Sunday, January 25, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsight PintarSaham.idSkydrugz Corner: Market Capital, Metrik Keuangan Yang Penting

Skydrugz Corner: Market Capital, Metrik Keuangan Yang Penting

Skydrugz Corner: Market Capital, Metrik Keuangan Yang Penting

Tiap kali membeli saham, saya biasanya melihat market cap atau market capital atau kapitalisasi pasar saham tersebut. Kalau orang lain biasanya hanya melihat harga saham tapi saya justru lebih suka melihat market capital dulu. Karena meskipun punya harga saham sama, market capital dua perusahaan yang berbeda belum tentu sama. Sebagai contoh saham CPRO dan PAMG saat ini harga saham keduanya sama-sama 100 rupiah. Tapi market capital CPRO sudah mencapai 5,9 Triliun sedangkan Market capital PAMG hanya 312 miliar rupiah.

Kalau ditanya saham mana yang lebih mudah untuk naik harga sahamnya, menurut saya PAMG lebih mudah naik ketimbang CPRO karena market capital PAMG lebih kecil. Untuk menaikkan harga saham PAMG ke 300, hanya butuh kenaikan market capital 624 miliar. Sedangkan untuk menaikkan harga saham CPRO ke 300 rupiah, butuh kenaikan market capital mencapai 11 Triliun. Tapi ingat, CPRO dan PAMG hanya contoh teoritis saja karena biasanya kondisi real di market tidak sesederhana itu.

Pengertian

Market Capital adalah suatu metrik atau rasio keuangan yang menunjuk ke harga keseluruhan dari sebuah saham perusahaan yaitu sebuah harga yang harus dibayar seseorang untuk membeli seluruh perusahaan.

Rumus

Rumus menghitung market capital = jumlah saham beredar x harga saham

Contoh saham CPRO

Jumlah saham beredar = 59,57 miliar lembar

Harga saham sekarang = 100 rupiah

Market capital CPRO = 59,57 Milyar x 100 rupiah = 5,957 Triliun rupiah.

Kategori Market Capital

Tiap investor dan institusi memiliki kategorisasi yang berbeda – beda untuk market capital. Ada yang bilang big cap itu sama dengan bluechip, ada yang bilang small cap itu di bawah 1 Triliun rupiah market capital nya dan lain – lain. Tidak ada definisi baku mengenai hal ini.

Saya pun memiliki kategorisasi sendiri mengenai market capital, yakni:

  • Micro Cap = saham yang kapitalisasi nya kurang dari 500 miliar rupiah
  • Small cap = saham yang kapitalisasinya antara 500 miliar – 5 Triliun rupiah
  • Mid cap = saham yang kapitalisasinya antara 5 Triliun – 15 Triliun rupiah
  • Big cap = saham yang kapitalisasinya lebih dari 15 Triliun rupiah

Saya sengaja menggunakan cut off 15 Triliun untuk membedakan big cap dan mid cap karena saya pakai standar market capital unicorn. Sebuah startup dikatakan unicorn jika punya market cap 1 milyar dolar atau sekitar 14,4 Triliun rupiah. Bulatkan ke atas jadi 15 Triliun rupiah.

Mengapa Harus Dibuat Kategorisasi Seperti Itu?

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, untuk menilai mahal dan tidaknya sebuah saham, saya selalu menggunakan patokan market capital untuk mencari tahu mahal tidaknya sebuah perusahaan. Jadi market capital itu ibaratnya adalah label harga sejati. Namun market capital tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus membandingkannya dengan Metrik Keuangan lainnya untuk bisa mendapatkan kejelasan mengenai nilai intrinsik sebuah perusahaan.

Perusahaan yang berada pada kategori micro cap dan small cap pada umumnya memiliki volatilitas harga saham yang lebih liar jika dibandingkan dengan saham yang berada di kategori mid cap dan big cap. Dan seperti hukum fisika, makin besar kapitalisasi pasar, makin berat untuk digerakkan.

Sebagai contoh saham BBCA di harga 7450 memiliki market capital 918 Triliun rupiah. Sangat jarang kita bisa melihat BBCA naik harga sahamnya 25% dalam sehari karena untuk menaikkan saham BBCA sebesar 25% maka butuh dana sekitar 5-100 Triliun rupiah. Berhubung tidak banyak investor di Indonesia yang punya dana sebesar itu maka memang sulit untuk menggerakkan harga saham BBCA lebih dari range 10-15% dalam sehari.

Jadi pengkategorian market capital bertujuan untuk membantu kita dalam menyusun strategi investasi ataupun Trading.

