Bank Mandiri membukukan kinerja yang solid pada awal tahun 2026 dengan perolehan laba bersih yang tumbuh signifikan di tengah aksi korporasi dekonsolidasi anak usahanya, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Kinerja Keuangan Bank Mandiri Q1 2026 menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga profitabilitas dan efisiensi operasional secara konsisten.
Kinerja Keuangan Bank Mandiri Q1 2026
Laporan posisi keuangan konsolidasian menunjukkan dampak dari pelepasan pengendalian atas BSI yang berlaku efektif sejak 1 Februari 2026. Berikut adalah ringkasan neraca konsolidasian per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya:
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Miliaran IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Total Aset | 2.432.620,8 | 2.432.620,8* | – |
| Kredit yang Diberikan | 1.568.084,9 | 1.545.967,3 | 1,43% |
| Penempatan pada Bank Lain | 48.102,6 | 50.471,8 | -4,69% |
| Total Liabilitas | 2.118.669,3 | 2.105.218,8 | 0,64% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 1.730.302,5 | 1.816.897,2 | -4,77% |
| Dana Murah (CASA) | 1.214.972,0 | 1.288.024,5 | -5,67% |
| Total Ekuitas | 313.951,5 | 327.402,0 | -4,11% |
*Catatan: Data aset dan liabilitas periode 2025 mengacu pada posisi audit Desember 2025 untuk perbandingan struktural.
Penurunan total aset dan DPK dibandingkan akhir tahun 2025 disebabkan oleh dekonsolidasi laporan keuangan BSI. Meskipun demikian, Bank Mandiri tetap mencatat pertumbuhan kredit secara tahunan yang didorong oleh segmen korporasi dan komersial.
Struktur pendanaan bank tetap kuat dengan rasio dana murah (CASA) yang dominan, meskipun terdapat penyesuaian saldo akibat perubahan status BSI dari entitas anak menjadi entitas asosiasi. Ekuitas perusahaan sedikit terkoreksi dampak dari pembayaran dividen dan penyesuaian saldo laba.
B. Laporan Laba Rugi
Pertumbuhan laba didorong oleh penurunan biaya pencadangan dan efisiensi beban operasional lainnya.
| Dalam Miliaran IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 25.049,6 | 25.504,8 | -1,78% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 10.871,5 | 11.137,9 | -2,39% |
| Beban Operasional | 13.991,6 | 15.168,9 | -7,76% |
| Laba Bersih | 15.384,1 | 13.197,3 | 16,57% |
| EPS (Rupiah penuh) | 164,99 | 141,40 | 16,68% |
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 16,57% secara Year-on-Year (YoY) mencapai Rp15,38 triliun. Faktor utama pertumbuhan ini adalah efisiensi beban operasional yang turun 7,76% dan penurunan beban pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 29,21% dibandingkan periode sebelumnya.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan mencerminkan tingkat kesehatan bank yang tetap terjaga di atas ketentuan regulasi.
| Rasio | Nilai (Q1 2026) | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 5,12%* | Profitabilitas aset produktif yang stabil. |
| NPL Gross | 1,02%* | Kualitas aset sangat sehat, jauh di bawah batas 5%. |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 90,63% | Fungsi intermediasi berjalan optimal. |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 19,96% | Permodalan sangat kuat untuk ekspansi. |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 38,95% | Operasional sangat efisien. |
| ROA (Disetahunkan) | 2,46% | Kemampuan aset menghasilkan laba yang baik. |
| ROE (Disetahunkan) | 20,55% | Tingkat pengembalian modal bagi pemegang saham sangat tinggi. |
*Estimasi berdasarkan data laporan keuangan interim konsolidasian.
Indikator permodalan (CAR) yang meningkat menjadi 19,96% memberikan ruang bagi bank untuk terus melakukan ekspansi kredit di masa depan. Tingkat efisiensi (CIR) yang berada di bawah 40% menunjukkan keunggulan Bank Mandiri dalam mengelola biaya operasional melalui transformasi digital.
D. Valuasi Saham
Menggunakan harga penutupan per 23 April 2026 sebesar Rp4.630:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 7,02x | Valuasi relatif murah untuk bank penguasa pasar. |
| PBV | 1,42x | Valuasi wajar cenderung menarik dibandingkan rata-rata historis. |
Valuasi saham BMRI saat ini dapat dikategorikan berada pada level yang menarik (undervalued) jika dibandingkan dengan pertumbuhan laba dua digit dan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) yang mencapai lebih dari 20%. Angka PER sebesar 7 kali menunjukkan apresiasi pasar yang masih moderat terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang bank.
Kesimpulan
Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif sebesar 16,57% di tengah transisi struktural dekonsolidasi BSI. Kualitas aset yang tetap terjaga dengan NPL rendah serta efisiensi operasional yang semakin membaik menjadi fondasi kuat bagi kinerja hingga akhir tahun 2026.
Dengan valuasi yang masih terjangkau, BMRI tetap menjadi pilihan utama di sektor perbankan bagi investor yang mengedepankan fundamental.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang didirikan pada 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan pemerintah. Bank ini merupakan hasil penggabungan empat bank milik negara dan saat ini menyediakan berbagai layanan keuangan mulai dari perbankan korporasi, komersial, ritel, hingga jasa pasar modal melalui entitas anak.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


