ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 17 Juni 2021: Restrukturisasi LAR

Skydrugz Radar 17 Juni 2021: Restrukturisasi LAR

Skydrugz Hit Prediction

Skydrugz Hit Prediction 16 Juni 2021

1. $BINA
6 hari
Digital play

2. $TRUS
12 Hari
Skydrugz Turnaround Play

Market Review

Pengumuman The Fed sudah dirilis. The Fed masih optimis dengan kondisi ekonomi yang ada. Sehingga Interest Rate sekarang dipertahankan dan proses pembelian bond akan tetap berlanjut. Jadi no changen. The Fed beranggapan bahwa inflasi yang terjadi sekarang sifatnya hanya sementara. Harga lumber dan oil yang naik akan kembali normal dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Namun The Fed tidak menutup kemungkinan interest rates yang rencananya akan dinaikkan di 2024 bisa saja dipercepat jadi 2023 jika inflasi terus berlanjut.

Taper belum terjadi sehingga spekulasi masih bisa terus berlanjut. Tunggu Rapat The Fed berikutnya 29 Juli 2021.

Pengumuman BPS juga menunjukkan cadangan devisa Indonesia positif lagi. Nilainya mencapai 2,36 milyar dollar. Itu artinya cadangan devisa kita sudah positif selama 13 bulan berturut-turut. Kelihatannya cadangan devisa kita banyak tapi coba lihat cadangan kas JP Morgan di 2021 yang mencapai 500 Milyar dollar atau Cadangan kas Berkshire yang sekitar 140 milyar dollar. JP Morgan dan Berkshire bisa membuat negara sendiri dengan cadangan kas sebesar itu.

Nilai ekspor kita naik 50% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Neraca dagang kita surplus di beberapa negara:

  • Surplus 1,08 milyar dollar vs AS
  • Surplus 539 juta dollar vs Filipina
  • Surplus 444 juta dollar vs India

Namun neraca dagang kita defisit di China, Australia dan Korea Selatan.

Kenaikan ekspor Mei 2021 sangat impresif secara tahunan, sebab pada Mei 2020 nilai ekspor hanya US$ 10,45 miliar. Bahkan dibandingkan Mei 2019 yang waktu itu belum ada pandemi Covid-19, nilai ekspor Mei 2021 performanya bagus sekali.

Per April 2021 pertumbuhan kredit perbankan hanya terjadi di Himbara dan BPD. Himbara kredit tumbuh 2% sedangkan BPD tumbuh 6%. Kredit di bank swasta masih kontraksi. Banker di pemerintahan lebih percaya diri ekonomi akan pulih ketimbang bankir swasta. Kredit konsumsi sudah tumbuh 0,3% sedangkan kredit investasi dan kredit modal kerja masih terkontraksi. Nampaknya masyarakat lebih memilih ambil kredit untuk foya – foya ketimbang ambil kredit untuk modal usaha. YOLO.

Bank Mandiri $BMRI dan Bank BRI $BBRI memasuki mode bertahan. Mengapa? Karena loan at risk alias LAR mereka lumayan tinggi.

BMRI jika exclude restrukturisasi maka pencadangan LAR mereka mencapai 71%, namun jika LAR dimasukkan, maka pencadangan tersebut turun jadi sisa 35%.

Direktur Utama BMRI menyebut, LAR bank mandiri secara keseluruhan mencapai 21% terhadap portofolio kredit. Dari komposisi LAR tersebut, portofolio yang termasuk berisiko tinggi untuk memburuk jadi kredit macet (non performing loan/NPL) sebesar 11,1% dari total kredit yang direstrukturisasi. Untuk itu, perseroan terus meningkatkan pencadangan untuk LAR akibat Covid-19.

LAR perbankan yang sekarang banyak yang ilusi karena ada pelonggaran dari POJK 48 tentang restrukturisasi kredit yang berlaku hingga Maret 2022.

Menurut Dirut Bank Mandiri, ada beberapa nama debitur yang memengaruhi LAR dan NPL nantinya ketika relaksasi OJK dicabut.  Dengan POJK prudential banking, NPL di atas 5% itu sudah tidak sehat, di internal policy untuk bank dengan NPL di atas 4% biasanya akan di freeze  fasilitas money market. Kita bisa lihat beberapa perusahaan sudah di freeze fasilitas perbankan nya seperti $SRIL dan $PBRX.

Bank BUKU 4 BUMN ini sekarang kelebihan likuiditas. Karena nasabah terus menerus menyimpan duit di Bank BUKU 4 tapi Himbara tidak tahu mau salurkan kredit ke nasabah berkualitas yang mana. Sedangkan Bank harus terus membayar bunga simpanan nasabah. Mau salurkan kredit, nasabah debitur yang trustworthy hanya sedikit. Jadi memang simalakama. Makanya tidak heran hampir tiap hari ada telepon tawaran kartu kredit.

Saat ini masyarakat masih memilih bank-bank besar untuk menyimpan dananya. Hal ini menyebabkan likuiditas di bank besar, terutama di Himbara sangat melimpah. Namun, bank menjadi terbebani karena harus membayar bunga simpanan. Padahal,
di sisi lain Himbara paling banyak melakukan restrukturisasi kredit, salah
satu skemanya adalah bunga kredit tidak ditagih atau diturunkan. Dirut Mandiri juga menegaskan, peningkatan NPL pascapandemi sudah pasti. Oleh karena itu, pihaknya mencicil pencadangan agar meminimalisasi kenaikan NPL jika POJK restrukturisasi dicabut pada Maret 2022. Potensi NPL di atas 5% itu di depan mata. Mungkin tidak tahun ini, tapi di tahun 2022.

Kinerja keuangan BBRI tersedot untuk pencadangan. BRI waktu kondisi normal labanya Rp 34 triliun, di 2020 jadi Rp 18,6 triliun, yang naik pencadangannya. Kalau cadangan normal, laba BRI bisa di atas Rp 34 triliun, bisa Rp 38-40 triliun. Tapi manajemen tidak berani ambil laba seperti itu karena resiko peningkatan NPL di masa depan jika relaksasi OJK dicabut.

Hingga April 2021, BRI telah mengalokasikan pencadangan sebesar Rp 73,11 triliun, sedangkan NPL BRI senilai Rp 29 triliun, dengan coverage ratio 251,39%. Pencadangan Rp 73,11 triliun dikurang NPL Rp 29 triliun, maka sisa pencadangan sebesar Rp 44 triliun untuk meng-cover LAR. Jumlah loan at risk (LAR) BRI Rp 227 triliun yang dikategorikan berisiko. Maka BRI punya cadangan Rp
44 triliun digunakan kalau terjadi pemburukan dari Rp 227 triliun, atau ekuivalen 19%. Maka, jangan sampai melewati 19% LAR yang jadi NPL.

Jadi menurut saya kinerja keuangan perbankan saat ini akan sangat dipengaruhi oleh keputusan OJK di 2022. Menurut saya banyak bank yang pencadangannya belum mencukupi untuk menutupi semua real LAR. Kalau OJK stop relaksasi di 2022, bakalan banyak bank yang akan mengalami lonjakan NPL di atas 5% karena melihat balance sheet semua bank saat ini. Restrukturisasi kredit perbankan di masa Covid-19 berkisar antara 10-30% dari total portofolio pinjaman yang disalurkan. Jika separuh saja dari pinjaman restrukturisasi ini turun kasta jadi NPL, maka bakalan banyak yang merugi. Hanya BPD seperti $BJBR dan $BJTM yang nilai restrukturisasi kreditnya paling rendah. Sehingga menurut saya hanya 2 bank ini di IHSG yang siap menghadapi pencabutan relaksasi OJK di 2022.

Kalau menurut saya sebaiknya OJK tetap mempertahankan relaksasi sampai 2023. Di 2023, perbankan akan sudah memiliki cukup cadangan untuk meng-cover semua pinjaman yang bermasalah.

Skydrugz Bot Radar
  • EMTK masuk radar. That’s new. Apa saya coba saja entry di EMTK ya? Mengejar new economy. PER sekarang 324 harga saham 2170.
  • Tapi PTPP JSMR juga sudah mulai kelihatan menarik.
  • ICBP PER 14. BRIS PER 24
  • Lumayan banyak bank yang masuk radar. BDMN BNGA BBTN BRIS
  • Saham konstruksi juga NRCA TOTL PTPP sudah masuk radar. Menunggu WIKA ADHI masuk radar lagi biar lebih kompak.
  • Tapi fokus saya sekarang masih di PWON HMSP LSIP PGAS.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print.

Leave a Reply