Skydrugz Corner: LINK Dijual Ke EXCL, KBLV Dapat Berapa?
Saya mendengarkan kabar kalau LINK akan dijual ke EXCL. Dan sudah pasti KBLV akan dapat kas dari penjualan ini.
EXCL membeli saham LINK dari Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (KBLV). Harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp4.800 per saham setara dengan 5,5 kali PER di tahun 2022.
PT First Media Tbk (KBLV) memiliki 799 juta saham setara dengan 29,04%. Itu artinya KBLV akan mendapatkan kas tunai sekitar 3,8 Triliun rupiah.
Tahun lalu saya juga pernah bahas mengenai LINK dan KBLV. Tahun lalu saya membuat Prediksi bahwa harga jual akan di EV/EBITDA 5. Dan ternyata yang terjadi adalah penjualan dilakukan di valuasi PER 5. Pihak Lippo ingin valuasi premium 6000-8000 sedangkan pihak EXCL hanya mau di kisaran 3000-5000. Dan ternyata pihak EXCL yang menang.
KBLV tidak lagi mencatatkan LINK sebagai anak usaha di laporan keuangan tapi hanya sebagai investasi di entitas asosiasi. Itu karena di 2014 mereka menjual sebagian saham LINK mereka ke Credit Suisse di harga 6000. Transaksi penjualan saham LINK sebanyak 226.677.000 lembar saham dilakukan di 3 November 2014 dengan nilai penjualan sebesar 1,360 Triliun rupiah. Dari penjualan tersebut KBLV dapat keuntungan 1,23 Triliun rupiah. Itu artinya modal awal KBLV di LINK adalah sekitar 552 rupiah. Jadi meskipun penjualan saham LINK kali ini jauh lebih rendah dari penjualan saham LINK di 2014, tetap saja KBLV cuan besar. Cuan dari dividen dan cuan dari capital gain. Di 2014 mereka bisa jual di harga 6000 sedangkan di 2022 hanya bisa jual di harga 4800. Tapi tetap saja, cuan is cuan.
LINK akan makin besar setelah bergabung dengan grup EXCL. Yang jadi pertanyaan adalah akan jadi KBLV di masa depan. Cash machine mereka sudah hilang. What will they do after LINK gone. Dengan duit 3,8 Triliun maka menurut saya ada 3 skenario yang bisa dilakukan KBLV:
- Bayar semua utang mereka selama ini yang muncul sejak zaman Bolt
- Bagi dividen
- Beli perusahaan baru
Dan menurut saya, pilihan yang paling reasonable saat ini adalah pilihan pertama. Karena kalau kita melihat profil utang KBLV di LK Q3 2021, mayoritas utangnya jatuh tempo dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. Utang berbunga perusahaan sekitar 3 Triliun rupiah. Duit penjualan LINK yang sebesar 3, 8 Triliun cukup untuk melunasi semua utang tersebut. Dengan demikian akan tersisa uang sekitar 800 miliar rupiah.
Duit 800 miliar ini bisa digunakan untuk membeli saham baru atau malah untuk ikut right Issue NOBU. Kebetulan modal inti NOBU belum cukup 3 Triliun rupiah. Jika duit 800 miliar dipakai untuk ikut right Issue NOBU maka dalam waktu dekat NOBU bisa langsung mencapai modal inti 3 Triliun rupiah di 2022. Tapi itu hanya skenario hipotesis. Karena selama ini perusahaan grup Lippo selalu membantu perusahaan grup Lippo yang lain. Seperti dulu LPPF membeli saham NOBU. Mungkin saja nanti KBLV juga akan membeli saham NOBU. Tapi sekali lagi, itu hanya hipotesis.
Bisa jadi KBLV malah membagikan semua hasil penjualan LINK jadi dividend. Urusan utang 3 Triliun rupiah, dibiarkan saja.
Saat ini di harga 426, market capital KBLV adalah 743 miliar rupiah. Nanti mereka akan dapat kas 3,8 Triliun. Jumlah kas yang akan didapatkan KBLV jauh lebih besar dari market cap mereka saat ini.
Dengan total ekuitas 1,5 Triliun dan market capital 743 miliar, maka PBV KBLV di harga 426 rupiah adalah 0,49 rupiah. Menurut saya ini undervalued.
Tapi masalahnya adalah menjual LINK sama artinya dengan menjual 80% aset KBLV. Total aset KBLV adalah 6,9 Triliun rupiah sedangkan total aset LINK adalah 5,7 Triliun. Setelah menjual LINK, praktis KBLV tidak punya lagi mesin uang.
Bisa kita lihat pada Profil laba KBLV. Mayoritas laba KBLV berasal dari LINK. Laba KBLV dari core operation hanya 43 miliar, sedangkan sisanya dari laba lain – lain dan LINK. Gross profit dari core operation yang 43 milyar tidak cukup untuk bayar beban umum dan administrasi.
Jadi setelah menjual LINK, apa yang akan dilakukan KBLV?
Menjadi perusahaan investasi? Atau jadi perusahaan penjual bakso?
Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.
Beli Merchandise Kaos Pintar Nyangkut Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham
Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%
Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH
Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini
Kode referal Akun Binance SV06XFJZ
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi