ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: Riwayat Revenue BISI

BISI adalah salah satu emiten yang menghuni portofolio saya. Saya menjadikan emiten ini sebagai core portfolio karena pertama saya suka emiten yang produknya berkaitan dengan makanan. Siapa manusia di dunia ini yang tidak suka makan. Dan berikutnya adalah menurut saya perusahaan ini masih undervalued. Di harga 995 rupiah, market capital perusahaan ini hanya 2,985 triliun. Sedangkan free cash flow perusahaan di 2020 sudah tembus 668 milyar. Berhubung perusahaan ini memiliki utang berbunga yang sangat kecil maka dapat dipastikan semua free cash flow perusahaan yang ada di perusahaan ini akan dapat dibagikan menjadi dividen atau dapat dipakai untuk akuisisi perusahaan lain seperti yang pernah mereka lakukan di 2018 ketika mereka melakukan akuisisi terhadap anak usaha Monsanto di Indonesia yakni  PT Branita Sandhini.

BISI memiliki sejarah pertumbuhan cadangan kas dan free cashflow yang sangat kuat. Sejak IPO di 11 Mei 2007, dengan harga penawaran Rp200,- per saham. BISI berhasil tumbuh menjadi perusahaan yang lumayan besar.

Indikator besar tidaknya sebuah perusahaan dapat dinilai dari beberapa aspek. Mulai dari aset, pendapatan, laba, hingga ekuitas. Meskipun sebuah perusahaan memiliki market capital lebih dari 100 Triliun tapi kalau ternyata revenue perusahaan hanya 1 Milyar maka menurut saya itu adalah perusahaan yang kecil. Sebuah perusahaan mencetak laba lebih dari 100 Triliun sedangkan market capital hanya 100 milyar, maka itulah perusahaan idaman saya. Sayangnya sulit menemukan perusahaan seperti itu di bursa.

Ekuitas BISI

Proxy paling gampang untuk menilai besar tidaknya sebuah perusahaan adalah dari ekuitasnya. BISI di 2009 ekuitasnya hanya 1065 milyar rupiah lalu 11 tahun kemudian di 2020, ekuitas BISI menjadi 2458 milyar atau 2,4 Triliun rupiah. Dan pertambahan ekuitas ini murni berasal dari laba saja saja tanpa adanya right issue ataupun private placement yang lagi jadi trend di IHSG akhir-akhir ini. Dan sebenarnya ekuitas ini bisa saja bertambah terus jika BISI tidak bagi dividen. Berhubung BISI tiap tahun bagi dividen sejak pertama kali IPO maka ekuitas BISI pun tidak tembus 3 Triliun.

Tahun Ekuitas (Milyar)
2020 2458
2019 2317
2018 2310
2017 2200
2016 2064
2015 1815
2014 1605
2013 1476
2012 1379
2011 1279
2010 1215
2009 1065

Dengan data seperti di atas maka dapat dikatakan bahwa CAGR ekuitas BISI adalah 7,9%. Atau setidaknya di atas bunga deposito. Ekuitas naik lebih dari 2x lipat dalam 11 tahun menurut saya bukanlah sebuah prestasi yang buruk. Nilai ini kelihatan kecil karena zaman sekarang orang ini dapat cuan 100% hanya dalam 1 minggu saja.

Pendapatan dan Laba BISI

Proxy lain yang dapat digunakan untuk menentukan besar tidaknya sebuah perusahaan adalah dengan melihat pendapatan dan labanya dalam setahun.

Tahun Pendapatan (Triliun) Laba (Milyar)
2020 1,813 276
2019 2,272 307
2018 2,266 404
2017 2,31 403
2016 1,852 336
2015 1,438 264
2014 1,156 165
2013 1,056 127
2012 0,866 129
2011 0,999 148
2010 0,895 143
2009 0,782 76

Di 2009 revenue BISI hanya 782 milyar atau 0,782 Triliun dengan laba hanya 76 milyar. Di 2020 revenue dan laba BISI telah tumbuh lebih dari dua kali lipat.

CAGR Revenue = 7,94%

CAGR Laba = 12,44%

Itu artinya pertumbuhan laba dan revenue perusahaan melebihi pertumbuhan ekuitas perusahaan. Mengapa bisa ada discrepancy seperti itu? Itu karena perusahaan rajin bagi dividen dan senantiasa melakukan efisiensi tiap tahun. Karena terus bagi dividen tiap tahun maka ada saldo laba di pos ekuitas yang tergerus. Padahal jika BISI tidak bagi dividen, maka mungkin CAGR ekuitasnya = CAGR laba.

Cadangan Kas dan Liabilitas
Tahun Liabilitas (Milyar) Cadangan Kas (Milyar) Ekuitas (Milyar)
2020 457 602 2458
2019 624 195 2317
2018 455 94 2310
2017 422 536 2200
2016 353 380 2064
2015 326 315 1815
2014 266 174 1605
2013 237 131 1476
2012 209 126 1379
2011 239 249 1279
2010 148 70 1215
2009 347 8 1065

Di 2009, BISI hidup menderita. Mengapa bisa begitu? Itu karena cadangan kas BISI hanya 8 milyar sedangkan liabilitas yang harus dibayar mencapai 347 milyar. Namun berkat manajemen yang hebat di 2020 cadangan kas BISI tembus 602 milyar dan liabilitas hanya 457 milyar. Dalam 11 tahun cadangan kas BISI naik 7425%, sedangkan utang perusahaan hanya naik 31%. Benar-benar gap yang sangat besar. Dengan cadangan kas yang ada maka sangat mudah bagi BISI untuk melunasi semua utangnya. Resiko bangkrut almost zero.

Di 2009 rasio kas terhadap ekuitas BISI hanya 0,7%. Di 2020 rasio tersebut melonjak jadi 24%. Itu artinya 24% ekuitas BISI adalah kas murni.

CAGR liabilitas BISI = 2,53%

CAGR penumpukan Kas BISI = 48,11%

Kesimpulan sederhananya adalah cash machine. Liabilitas perusahaan hanya bertambah 2,53% secara compounding dari tahun ke tahun sedangkan kas perusahaan bertambah 48% tiap tahun. Saya tidak menemukan adanya resiko bangkrut kalau melihat rasio keuangan seperti ini.

Free Cash Flow BISI

Mengapa BISI bisa menjadi mesin kas seperti itu? Itu semua karena free cash flow.

Tahun FCF (Milyar) Capex (Milyar) Ekuitas (Milyar) FCF/E Yield (%)
2020 668 47 2458 27,18
2019 352 18 2317 15,19
2018 -192 22 2310 -8,31
2017 370 221 2200 16,82
2016 164 41 2064 7,946
2015 202 40 1815 11,13
2014 78 48 1605 4,86
2013 84 16 1476 5,691
2012 -94 17 1379 -6,82
2011 216 18 1279 16,89
2010 206 17 1215 16,95
2009 165 22 1065 15,49

Dari 2009 hingga 2020, hanya 2 kali saja free cash flow BISI minus yakni di 2018 dan 2012. Di 2009 free cash flow BISI hanya 165 milyar sedangkan di 2020 menjadi 668 milyar naik nyaris 5x lipat  atau CAGR Free Cash Flow 13,56%

Dengan semua rasio keuangan seperti itu maka saya merasa lebih tenang untuk keep hold BISI. Bagaimana dengan valuasi BISI? Dari PFCFR based on LK 2020, maka valuasi BISI adalah 4,4. Sedangkan PER nya based on LK 2020 adalah 10,8. Masih dalam spektrum a little bit undervalued to fair priced.

Tantangan BISI

Semua hal baik BISI sudah dibahas. Sekarang bahas hal-hal buruknya.  BISI adalah emiten yang menjual benih dan produk agrokimia. Masalah terbesar BISI adalah di cuaca Indonesia dan sistem distribusi logistik.

Untuk masalah cuaca, ini mustahil untuk dikendalikan kecuali direksi BISI menjadi Tuhan yang bisa mengatur kapan harus hujan dan panas. Karena mustahil dikendalikan jadi skip saja dari pembahasan.

Untuk masalah distribusi BISI sudah melakukan upaya perbaikan distribusi penjualan, salah satunya dengan melakukan canvassing sales yakni penjualan langsung secara eceran dan cash ke retail terbawah (kios/toko kecil), dengan menggunakan armada canvasser. Jadi kalau nanti ada sales bibit BISI lewat di depan rumahmu, jangan kaget.

Penjualan dengan canvassing sales ini bertujuan untuk mempercepat penyebaran produk supaya semakin dekat dengan end user. Cara ini juga sekaligus mengumpulkan informasi dari retail terbawah dan bisa digunakan untuk promosi sekaligus branding produk Bisi International ke kios retail. Jadi branding butuh effort. No effort, nobody will remember you.

Di pertengahan tahun 2021 BISI rencananya akan menambah 105 armada canvasser baru. Sehingga total armada canvasser menjadi 150 unit yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, NTB, Banten dan Lampung. Adapun total target penjualan tahun 2021 dari 150 mobil tersebut diestimasikan di angka Rp 105 miliar dengan proporsi penjualan benih 40% dan pestisida 60%. Not bad. Target 105 miliar rupiah.

Untuk menunjang rencana tersebut, BISI menyiapkan belanja modal sebesar Rp 60,4 miliar. Sekitar Rp 21,2 miliar untuk membeli mobil canvasser serta kelengkapannya. Sedangkan sisa belanja modal akan digunakan untuk penambahan kapasitas mesin pengepakan, penambahan alat-alat laboratorium terutama di Lab Biotechnology, pemeliharaan peralatan dan lain sebagainya. Jadi sales jalan dan RnD jalan. Dua ujung tombak perkembangan perusahaan.

Tabel Rasio Lengkap Versi Skydrugz
Tahun Pendapatan (Triliun) Laba (Milyar) Liabilitas (Milyar) Cadangan Kas (Milyar) FCF (Milyar) Selisih Cadangan Kas dan Liabilitas (Milyar) Selisih FCF dan Liabilitas (M) Capex (Milyar) Ekuitas (Milyar) FCF/E Yield (%) FCF/Liabiltas Yield (%)
2020 1,813 276 457 602 668 145 211 47 2458 27,18 146,2
2019 2,272 307 624 195 352 -429 -272 18 2317 15,19 56,41
2018 2,266 404 455 94 -192 -361 -647 22 2310 -8,31 -42,2
2017 2,31 403 422 536 370 114 -52 221 2200 16,82 87,68
2016 1,852 336 353 380 164 27 -189 41 2064 7,946 46,46
2015 1,438 264 326 315 202 -11 -124 40 1815 11,13 61,96
2014 1,156 165 266 174 78 -92 -188 48 1605 4,86 29,32
2013 1,056 127 237 131 84 -106 -153 16 1476 5,691 35,44
2012 0,866 129 209 126 -94 -83 -303 17 1379 -6,82 -44,98
2011 0,999 148 239 249 216 10 -23 18 1279 16,89 90,38
2010 0,895 143 148 70 206 -78 58 17 1215 16,95 139,2
2009 0,782 76 347 8 165 -339 -182 22 1065 15,49 47,55

 

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply