Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeKeterbukaan InformasiBuybackPetrindo Jaya Kreasi (CUAN) Siapkan Dana Rp750 Miliar untuk Rencana Buyback Saham

Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Siapkan Dana Rp750 Miliar untuk Rencana Buyback Saham

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) secara resmi mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 3 Februari 2026, emiten tambang batu bara ini mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp750.000.000.000 (tujuh ratus lima puluh miliar Rupiah) untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut. Langkah buyback saham CUAN ini diambil sebagai upaya untuk menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami fluktuasi signifikan.

Pelaksanaan pembelian kembali ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-102/D.04/2025. Manajemen Perseroan menegaskan bahwa dana yang digunakan berasal dari saldo kas internal dan tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Periode pelaksanaan direncanakan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai tanggal 4 Februari 2026 hingga berakhir pada 3 Mei 2026.

Detail dan Jadwal Pelaksanaan Buyback Saham CUAN

Aksi korporasi ini dilakukan berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kondisi pasar saat ini. Untuk memfasilitasi proses tersebut, Perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai perantara pedagang efek yang akan melakukan pembelian kembali melalui perdagangan di BEI selama periode yang telah ditentukan. Penting untuk dicatat bahwa besarnya volume pembelian saham dalam satu hari bursa tidak dibatasi oleh perusahaan.

Jadwal penting terkait buyback saham CUAN adalah sebagai berikut:

  • Pemberitahuan kepada BEI dan OJK: 3 Februari 2026
  • Pengumuman Keterbukaan Informasi: 3 Februari 2026
  • Periode Pembelian Kembali: 4 Februari 2026 sampai dengan 3 Mei 2026

Harga pembelian kembali akan ditentukan oleh manajemen dengan memperhatikan kewajaran dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga berkomitmen untuk tetap menjaga batasan maksimum pembelian sesuai Pasal 8 POJK 13/2023 serta memastikan pemenuhan jumlah saham free float yang dipersyaratkan oleh regulasi.

Dampak Keuangan dan Proforma Laba Per Saham

Berdasarkan analisis internal, pelaksanaan pembelian kembali saham ini diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap pendapatan maupun kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan Perseroan memiliki arus kas dan saldo laba yang mencukupi untuk mendanai aksi korporasi tersebut.

Berikut adalah ringkasan proforma keuangan berdasarkan laporan konsolidasian per 30 September 2025 (dalam ribuan USD) jika program ini terlaksana sepenuhnya:Data di atas 

Komponen KeuanganSebelum BuybackDampakSesudah Buyback
Laba neto tahun berjalan16.14816.148
Total Aset2.397.168(45.721)2.351.447
Total Ekuitas599.036(45.721)553.315
Laba per saham dasar0,000140,00014

menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan pada total aset dan ekuitas akibat penggunaan kas internal, nilai laba per saham dasar (earnings per share) tetap stabil di angka 0,00014 USD. Manajemen berkeyakinan bahwa langkah ini akan memberikan fleksibilitas dalam mencapai struktur permodalan yang lebih efisien di masa depan.

Rencana Pengelolaan Saham Treasury

Saham yang telah berhasil dibeli kembali oleh Perseroan akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) untuk jangka waktu tertentu. Sesuai Pasal 16 POJK 29/2023, Perseroan wajib mengalihkan kembali saham tersebut dalam waktu tiga tahun setelah periode pembelian kembali berakhir.

Beberapa skema pengalihan yang direncanakan meliputi:

  • Pelaksanaan program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, atau dewan komisaris (ESOP/MSOP).
  • Penjualan kembali baik di dalam maupun di luar bursa efek.
  • Pengurangan modal melalui penarikan kembali saham.
  • Pembayaran atau penyelesaian transaksi tertentu serta konversi efek bersifat ekuitas.

Selama saham tersebut masih berstatus sebagai saham treasuri, saham dimaksud tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan tidak berhak mendapatkan pembagian dividen. Perseroan juga membuka peluang untuk memperoleh keuntungan dari hasil penjualan kembali jika harga saham di pasar mengalami kenaikan di masa mendatang.


Poin Penting bagi Investor

  • Alokasi Dana: Maksimal Rp750 miliar dari kas internal.
  • Durasi Program: 4 Februari 2026 hingga 3 Mei 2026.
  • Tujuan Utama: Menjaga stabilitas harga di pasar yang berfluktuasi.
  • Dampak Keuangan: Tidak mengganggu operasional; laba per saham diprediksi tetap stabil.
  • Status Saham: Akan disimpan sebagai treasury stock sebelum nantinya dialihkan kembali sesuai regulasi.

Profil Singkat Perusahaan

PT Petrindo Jaya Kreasi merupakan perusahaan induk yang menjalankan kegiatan usaha aktivitas Perusahaan Holding (KBLI No. 64200), yang mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiary dan kegiatan utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.

Sumber Data: Laporan Informasi dan Fakta Material CUAN 2026

Baca juga: PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Tawarkan Obligasi dan Sukuk Baru Senilai Total Rp2 Triliun


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here