ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Beli Saham Untuk Dijual atau Beli Saham Untuk Disimpan Selamanya?

Beli Saham Untuk Dijual atau Beli Saham Untuk Disimpan Selamanya?

Saya sudah pernah tulis topik tentang saham buy and hold di sini dan pernah diskusi dengan beberapa investor senior. Dan mereka semua punya filosofi investasi yang berbeda. Ada Investor senior yang menyarankan untuk membeli saham dan dihold selamanya. Terutama untuk investor yang usia pensiun nya masih 20-30 tahun. Katanya buy and hold forever itu lebih baik karena kita bisa dapat passive income di masa depan. Dia memberikan contoh saham $UNVR $HMSP yang dibelinya sejak tahun 2006.

Lalu ada investor senior lain yang menyarankan hal yang berbeda. Yakni jangan hold selamanya saham. Beli dan jual kalau sudah di pucuk karena saham tidak akan selamanya akan naik. Dia memberikan contoh saham $BUMI $UNSP yang katanya kalau kita hold selamanya, bukannya cuan yang didapat tapi malah boncos kuadrat. Sell on top.

Sekarang yang jadi pertanyaan buat investor baru, mau ikuti teknik yang mana?

Sumber Kebingungan

Untuk mencari saham multibagger maka syarat utamanya adalah growth. Problemnya adalah banyak investor yang susah membedakan Growth Stock dengan Growth Company. Sebuah perusahaan bisa saja tumbuh (Growth Company) tapi harga sahamnya malah tidak naik alias bukan Growth Stock. Yang mau tahu tentang growth stock bisa baca tulisan ini dan ini.

Sebuah saham mungkin saja mengalami pertumbuhan laba seperti yang dialami oleh $TLKM. Tapi harga sahamnya justru tidak bergerak. Itu terjadi karena di fase awal pertumbuhan perusahaan, TLKM sudah diberikan valuasi yang premium. Lihat saja PBV dan PER TLKM 2008-2017. Sangat premium.

Begitu 2018-2019 terjadi stagnansi laba, TLKM langsung kena dump. Padahal di 2020 laba TLKM kembali tumbuh tapi harga sahamnya tetap stuck. Dan valuasinya tidak balik lagi ke valuasi premium di 2008-2017. Sekarang TLKM untuk melewati saja valuasi PER 15 sangat susah payah.

Harga saham TLKM sudah tumbuh duluan di masa lalu melebihi pertumbuhan kinerja riil perusahaan. Kenapa bisa begitu? Karena market selalu overestimate segalanya.

Jadi Yang Terbaik Pilih Konsep Yang Mana?

Tidak semua saham bisa dihold forever. Hanya beberapa saham yang bisa di buy dan dihold forever. Lihat saja saham yang grafik nya terus menanjak dari tahun ke tahun. Tidak banyak yang seperti itu. Bahkan setelah periode tanjakan, selalu ada koreksi dalam seperti yang terjadi pada MLBI HMSP UNVR. Setelah menanjak, sekarang koreksi dan belum kembali ke top. Hanya BBRI dan BBCA yang sahamnya masih menanjak padahal kinerja perusahaannya sedang buruk.

Banyak saham yang sebaiknya dibeli dan manfaatkan momen sementara saja lalu dijual. Kalau tidak bisa nyangkut selamanya. Seperti BUMI yang pernah 8000. Dan sekarang hanya bolak – balik gocap. Atau seperti ENVY yang pernah 3000 lalu kini parkir ke gocap.

Jadi sebenarnya konsep buy to hold dan buy to sell itu bisa digunakan secara bersamaan asal tahu karakteristik apa yang dimiliki oleh saham tersebut.

Saham yang punya karakteristik fundamental seperti UNVR HMSP MLBI BBCA BBRI KLBF di tahun 2006-2009 bisa di buy and hold forever.

Sedangkan saham yang karakteristik fundamental nya seperti BUMI ENVY UNSP itu cukup untuk di buy hit and run. Jangan pernah di hold forever karena resiko boncos lebih besar.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa daftar gratis ke sini

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

 

 

Leave a Reply