ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 24 November 2021: Kartel Oil?

Semalam saya mendengar kabar kalau AS akan merilis 50 juta barel oil atau minyak dari cadangan strategis mereka untuk menekan harga minyak dunia. Hal yang sama juga dilakukan oleh Jepang, India, China, Korea Selatan dan Inggris. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kenaikan harga oil. AS sudah meminta OPEC menaikkan output produksi secara massive sedangkan OPEC sendiri enggan melakukannya karena OPEC sendiri ingin harga minyak dunia terus melambung. Makin melambung harga oil, makin kaya mereka.

50 juta barel oil yang dirilis oleh pemerintah AS kelihatannya besar. Tapi kalau kita melihat data, dalam 1 bulan konsumsi minyak AS itu adalah 567 juta barel. Sehingga 50 juta barel oil uji akan habis dalam jangka waktu 5 hari saja.

Demand oil dunia semakin tinggi. Apalagi dengan ekonomi yang sudah mulai pulih sedangkan supply dikuasai oleh negara OPEC+. Tidak semua negara dunia bisa memproduksi minyak.

Di 2019, itu merupakan puncak produksi minyak dunia. Di tahun tersebut, dunia dapat memproduksi minyak hingga 96 juta barel per hari. Lalu tiba – tiba 2020 Covid-19 menyerang. Demand mendadak anjlok hingga akhirnya waktu itu harga futures oil anjlok ke territorial minus. Baru pertama kali saya lihat ada harga futures komoditas minus. Benar-benar kepanikan yang luar biasa. Dari produksi tertinggi sepanjang sejarah di 2019, menjadi demand paling rendah dalam 20 tahun terakhir di 2020. Saya waktu sempat berpikir kalau harga futures coal juga bakalan minus seperti oil. Tapi nature bisnis coal memang beda dengan oil. Coal itu easy to store, easy to extract. Beda dengan oil yang simpannya butuh tempat khusus dan agak sulit untuk menghentikan produksi secara mendadak.

Dan ternyata semua back to normal di 2021. Harga oil yang sempat minus di 2020, kini sudah tembus 70 dollar lagi. Negara yang berhasil stok minyak di 2020 sudah pasti cuan lebar sekarang.

OPEC+ yang terkena dampak paling besar di 2020 nampaknya pengen recoup semua potensi laba mereka yang hilang di 2020 dengan menahan kenaikan produksi. Sedangkan negara net importir minyak dunia berharap agar OPEC+ segera menaikkan produksi. Jadi ada perang kepentingan di sini. Siapa yang akan menang? Supply and demand law.

Skydrugz Bot Radar

Old Accumulation Project November 2021:

Skydrugz Accumulation Project 3 New November 2021

New Accumulation Project November 2021 part 5:

New Accumulation Project November 2021 part 5

Saham PBV PER PLAN Hari Harga
PTBA 1,46 4.78 STOP BID 2640
KAEF 1,91 116 Bid 2400, 2350 9 2440
CPIN 4,01 27,12 Bid 5875, 5725, 5625 2 5900
ELSA 0,56 41 Bid 286, 282, 276, 272 1 286

Guidelines saya dalam menggunakan Radar cek di sini

  • Alasan saya beli PTBA
  • Alasan saya beli KAEF
  • Alasan saya beli CPIN
  • Alasan saya beli ELSA

Saya menghentikan akumulasi PTBA karena alokasinya untuk portofolio sudah cukup. Sehingga tersisa 2 saham saja yang masih dalam target bid yakni CPIN dan KAEF. Untuk ganti PTBA yang sudah stop akumulasi, saya bid ELSA lagi.

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-138

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk Buka rekening saham di Sucor Sekuritas bisa daftar di sini atau https://eform.sucorsekuritas.com/#/register menggunakan referal TIRA2. 

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply