Skydrugz Corner: Tentang AGRO Bank Raya
Saya baru saja membaca LK Q1 2023 AGRO. Bisa cek LK nya di sini https://cutt.ly/c74ptLE
Kalau hanya lihat laporan laba rugi, kelihatannya kondisi perusahaan makin memburuk. Padahal AGRO ini adalah anak BBRI tapi kondisi LK-nya tidak mencerminkan kalau mereka adalah bagian dari gen BRI. Untuk belajar cara analisis laporan keuangan bank bisa baca buku dasar – dasar perbankan
Perburukan Pertama: Laba Anjlok.

- Pendapatan bunga anjlok -18.04% jadi 237 milyar dari sebelumnya 289 milyar
- Beban bunga naik jadi 113 milyar dari sebelumnya 102 milyar atau naik 10.64%
- Dari 2 indikator ini saja sudah bisa menunjukkan kalau AGRO bukanlah bank yang efisien. Menurut buku dasar – dasar perbankan, bank yang hebat adalah bank yang bisa meningkatkan pendapatan bunga tapi sekaligus bisa menekan beban bunga.
- Di Q1 2022, beban bunga AGRO hanya setara dengan 35% pendapatan bunga sedangkan di Q1 2023, beban bunga AGRO sudah setara dengan 47% pendapatan bunga. Sangat tidak efisien.
- Bank yang efisien adalah bank yang beban bunganya tidak sampai 25% dari total pendapatan bunganya. Saya ambil contoh BBCA pendapatan bunga di 2022 sekitar 72,2 Triliun sedangkan beban bunga nya hanya 8,2 Triliun. Itu artinya proporsi beban bunga BBCA hanya 11,42% dari total pendapatan bunga.
- Laba AGRO sisa 4,3 milyar dari sebelumnya 47 miliar. Laba anjlok 90.84%.
Perburukan Kedua, Jumlah Kredit yang Disalurkan Menurun
- Di 2022, jumlah kredit yang disalurkan mencapai 7,7 Triliun sedangkan di 2023 jumlah kredit yang disalurkan sisa 6,8 Triliun atau anjlok 11,59%
- Sumber utama penghasilan bank dari kredit yang disalurkan. Jika kredit yang disalurkan makin berkurang maka itu artinya bank kesulitan cari nasabah yang butuh kredit.
Perburukan Ketiga, Dana Simpanan Pihak Ketiga Menurun
- Dana Simpanan nasabah di AGRO turun dari 9,8 Triliun menjadi sisa 8,7 Triliun
- Selain itu dana mahal (deposito) AGRO lebih tinggi dari dana murahnya (tabungan dan giro).
- Bank mendapatkan likuiditas dari dana nasabahnya. Jika nasabah melakukan dana maka efeknya adalah bank bisa kekeringan likuiditas. Kita bisa lihat contoh ekstrim nya pada skandal SVB Bank dimana nasabah melakukan penarikan dana secara mendadak sehingga bank kolaps. Bisa baca kisahnya di sini https://cutt.ly/b74QUKN
- Jadi tugas manajemen adalah bagaimana cara meningkatkan rasio CASA. Rasio CASA AGRO sangat rendah hanya sekitar 24% padahal idealnya adalah >50%. Jika rasio CASA tinggi maka bank bisa menekan beban bunga perusahaan
Perburukan Keempat, Gaji Karyawan Naik Ketika Revenue dan Laba Perusahaan Anjlok
- Ketika penyaluran kredit AGRO anjlok dan dana nasabah anjlok, gaji karyawan malah naik dari 70 miliar jadi 80 miliar.
- Padahal jumlah karyawan berkurang tapi gaji malah makin naik.
Valuasi
Dengan kinerja keuangan yang biasa saja dan cenderung menurun, bagaimana valuasi AGRO?
- PBV AGRO 2,94. Lebih mahal dari BTPS yang hanya PBV 2,07
- PER AGRO 571. Lebih mahal juga dari BTPS yang PER 9,78
- Bahkan ketika kita bandingkan antara market capital AGRO dengan jumlah kredit yang disalurkan, tetap saja mahal karena nilainya > 1
- Bandingkan market cap dengan dana simpanan nasabah juga mahal karena nilainya > 1.
Kesimpulan
AGRO overvalued dan kinerja keuangan biasa saja, tidak ada istimewanya sama sekali.
Tapi apakah saham AGRO bisa terbang? Itu hanya bandar yang bisa menjawabnya. Bisa lihat ARTO yang biasa saja juga kinerjanya tapi digoreng juga sampai ratusan persen. Itu hak prerogative Bandar yang punya duit. Tapi saya sendiri kalau hanya lihat fundamental dan valuasi AGRO, ini jauh dari kata menarik.
Masih banyak saham dengan fundamental bagus yang valuasinya lebih murah seperti BDMN, BTPN, BNGA, NISP, BBTN, BJBR dan BJTM.
Atau bank dengan kinerja sangat bagus tapi valuasinya agak mahal seperti BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, BRIS, dan BTPS.
Disclaimer:
https://cutt.ly/p8bNpqb
I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing.
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi





