Skydrugz Radar 27 Juli 2021: Kawasan Industri
Berdasarkan data 2015, Indonesia memiliki 115 kawasan industri yang tersebar dari Sabang tapi tidak sampai Merauke. Karena di Papua belum ada sama sekali kawasan industri sedangkan di Aceh ada Kawasan Industri Aceh Ladong yang luasnya 66 hektar. Tapi sayangnya di sana infrastruktur dan regulasi belum mendukung hingga akhirnya ada investor di sana yang mulai hengkang. Hal yang patut disayangkan karena kawasan industri sebenarnya bisa menjadi cash machine baru di sebuah daerah yang menyerap banyak lapangan kerja dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri.
Dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah dan luasan kawasan industri. Dari sisi jumlah, terjadi peningkatan sebesar 47,5 persen. Sedangkan, dari sisi luas, mengalami peningkatan 15.662,02 hektare (Ha) atau sebesar 43,26 persen.
Di luar Jawa, jumlah kawasan industri melonjak sebanyak 14 kawasan, dengan penambahan luas lahan 8.664,36 Ha pada tahun 2020. Karena di luar Jawa ketersediaan lahan masih relatif luas, maka terjadi peningkatan persentase luas kawasan industri di luar Jawa lebih tinggi dibanding di Jawa.
Penjualan lahan di luar Jawa juga tumbuh signifikan. Misalnya di Kawasan Industri Morowali yang telah memiliki luas hingga 2.000 Ha sejak beroperasi pada tahun 2015. Saat ini okupansinya sudah hampir penuh diisi oleh industri nikel dan turunannya. Hal yang sama juga terjadi di kawasan industri Kendal yang beroperasi semenjak 2016. Tahap pertama seluas 1000 Ha saat ini telah memiliki okupansi mencapai 40%.
Sekarang yang jadi pertanyaan, emiten mana yang akan mendapatkan berkah dari booming kawasan industri. Saya yakin banyak investor saham yang belum menyadari bahwa kawasan industri akan menjadi hal yang vital di masa depan. Negara seperti China bisa maju karena mereka memiliki banyak kawasan industri dengan ketersediaan infrastruktur yang mumpuni. Dengan adanya kawasan industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir maka cost production dapat ditekan sehingga bisa meningkatkan daya saing.
Ada beberapa emiten kawasan di bursa yakni:
- DMAS
- KIJA
- SSIA
- BEST
- MDLN (Pemilik Modern Cikande Industrial Estate)
- AKRA (Pemilik JIIPE)
- LPCK (Pemilik Kawasan Industri Lippo Cikarang)
Lalu perusahaan mana yang memiliki lahan paling luas berdasarkan data 2015?
Berdasarkan data yang saya himpun, pemilik lahan kawasan indstri terbesar di Indonesia adalah Modern Cikande Industrial Estate yang merupakan anak usaha dari MDLN. Luas lahannya mencapai 3175 hektar.
Di posisi kedua adalah AKRA yang memiliki JIIPE. Luas lahan JIIPE mencapai 2961 hektar.
Di posisi ketiga adalah KIJA yang memiliki luas lahan 2267 hektar.
Di posisi keempat adalah Kawasan Industri Sei Mangkei milik PT KINRA yang merupakan anak usaha PTPN III yang memiliki lahan seluas 1933 hektar
Di posisi kelima adalah Kawasan Industri Dumai milik PT KID yang memiliki lahan seluas 1731 hektar.
Di posisi keenam adalah Kawasan Industri Lippo Cikarang milik LPCK yang memiliki lahan seluas 1645 hektar.
List Top 15 Kawasan Industri berdasarkan data 2015:
| No | Nama Kawasan | Lokasi | Luas (Hektar) |
| 1 | Modern Cikande Industrial Estate
Pengelola: PT Modern Industrial Estate |
Kab Serang, Banten | 3175 |
| 2 | Java Integrated Industrial and Port Estate
Pengelola: PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera |
Kab Gresik, Jawa Timur | 2961 |
| 3 | Kawasan Industri Jababeka
Pengelola: PT Jababeka Infrastruktur |
Kab Bekasi, Jawa Barat | 2267 |
| 4 | Kawasan Industri Sei Mangkei
Pengelola: PT KINRA |
Kab Simalungun, Sumatera Utara | 1933 |
| 5 | Kawasan Industri Dumai
Pengelola: PT Kawasan Industri Dumai |
Kota Dumai, Riau | 1731 |
| 6 | Kawasan Industri Lippo Cikarang
Pengelola: PT Lippo Cikarang Tbk |
Kab Bekasi, Jawa Barat | 1645 |
| 7 | Kawasan Industri VDNI
Pengelola: PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park |
Kab Konawe, Sulawesi Tengah | 1537 |
| 8 | Kota Bukit Indah Industrial City
Pengelola: PT Besland Pertiwi |
Kab Purwakarta, Jawa Barat | 1426 |
| 9 | Karawang International Industrial City
Pengelola: PT Maligi Permata Industrial Estate |
Kab Karawang, Jawa Barat | 1347 |
| 10 | Maspion Industrial Estate
Pengelola: PT Maspion Industrial Estate |
Kab Gresik, Jawa Timur | 1143 |
| 11 | Kawasan Industri Kendal
Pengelola: PT Kawasan Industri Kendal |
Kab Kendal, Jawa Tengah | 994 |
| 12 | Kawasan Industri Medan
Pengelola: PT Kawasan Industri Medan (Persero) |
Kab Deli Serdang, Sumatera Utara | 960 |
| 13 | MM2100 Industrial Town MMID
Pengelola: PT Megalopolis Manunggal Ind Dev |
Kab Bekasi, Jawa Barat | 805 |
| 14 | Kawasan Industri Pertiwi Lestari
Pengelola: PT Pertiwi Lestari |
Kab Karawang, Jawa Barat | 791 |
| 15 | Kawasan Industri Terpadu Wilmar
Pengelola: PT Kawasan Industri Terpadu Wilmar |
Kab Serang, Banten | 735 |
Dari list di atas saya bisa mengatakan KIJA adalah yang paling terdiversifikasi karena KIJA memiliki banyak kawasan industri. Yakni di Kawasan Industri Jababeka dan di Kawasan Industri Kendal. Data kawasan industri SSIA yakni Subang Smartpolitan yang rencananya akan seluas 2717 hektar belum masuk ke dalam list di atas. Lahan DMAS yang mencapai 3200 hektar juga belum masuk ke dalam list di atas. Jika itu dimasukkan ke dalam list maka DMAS akan memiliki lahan yang lebih luas dari Modern Cikande.
Perbandingan Chart Saham Kawasan Industri
Mayoritas saham kawasan industri lagi dijauhi. Hanya SSIA yang rally. DMAS BEST KIJA sedang masa sideways.
Tapi saya tetap yakin kalau tahun 2021-2022 akan menjadi tahun yang gemilang untuk perusahaan kawasan industri. Apalagi dengan adanya UU Ciptaker
Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.
Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di +62831-1918-1386
Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini.
Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.
Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.
Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini
Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.
Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:
2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin
4. Cara Beli Saham TSLA di Binance
7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras
8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri
10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading
11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Untuk Insights Saham bisa ke sini.
Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.
Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.
Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini
Disclaimer :
- Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
- I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
- All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
- I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
- Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
- No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
- From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print.