Menyusun Strategi Investasi

Jika ingin mencari saham calon multibagger maka tempat terbaik untuk mencarinya adalah di saham – saham micro cap dan small cap. Cari saham yang memiliki aset atau pendapatan yang lebih besar dari market capitalnya.

Karena semua multibagger berawal dari micro cap dan small cap. Sebagai contoh BCA. Waktu awal IPO dulu, market capital BBCA juga kecil.

Waktu awal IPO BBCA melepas 2.943.986.000 lembar saham di harga 1400 rupiah. Dengan demikian market capital BBCA ketika IPO hanya 4,121,580,400,000 atau 4,1 Triliun rupiah.

Jadi ketika IPO di tahun 2000, BBCA masuk kategori small cap karena market cap di bawah 5 Triliun rupiah.

Dan di tahun 2020, market capital BBCA sempat mencapai 1000 Triliun rupiah dan labanya sudah 27 Triliun rupiah.

Butuh waktu 20 tahun bagi BBCA untuk diapresiasi  pasar dari awalnya market capital 4,1 Triliun menjadi 1000 Triliun.

Laba BBCA di 2020 sudah 6x lipat lebih banyak market capitalnya di awal IPO di tahun 2000.

Jadi semua perusahaan besar berawal dari humble beginning.

  1.  Mencari saham di kategori small cap dan micro cap
  2. Memastikan laba atau total aset atau total revenue perusahaan lebih besar dari market capital nya
  3. Memastikan perusahaan tersebut mencetak laba atau memiliki potensi untuk mencetak laba
  4. Memastikan utang perusahaan cukup untuk di cover arus kas yang mereka miliki
  5. Akan lebih baik jika mereka membagikan dividen
Beberapa Contoh Saham yang Masuk Strategi di Atas
Saham Market Cap Total Asset Pendapatan PBV PER Dividend Yield (%) Harga
INCI 113.75 Milyar 493.56 Milyar 365.54 Milyar 0.31 36.78 4.35% 580
MICE 244.80 Milyar 1043.48 Milyar 548.57 Milyar 0.35 7.78 0.98% 408
CLPI 314.00 Milyar 685.45 Milyar 620.18 Milyar 0.64 9.15 8.72% 1025
GLVA 411.00 Milyar 509.63 Milyar 1118.14 Milyar 1.93 13.96 2.08% 274
ASRM 502.07 Milyar 1694.74 Milyar 1254.49 Milyar 0.92 6.92 2.75% 1650
TRIS 659.70 Milyar 1042.77 Milyar 770.85 Milyar 1.53 122.3 0.15% 210
LPGI 765.00 Milyar 2994.65 Milyar 1321.26 Milyar 0.76 5.31 5.37% 5100
RAJA 803.15 Milyar 3528.17 Milyar 1041.44 Milyar 0.56 391.47 2.76% 190
WIIM 965.94 Milyar 1735.34 Milyar 1907.59 Milyar 0.78 6.4 4.64% 460
TOTL 1091.20 Milyar 2673.87 Milyar 1357.76 Milyar 0.92 10.81 3.13% 320
IPOL 1108.26 Milyar 4151.64 Milyar 2511.70 Milyar 0.45 8.73 2.91% 172
ASGR 1126.23 Milyar 2359.43 Milyar 1999.20 Milyar 0.71 22.7 1.93% 835
LTLS 1146.60 Milyar 5660.18 Milyar 4727.52 Milyar 0.55 6.13 2.07% 735
ELSA 2014.39 Milyar 7065.53 Milyar 5719.74 Milyar 0.54 40.23 3.71% 276
SCCO 2158.63 Milyar 3587.69 Milyar 3621.64 Milyar 0.65 13.83 2.86% 10500
WTON 2161.44 Milyar 8475.24 Milyar 2477.65 Milyar 0.64 30.25 1.18% 248
PTRO 2239.10 Milyar 7529.87 Milyar 4319.10 Milyar 0.66 8.1 5.32% 2220
SMDR 3422.50 Milyar 9659.13 Milyar 6340.70 Milyar 1.1 3.61 0.92% 1045
  • Menurut saya yang masuk tabel di atas Undervalued semua.
  • Dari list saham di atas jika mencari yang dividen di atas bunga deposito maka pilihannya adalah TOTL ELSA INCI WIIM PTRO LPGI CLPI
  • Jika mencari micro cap maka pilihannya adalah INCI MICE CLPI GLVA
  • Jika mencari perusahaan dengan laba besar maka pilihannya adalah SMDR PTRO LTLS SCCO LPGI WIIM

Keputusan beli dan jual ada di tangan masing-masing.

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments