PT Indosat Tbk (ISAT) menegaskan langkah transformasinya menuju ekosistem digital yang lebih luas dan terintegrasi. Melalui dokumen keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 26 Mei 2025, perusahaan mengumumkan rencana penambahan delapan kegiatan usaha baru yang mencerminkan komitmen strategis mereka dalam merespons dinamika industri teknologi dan digitalisasi layanan.
Dalam era yang semakin terdigitalisasi, perusahaan telekomunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia layanan komunikasi dasar. ISAT memahami bahwa nilai tambah ke depan akan datang dari kemampuan mengintegrasikan data, teknologi kecerdasan buatan, dan solusi berbasis Internet of Things (IoT). Oleh karena itu, melalui RUPS yang dijadwalkan pada 28 Mei 2025, manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham untuk memperluas cakupan usaha.
ISAT berencana menambahkan delapan klasifikasi baku lapangan usaha (KBLI) baru, yaitu:
- 61993 – Telekomunikasi untuk Keperluan Pertahanan dan Keamanan
- 73100 – Periklanan
- 73201 – Penelitian Pasar
- 61994 – Jasa Jual Kembali Telekomunikasi
- 61912 – Layanan Konten SMS Premium
- 62015 – Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI)
- 62024 – Konsultasi dan Desain IoT
- 66413 – Penyelenggara Penunjang Sistem Pembayaran
Langkah ini menunjukkan orientasi baru ISAT yang ingin berperan aktif dalam solusi digital end-to-end—mulai dari infrastruktur telekomunikasi hingga layanan berbasis data dan keuangan.
Dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, ISAT menargetkan:
- Diversifikasi sumber pendapatan di luar core business telekomunikasi,
- Optimalisasi aset data untuk monetisasi melalui layanan AI dan digital advertising,
- Peningkatan kolaborasi strategis, termasuk dengan mitra global seperti Google,
- Penguatan posisi di sektor digital security dan sistem pembayaran.
Penilaian kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar, Rosye dan Rekan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan:
- NPV sebesar Rp4,04 triliun
- ROI rata-rata 30,08%
- Break-even Point Rp176,16 miliar
- Net Profit Margin proyeksi 22,10%
Kontribusi pendapatan dari kegiatan usaha baru diperkirakan mencapai 11,98% dari total pendapatan ISAT per akhir 2024—angka yang cukup signifikan untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.
ISAT telah menyiapkan tim ahli yang kompeten di berbagai bidang, seperti AI, IoT, data analytics, hingga sistem pembayaran. Tercatat ada 67 tenaga ahli internal yang siap mengawal pelaksanaan kegiatan baru ini.
Adapun tahapan selanjutnya adalah:
- Persetujuan perubahan Anggaran Dasar melalui RUPS pada 28 Mei 2025
- Proses perizinan OSS-BKPM ditargetkan rampung sebelum akhir 2025
Transformasi ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan representasi nyata dari repositioning ISAT sebagai pemain utama dalam lanskap digital Indonesia. Dengan strategi yang matang, SDM yang siap, dan proyeksi keuangan yang positif, ISAT tidak hanya mantap menuju masa depan digital—tetapi juga siap menjadi pionirnya.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.


