Skydrugz Corner: Nasdaq vs IHSG
Membandingkan bursa Nasdaq dan IHSG sebenarnya seperti membandingkan bumi dan langit.
Per Oktober 2021, market cap Nasdaq adalah 24 Triliun dollar entah berapa ini kalau dirupiahkan. Sedangkan Market Cap IHSG per 16 Desember 2021 adalah 8269 Triliun rupiah atau 582 milyar dollar saja. Jadi ukuran market Nasdaq 41x lipat lebih besar dari ukuran market IHSG.
Dalam 5 tahun terakhir bursa Nasdaq sudah naik 3x lipat dari lowest nya. Sedangkan IHSG dari lowest ke highest nya hanya bisa naik 72%. Benar – benar seperti bumi dan langit.
Mengapa Nasdaq bisa begitu besar?
- Nasdaq duluan lahir ketimbang IHSG. Nasdaq didirikan pada 8 Februari 1971. Tapi sebelumnya di AS sudah ada bursa yang well established yakni NYSE yang sudah berdiri sejak 17 Mei 1792 di Wall Street. Sehingga Nasdaq ride the wave bareng NYSE. Nasdaq dulunya didirikan sebagai bursa trading pertama yang menggunakan sistem elektronik otomatis.
- Banyak perusahaan teknologi besar yang listing di Nasdaq mulai dari Apple, Google hingga Tesla. Sedangkan di IHSG yang listing mayoritas bukan perusahaan teknologi. Di Indonesia saham yang berlabel teknologi hanya ada 25 saham saja.
- Jumlah investor saham di Amerika Serikat adalah 55% dari total populasi. Jumlah penduduk AS adalah 329 juta orang. Dengan demikian ada lebih dari 100 juta penduduk Amerika yang berinvestasi di saham. Sedangkan di IHSG jumlahnya hanya 6.431.444 investor per September 2021. Itu artinya potensi IHSG masih sangat besar di masa depan.
IHSG memang masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Nasdaq. Apalagi tingkat literasi penduduk Indonesia terhadap pasar modal juga masih rendah. Tapi dengan makin massive nya pembahasan tentang saham di media massa maka itu bisa menjadi hal yang bagus untuk mempromosikan pasar saham ke 200 juta penduduk Indonesia lainnya. Jika separuh saja populasi Indonesia berinvestasi di saham, maka mungkin nantinya market capital IHSG bisa naik ke 1 Triliun dollar juga.
Salah satu kendala di pasar modal Indonesia adalah beberapa perusahaan yang listing yang kurang berkualitas. Ada yang baru listing langsung suspend dan ada juga yang malah mau delisting. Saham – saham seperti ini yang membuat investor kapok berinvestasi di IHSG. Padahal jumlah perusahaan jelek ini sebenarnya sedikit dan perusahaan yang berkualitas bagus sebenarnya banyak. Tapi masalahnya orang lebih mudah mengingat yang jelek – jelek ketimbang yang baik – baik.
Saya tetap percaya bahwa IHSG di masa depan akan bisa lebih besar dari saat ini.
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Untuk bisa beli saham di Nasdaq bisa download aplikasi Gotrade di sini. Atau di .
Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-138
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini
Kode referal Akun Binance SV06XFJZ
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.


