ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Pendahuluan

Semua investor di bursa tentu ingin membeli saham perusahaan yang sehat. Karena perusahaan yang sehat bisa memberikan keuntungan jangka panjang bagi para pemegang sahamnya.

Yang jadi masalah adalah banyak investor yang belum tahu bagaimana ciri – ciri perusahaan atau emiten yang super sehat. Sehingga seringkali investor justru membeli saham perusahaan dengan fundamental jelek yang pada ujungnya berakhir delisting seperti saham BORN KARK INVS DAJK dan CPGT.

Lalu bagaimana ciri – ciri emiten super sehat?

Ciri – Ciri Emiten Super Sehat?

1. Cadangan kas lebih besar dari utang berbunga.

Sebagai contoh SMSM cadangan kas 530 Milyar sedangkan utang berbunga hanya 62 milyar. Dengan begitu SMSM tidak akan kesulitan dana jika utang jatuh tempo.

2. Total ekuitas lebih besar dari total liabilitas

Sebagai contoh ASGR total liabilitas nya hanya 855 milyar sedangkan total ekuitas nya mencapai 1,5 Triliun. Dengan begitu posisi balance sheet ASGR sangat kuat.

3. Perusahaan mencetak laba konsisten

Sebagai contoh HMSP dalam 10 tahun terakhir selalu mencetak laba. Tidak pernah sekalipun perusahaan ini merugi. Itu artinya manajemen memiliki tradisi pemenang.

4. Memiliki cashflow super tebal.

Sebagai contoh UNTR, perusahaan ini memiliki cashflow sangat sehat. Dengan Utang Berbunga yang hanya 14 Triliun, perusahaan bisa memiliki cashflow 10 Triliun. Secara rasio cashflow to total debt, ini masih aman karena lebih dari 0,5. Jika sudah kurang dari 0,5 maka bisa dikatakan perusahaan memiliki cashflow tipis.

5. Rajin dan konsisten bagi dividen

Perusahaan yang sehat tidak hanya mencetak laba di atas kertas tapi juga memberikan laba real kepada shareholders nya dalam bentuk dividen. Sebagai contoh PTBA dalam 10 tahun terakhir perusahaan ini tidak pernah sekalipun putus bagi dividen. Ini adalah contoh perusahaan yang mementingkan para pemegang sahamnya.

Jika menemukan perusahaan dengan 5 ciri di atas maka beli dan hold dalam jangka panjang. Apalagi jika dibeli di harga yang Undervalued. Lalu bagaimana bisa tahu perusahaan Undervalued? Bisa dibaca di tulisan lain tentang cara valuasi saham di sini. https://pintarsaham.id/valuasi-saham-dengan-price-to-free-cash-flow-ratio/

Jadi perusahaan sehat saja tidak cukup. Kita juga harus memastikan agar tidak beli saham yang overvalued.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply