Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSpindo (ISSP) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp600 Miliar untuk Modal Kerja

Spindo (ISSP) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp600 Miliar untuk Modal Kerja

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2026 dengan total nilai pokok gabungan sebanyak-banyaknya sebesar Rp600 miliar. Seluruh dana hasil penawaran ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk modal kerja guna mendukung pembelian bahan baku baja karbon. Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Juni 2026 dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Juni 2026.

Rincian Aksi Korporasi Obligasi dan Sukuk ISSP

Perseroan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dengan jumlah pokok setinggi-tingginya Rp300 miliar yang terbagi dalam tiga seri. Secara bersamaan, ISSP menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp300 miliar, juga dalam tiga seri.

Kedua instrumen investasi ini memiliki rincian tenor yang serupa untuk setiap serinya. Seri A memiliki tenor 367 hari kalender, Seri B berjangka waktu 3 tahun, dan Seri C memiliki tenor 5 tahun sejak tanggal emisi.

Bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah akan dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan). Pembayaran pertama dijadwalkan pada 12 September 2026, sementara pelunasan penuh (bullet payment) dilakukan saat jatuh tempo masing-masing seri.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Jadwal Lengkap Penerbitan Efek ISSP 2026

Berdasarkan prospektus ringkas, berikut adalah jadwal penting terkait aksi korporasi ISSP:

KegiatanTanggal
Masa Penawaran Awal8 – 22 Mei 2026
Tanggal Efektif4 Juni 2026
Masa Penawaran Umum8 – 9 Juni 2026
Tanggal Penjatahan10 Juni 2026
Tanggal Distribusi Secara Elektronik12 Juni 2026
Tanggal Penyetoran Dana dari Penjamin Emisi12 Juni 2026
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia15 Juni 2026

Dampak bagi Investor dan Penggunaan Dana

Penerbitan utang ini tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham karena bukan merupakan penerbitan saham baru (right issue atau private placement). Namun, aksi ini akan menambah total liabilitas Perseroan yang pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp3,12 triliun.

Dana yang diperoleh dari obligasi akan digunakan 100% untuk pembelian bahan baku hot-rolled carbon steel coils (HRC). Sementara dana dari sukuk ijarah dialokasikan 80% untuk pembelian HRC dan 20% untuk cold-rolled carbon steel coils (CRC).

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur modal kerja guna menjaga keberlangsungan produksi di tengah fluktuasi harga bahan baku baja global. Investor perlu memperhatikan risiko likuiditas instrumen ini karena umumnya dimiliki untuk investasi jangka panjang.

Kondisi Keuangan Terkait

Hingga akhir tahun 2025, ISSP mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp534,2 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp530,1 miliar. Total aset perusahaan tumbuh 6,04% menjadi Rp8,79 triliun, terutama didorong oleh kenaikan nilai aset tetap hasil revaluasi.

Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) ISSP membaik dari 0,64x pada 2024 menjadi 0,55x pada 2025. Tingkat kecukupan pembayaran utang (Debt Service Coverage Ratio) berada di level 1,43x, masih di atas persyaratan minimum kredit sebesar 1x.

Baca juga: Kinerja Keuangan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) Tahun 2025

Sumber Informasi: Laporan Informasi dan Fakta Material ISSP 2026

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa jumlah minimum pemesanan obligasi atau sukuk ISSP? Pemesanan pembelian harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan yaitu Rp5.000.000 dan/atau kelipatannya.

2. Apa peringkat yang diberikan untuk obligasi dan sukuk ini? PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk sukuk ijarah.

3. Siapa yang bertindak sebagai Wali Amanat dalam transaksi ini? PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Wali Amanat untuk kepentingan pemegang obligasi dan sukuk.

Poin Penting bagi Investor

  • Target Dana: Total Rp600 miliar dari gabungan obligasi dan sukuk.
  • Tujuan: 100% untuk modal kerja pembelian bahan baku baja (HRC dan CRC).
  • Peringkat Efek: idA dan idA(sy) dari PEFINDO.
  • Jaminan: Dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan (pari passu).
  • Pembayaran Imbal Hasil: Dilakukan setiap 3 bulan.

Profil Singkat Perusahaan

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo adalah produsen pipa baja terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1971. Perusahaan mengoperasikan 6 unit pabrik yang berlokasi di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Karawang dengan fokus utama pada industri pipa baja karbon dan stainless steel.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang


Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here