ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar: CPRO, One Off Gain or Sustainable Growth?

Skydrugz Radar 12 November 2021: CPRO, One Off Gain or Sustainable Growth?

Salah satu saham yang banyak diperbincangkan oleh pelaku market akhir-akhir ini adalah CPRO.

Ada beberapa user yang request pada saya untuk membahas CPRO. Mungkin karena mereka tahu kalau saya adalah salah satu investor yang nyangkut lama di saham ini. Saya beli CPRO di 2019. Dan itu mengakibatkan saya nyangkut lama di saham ini. Ketika itu alasan saya beli sebenarnya hanya karena saya tahu kalau CPRO ini adalah perusahaan afiliasi Charoen Pokphand Group dan manajemen sudah mulai berbenah mengubah sistem kemitraan mereka di bisnis pertambakan. Utang besar mereka di masa lalu terjadi karena mereka memberikan banyak dana talangan kepada petambak mitra. Lalu kemudian banyak petambak mitra yang tidak sanggup bayar utang dana talangan tersebut yang mengakibatkan piutang macet yang sangat besar. Sistem kemitraan tersebut sudah berubah total dan sekarang semua risk tidak lagi ditanggung 100% oleh CPRO tapi risk sharing dengan petambak.

Model Bisnis Lama Yang Bermasalah

Di masa lalu perusahaan memberikan modal kepada para petambak plasma dalam bentuk utang piutang mulai dari penjualan tambak
udang, pakan udang, benur, obat-obatan dan bahan kimia, listrik dan air, serta perlengkapan. Bahkan CPRO juga yang melakukan revitalisasi tambak hingga menanggung semua operasional tambak juga.

Dengan model bisnis seperti itu cost yang ditanggung perusahaan sangat besar. Belum lagi jika terjadi gagal panen akibat virus. Langsung semua petambak tidak ada yang bisa membayar utang ke CPRO. Itu menjadi piutang macet. Dan CPRO tidak ada cashflow untuk bayar utang obligasi, yang berujung pada gagal bayar.

Hingga akhirnya karena dirasakan model bisnis tersebut tidak sustainable buat perusahaan, di 17 Oktober 2016, CPRO dan plasma telah setuju untuk mengakhiri Skema Perjanjian Kerjasama Kemitraan Usaha Perikanan dengan Pola Tambak Inti Rakyat (“TIR”) dan plasma akan menjalankan Skema Operasi Budidaya Mandiri. Akibat perubahan ini CPRO telah mencadangkan seluruh piutang plasma.

Dengan skema bisnis baru ini, CPRO langsung berubah menjadi perusahaan pick and shovel.

Dan efeknya adalah laporan keuangan perusahaan langsung membaik. Di Q3 2021, laba CPRO meningkat drastis. Dari rugi 68 milyar di Q3 2020 menjadi laba 2,1 Triliun di Q3 2021.

Lalu timbul tanya kok bisa?

Laba Lain – Lain

Laba CPRO Q3 2021

Kalau melihat struktur laba Q3 2021, maka kita perlu membedakan laba core business dengan laba lain – lain non-core business. Karena ternyata di Q3, sumber laba terbesar perusahaan justru berasal dari laba lain-lain sebesar 1,7 Triliun.

Jika ingin tahu apakah laba perusahaan akan sustainable di masa depan, maka lebih baik fokus saja pada laba core business.

Laba core business adalah laba yang bersumber dari penjualan produk atau jasa utama perusahaan. Sebagai contoh ini CPRO bisnis utamanya adalah:

  • Penjualan pakan sebesar 4,7 Triliun atau 78% revenue
  • Penjualan produk makanan sebesar 1 Triliun atau 16% revenue
  • Penjualan benur sebesar 215 milyar atau 3% revenue
  • Dan lain – lain.

Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah jika kita exclude extraordinary item atau Laba lain – lain dari CPRO, apakah mungkin CPRO bisa mencetak laba murni dari core business?

Laba Q2 2021 = 2,118 Triliun

Laba lain – lain = 1,773 Triliun

Sehingga laba core operation CPRO Q3 2021 = 2,118-1,773 = 345 milyar.

Jadi menurut saya tanpa laba lain – lain pun sebenarnya CPRO bisa tetap mencetak laba dari core business.

Dengan model bisnis jualan pakan kepada para petambak, maka bisnis CPRO berubah menjadi model bisnis pick and shovel. Jadi siapapun yang jadi petambaknya, beli pakannya dari CPRO. Dengan begitu CPRO tidak perlu lagi mengalami resiko besar terserang virus udang lalu gagal tagih piutang seperti di masa lalu yang berakhir pada utang berjilid-jilid yang nyaris tak berujung.

Perubahan Kepemilikan Saham

Di 9 November 2021, terjadi crossing besar di saham CPRO. Kejadiannya mirip dengan restrukturisasi kepemilikan saham pra-IPO BISI. Jadi beberapa kali ganti kepemilikan saham padahal sebenarnya hanyalah proses untuk menyederhanakan kepemilikan saham. Pengendali tetap keluarga CP Group.

Struktur Lama

Structure CPRO lama

Di kepemilikan sebelumnya ada nama Benjamin Jiaravanon, Snow Lion, Leedon, Surya Hidup Satwa. Di kepemilikan baru, mereka semua gabung di Central Pangan Prima.

Kepemilikan Baru CPRO

Jadi Central Pangan Prima memiliki 44,91% saham, diikuti Azion Bao 22,71% dan akun private banking client 13,02%.

Jadi model restrukturisasi seperti ini sudah sering dilakukan oleh Group Charoen Pokphand. Di BISI dan CPIN pun, mereka pernah melakukan hal yang sama.

Hal Yang Patut Di waspadai

Meskipun balance sheet CPRO sudah menunjukkan perbaikan, hal yang patut diwaspadai oleh perusahaan ini adalah arus kas nya. Di Q1-Q3 2021, arus kas CPRO mengalami bleeding berat karena pembayaran ke pihak suplier yang sangat besar.

Cashflow CPRO

Namun bleeding cashflow yang dilakukan oleh CPRO bertujuan untuk build up persediaan. Jadi mereka beli bahan baku pakan upfront di depan.

Persediaan di CPRO dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Sedangkan nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

Selama persediaan bahan baku pakan bisa dijual di atas harga perolehan maka harusnya CPRO akan baik-baik saja. Lagipula CPRO sudah berhasil mengatasi masalah lama mereka di penyelesaian piutang macet. Tak ada lagi masalah piutang macet berat di LK terbaru CPRO.

Jadi tunggu di Q4 2021 apakah cashflow yang bleeding ini bisa berubah jadi positif.

Skydrugz Bot Radar 12 November 2021

Project Akumulasi November 2021:

Project November 2021

Saham PBV PER PLAN Harga
TOWR 5.64 17,66 Bid 1165, 1155, 1145, 1135, 1125, 1115, 995 1170
KBLI 0,52 23,87 Bid 290, 288, 286 292
PTBA 1,49 4.86 Bid 2640, 2620, 2600 2680
MIKA 6,13 26,87 Bid 2210, 2190, 2170 2220

Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply