan saham ASII sebesar Rp5.100.

  • Price-to-Earnings Ratio (PER)
  • Laba per Saham (EPS) 6 bulan: Rp383.
  • EPS Tahunan (proyeksi): Rp383 x 2 = Rp766.
  • PER: Rp5.100 / Rp766 = 6,66x
  • Artinya, investor bersedia membayar 6,66 kali laba tahunan perusahaan untuk setiap lembar saham.
  • Price-to-Book Value (PBV)
  • Ekuitas yang diatribusikan ke pemilik induk: Rp218.004 miliar.
  • Jumlah saham beredar: 40.483.553.140 lembar.
  • Nilai Buku per Saham (BVPS): Rp218.004 M / 40,48 Miliar lembar = Rp5.385
  • PBV: Rp5.100 / Rp5.385 = 0,95x
  • Artinya, harga saham ASII saat ini diperdagangkan sedikit di bawah nilai buku perusahaannya.

Kesimpulan

PT Astra International Tbk menunjukkan fundamental yang kokoh pada semester pertama 2025 dengan pertumbuhan aset dan ekuitas yang berkelanjutan. Meskipun laba bersih mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan berhasil menjaga pendapatan dan mengelola struktur modalnya dengan baik, yang tercermin dari rasio gearing yang rendah. Posisi kas perusahaan juga sangat kuat. Dari sisi valuasi, dengan PER 6,66x dan PBV 0,95x, saham ASII diperdagangkan pada valuasi yang relatif atraktif dibandingkan nilai buku dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.

PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments