ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 28 September 2021: PER

Di Stockbit ada yang bertanya pada saya mengapa saya menggunakan PER 15 sebagai salah satu standard untuk menilai valuasi wajar sebuah saham?

Itu karena setelah saya melihat PER Historis SP500 dari seratus tahun yang lalu hingga sekarang, ternyata PER rata – rata bursa Amerika Serikat di kisaran 15-16. Jadi saya ambil angka konservatif saja PER 15.

PER Schiller

Shiller PE ratio SP500 saat ini ada di kisaran 38,37.

Hitungan Shiller PER mirip dengan hitungan PER normal yang berada dikisaran 31,09.

PER SP500

Terdapat selisih 7. Shiller PER nilainya lebih tinggi dari PER normal.

Selama ini Shiller PER tertinggi SP500 adalah 44,19 sedangkan yang terendah adalah 4,78. Dan PER rata-rata SP500 adalah 16,85. Saat ini Shiller PER SP500 38,37 jadi bisa dikatakan kalau SP500 sudah menuju zona overvalued karena telah jauh meninggalkan PER rata-ratanya selama ini.

PER terendah bursa Amerika terjadi di 1920, zaman great depression. Sedangkan PER tertinggi terjadi di 1999, menjelang meledaknya dot com bubble.

Sayangnya di Indonesia tidak ada yang pernah menghitung Shiller PE IHSG. Mungkin ada tapi saya tidak langganan datanya.

Data Indonesia

Sedangkan untuk Indonesia sendiri kita hanya punya data PER biasa.

PER IDX

PER IHSG saat ini adalah 12,4 masih murah jika dibandingkan dengan PER rata-rata bursa SP500.

Namun jika pakai PER IHSG yang disesuaikan dengan penggerak Index, maka PER IHSG saat ini adalah 20,4. Sudah mahal. Saat ini memang banyak penggerak utama index IHSG yang valuasinya overvalued secara PER. Sedangkan saham – saham yang bukan penggerak index justru banyak yang undervalued.

Untuk menghindari bencana tech bubble 1999-2000 maka saya sendiri menghindari saham – saham yang secara valuasi sudah tidak masuk akal.

UNVR HMSP di tahun 2016-2018 mereka pernah mendapatkan valuasi PER >40. Sekarang valuasi HMSP PER 13,72 di harga 975 sedangkan UNVR PER 23,92 di harga 3820. Nasib UNVR HMSP seperti saham tech di tahun 2000-an, begitu bubble pecah semua yang overvalued langsung back to real value.

Tapi membeli UNVR HMSP di valuasi sekarang menurut saya lebih masuk akal ketimbang beli mereka di valuasi tahun 2016-2018. Kalau dapat di valuasi PER < 10 akan lebih baik lagi. Dividend yield bisa lebih besar.

Menurut saya UNVR dan HMSP bisa diapresiasi market lagi jika keduanya bisa mencetak pertumbuhan laba di masa depan. Untuk UNVR menurut saya bisa karena pada akhirnya mereka akan menaikkan harga jual agar semua inflasi bahan baku tidak diabsorb sendiri. Sharing beban dengan konsumen. Sedangkan untuk HMSP memang agak berat karena begitu mereka menaikkan harga jual, cukai rokok naik lebih tinggi lagi. Jika tiap tahun cukai naik 20% maka harga jual harusnya naik 30-40% juga agar bisa mengimbangi kenaikan cukai. Ceteris Paribus volume penjualan tetap. Masalahnya adalah begitu harga jual naik, biasanya konsumen beralih ke rokok yang lebih murah.

Dari data 2020, BPS mencatat bahwa pengeluaran rokok, khususnya rokok kretek filter, menjadi komoditas penyumbang terbesar kedua pada kemiskinan setelah makanan.

Pengeluaran uang untuk membeli rokok ini lebih besar dibanding uang yang dipakai untuk membeli beras yakni sebesar 5,57 persen sebulan.

Masih menurut catatan BPS, dalam satu bulan, pengeluaran rokok masyarakat Indonesia ini setara dengan gabungan pengeluaran susu, telur ayam, dan sayur-sayuran.

Rakyat Indonesia gemar merokok. Tapi laba perusahaan rokok akan terus menerus turun jika kenaikan harga rokok gagal mengimbangi kenaikan cukai.

Efek Free Float

Bobot UNVR untuk IHSG turun dari 3,1% menjadi 1,4%.

HMSP karena free float nya 7,5% sehingga weightingnya turun dari 2,1% menjadi 0,5%.

Implementasi free floating bulan oktober 2021 tapi rasanya market sudah antisipasi sejak jauh hari.

Proses implementasi akan berlangsung hingga Mei 2021.

Skydrugz Bot Radar

 

  • Cara menggunakan Radar ini bisa cek di sini
  • HRTA radar hari-17. ASB Play. Sudah lebih 2 minggu HRTA masuk radar.
  • GJTL radar hari ke-14
  • BCAP radar hari ke-14
  • INDF Radar Hari ke-10
  • INCO radar hari 9
  • GGRM radar hari 9
  • ACES radar hari 8
  • PNBN Radar Hari 8
  • MCOR Radar Hari 7
  • AUTO Radar Hari 7
  • SMGR radar hari 6 bareng SMCB
  • MNCN radar hari 6
  • BMTR radar hari 4
  • PNLF radar hari 4
  • TSPC exit. Terakhir radar hari 3
  • TOWR radar hari 4
  • POWR Radar hari 1
  • ANTM radar hari 2. Duo nickel kena markdown.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply