PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (stock buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Emiten alat berat grup Astra ini menyiapkan dana segar dengan nilai maksimal mencapai Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) untuk merealisasikan buyback saham UNTR tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh manajemen melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 22 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk usaha Perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia, sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Tujuan dan Sumber Pendanaan Buyback Saham UNTR
Pelaksanaan buyback saham UNTR dilakukan berdasarkan landasan hukum Peraturan OJK (POJK) No. 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29 Tahun 2023. Selain untuk menjaga stabilitas harga di tengah pasar yang fluktuatif, aksi korporasi ini mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang dinilai masih sangat kuat.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh pendanaan untuk aksi korporasi ini berasal dari dana internal Perseroan. United Tractors memastikan tidak akan menggunakan dana hasil pinjaman maupun dana hasil penawaran umum untuk membiayai pembelian kembali saham ini. Dengan ketersediaan modal dan arus kas (cash flow) yang cukup, manajemen berkeyakinan bahwa kegiatan ini tidak akan mengganggu kinerja operasional maupun pendanaan kegiatan usaha serta pengembangan bisnis ke depan.
Batasan Jumlah Saham dan Jangka Waktu Pelaksanaan
Berdasarkan keterbukaan informasi, terdapat beberapa batasan yang ditetapkan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham ini:
- Maksimal 20% Saham: Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
- Ketentuan Free Float: Setelah pelaksanaan aksi ini, jumlah saham free float tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.
- Periode Pelaksanaan: Aksi korporasi ini direncanakan berlangsung selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak tanggal 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026.
Perseroan memiliki fleksibilitas untuk menghentikan periode pembelian kembali saham lebih awal jika dana yang dialokasikan telah terserap sepenuhnya (Rp2 triliun) atau jika manajemen memutuskan untuk menghentikannya berdasarkan pertimbangan tertentu.
Perkiraan Jadwal Penting
| Keterangan | Tanggal |
| Pengumuman Keterbukaan Informasi | 22 Januari 2026 |
| Perkiraan Jadwal Pembelian Kembali Saham | 22 Januari 2026 – 15 April 2026 |
Proforma Laba Per Saham dan Dampak Keuangan
Secara finansial, buyback saham UNTR diproyeksikan akan menurunkan total aset dan ekuitas Perseroan sebesar nilai pembelian saham yang dilakukan. Jika anggaran digunakan secara maksimal, maka aset dan ekuitas akan berkurang sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.
Namun, dari sisi indikator profitabilitas, aksi ini justru berpotensi meningkatkan nilai laba per saham (earnings per share atau EPS). Berikut adalah simulasi proforma laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025:
| Indikator (Triliun Rp) | Sebelum Buyback | Dampak | Setelah Buyback |
| Laba Bersih Periode Berjalan | 11,7 | – | 11,7 |
| Total Aset | 178,7 | (2,0) | 176,7 |
| Total Ekuitas | 102,6 | (2,0) | 100,6 |
| Laba Bersih Per Saham (Rp) | 3.160 | – | 3.198 |
Manajemen menekankan bahwa proforma di atas menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan pada indikator keuangan yang dapat mengganggu kinerja perusahaan secara material.
Poin Penting bagi Investor
- Alokasi Dana: Maksimal Rp2 triliun menggunakan kas internal.
- Stabilitas Harga: Aksi ini bertujuan menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi pasar.
- Peningkatan Nilai: Secara proforma, laba bersih per saham (EPS) naik dari Rp3.160 menjadi Rp3.198.
- Saham Treasuri: Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dan dapat dijual kembali di masa depan jika Perseroan membutuhkan penambahan modal.
Profil Singkat Perusahaan PT United Tractors Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor penambangan. Kegiatan utama Perusahaan terbagi ke dalam lima segmen: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Industri Konstruksi, dan Energi.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!