ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Strong Owner: Perusahaan di Indonesia yang Memiliki Pemilik Yang Kuat

Strong Owner

Investasi saham long term adalah hal yang sulit. Tidak semua orang bisa melakukannya. Dari penelitian, holding period rata-rata investor saat ini adalah 6-9 bulan saja. Sangat jarang ada investor yang mampu hold saham lebih dari 5 tahun. Pada umumnya cuan 10-20% dalam 6-9 bulan saja sudah get out.

Saya sendiri belum punya saham yang saya hold > 5 tahun. Saham yang paling lama saya hold di portofolio hanya ada lima. Itu pun holding period nya masih di bawah 5 tahun. Belum ada yang saya hold > 5 tahun. Dan investasi buy and Hold saham seperti itu memang membosankan. Apalagi 5 saham yang saya hold itu sangat tidak likuid. Koleksinya susah. Jual nya lebih susah lagi.

Karena itulah untuk mengisi waktu luang saya pun mengembangkan teknik investasi selot selot dan YPC YOLO YOLO hit and run. Yang portofolio investasi dibiarkan beku. Sedangkan di akun yang trading selot YPC YOLO YOLO itu tekniknya adalah tebar jala selot selot. Semua saham yang masuk Skydrugz Bot Radar dan lolos uji coba Skydrugz Bot Short Drill di investment grade low risk dan moderate risk di beli selot. Cuan 3-5%, exit. Tiap hari transaksi. Tiap hari buy and sell. Untuk isi waktu luang, membunuh rasa bosan.

Saham investasi long-term itu wajib di perusahaan yang strong owner.

Bagaimana definisi Strong Owner?

1. Perusahaan itu memiliki owner yang berhasil survive dari orde baru hingga reformasi

2. Owner perusahaan berhasil melewati krisis 1998, 2008, dan 2020 tanpa bangkrut

3. Owner perusahaan memiliki kekayaan yang melimpah dan super wide diversification

Menurut saya strong owner di Indonesia antara lain:

1. Pemerintah Republik Indonesia

BUMN selalu aman selama masih jadi milik pemerintah RI

2. Salim Group

Salim Group sekarang memasuki generasi ketiga. Mereka sudah pernah kehilangan banyak perusahaan di 1998 – 2002 mulai dari BBCA hingga INTP. Tapi mereka berhasil comeback stronger. Mereka survive di orde lama, orde baru hingga reformasi.

3. Sinarmas Group

Mirip dengan Salim Group. Pernah kehilangan BNII tapi comeback stronger. Diversifikasi Grup ini sudah dilakukan ke seluruh penjuru dunia.

4. Lippo Group

Sejarahnya belum sepanjang Sinarmas dan Salim tapi mereka juga berhasil melewati 1998 meskipun harus kehilangan BNGA dan Bank Lippo. Mungkin banyak investor yang benci grup ini tapi kemampuan mereka bertahan hidup dan beradaptasi dengan perkembangan zaman adalah salah satu keunggulan grup ini.

5. Barito Group

Salah satu contoh sukses grup yang berhasil mengubah core business dari perusahaan kayu ke perusahaan EBT dan Petrokimia terbesar di Indonesia.

6. Djarum Group

Mengakuisisi BBCA dari Salim Group adalah salah satu milestone terpenting grup ini. Kini BBCA mesin uang utama grup bersama rokok.

7. Surya Family

Gudang Garam akhirnya menjadi produsen rokok terbesar di Indonesia setelah revenue mereka melewati revenue HMSP di 2020. Bukti kalau keluarga Surya lumayan strong dalam melawan dominasi Phillip Morris.

8. Old Astra Connection

Astra regime William Soeryadjaya menghasilkan banyak eksekutif yang sekarang berhasil mendirikan grup sendiri tapi masih sering interkoneksi. Grup Triputra, grup Saratoga, Grup Thohir hingga Grup Persada adalah grup yang didirikan oleh mantan petinggi Astra. Meskipun sudah berbeda grup, mereka masih sering melakukan kolaborasi. Seperti kolaborasi di ADRO, di TBIG, di ESSA, hingga di Gojek, semuanya ada sentuhan old Astra Connection. Banyak perusahaan yang mereka kelola berhasil menjadi mesin uang.

9. Keluarga dr. Boen Kalbe

Perusahaan ini nyaris bangkrut di 1998. Tapi berhasil comeback dan melakukan deleverage hingga akhirnya sekarang mereka menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Belum ada perusahaan farmasi lokal di Indonesia yang bisa melewati Revenue grup Kalbe.

10. Bakrie Grup

Salah satu strong owner di Indonesia. Hingga saat ini belum ada satupun emiten grup Bakrie yang delisting. Krisis 2008 dan perang versus Rothschild membuat grup Bakrie kesulitan selama bertahun-tahun. Ajaibnya, mereka tidak pernah bangkrut. Investor ritel banyak yang menangis karena beli BUMI di 3000 – 8000 tapi Bakrie Grup tetap survive.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print.

Leave a Reply