ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

LINK Dijual, Apa Untungnya Untuk KBLV?

LINK Dijual, Apa Untungnya Untuk PT. First Media Tbk (KBLV)?

Hari ini ada user Stockbit yang bertanya pada saya mengenai proses penjualan LINK oleh PT. First Media Tbk dan CVC ke EXCL.

Inti pertanyaannya adalah apakah penjualan LINK akan bagus buat KBLV?

Stockbit

Kita memang sudah mendengar kabar bahwa LINK akan dibeli oleh EXCL. Tapi belum ada disclose berapa harganya.

Menurut saya ini akan menimbulkan 2 konsekuensi untuk KBLV yang notabene menjadi induk utama dari LINK:

1. Konsekuensi pertama, KBLV akan mendapatkan kas yang besar dari penjualan tersebut. Saya belum tahu berapa jumlah uang yang akan didapatkan oleh KBLV dari penjualan LINK karena saya belum tahu berapa valuasi yang diberikan oleh EXCL untuk LINK. Jika pakai valuasi EV/EBITDA maka valuasi untuk akuisisi di perusahaan infrastruktur teknologi biasanya di kisaran 5-10. Sedangkan saat ini valuasi EV/EBITDA LINK ada kisaran 4,7 (annulized). Jika valuasi yang dipakai adalah EV/EBITDA 5 maka praktis harga akusisi LINK tidak jauh beda dengan nilai market cap-nya yang sekarang di kisaran 12-14 Triliun rupiah. Kepemilikan saham KBLV di LINK mencapai 27,9%. Sehingga duit yang bisa diterima oleh KBLV sekitar 3-4 Triliun rupiah. Namun jika EXCL beli LINK di valuasi EV/EBITDA 10 maka KBLV bisa mendapatkan kas sekitar 6-9 Triliun rupiah.

Dengan duit sebanyak itu PT. First Media Tbk bisa pakai untuk bayar utang. Kita tahu bersama utang berbunga KBLV mencapai 3,2 Triliun rupiah. Sedangkan cadangan kas mereka sisa 70 milyar rupiah. Cadangan kas mereka sudah pasti mustahil untuk melunasi utang 3,2 Triliun. Semenjak kegagalan Bolt, KBLV memang kesulitan untuk menemukan bisnis yang feasible. Satu-satunya cash machine mereka adalah LINK.

Jika pakai skenario pertama EV/EBITDA 5 maka KBLV dapat duit 4 Triliun, maka itu cukup untuk melunasi semua utang berbunga First Media Tbk 3,2 Triliun dan masih punya sisa duit 800 milyar.

Jika pakai skenario kedua EV/EBITDA 10 makaPT. First Media Tbk dapat duit 8 Triliun, maka itu cukup melunasi semua utang berbunga PT. First Media Tbk 3,2 Triliun dan masih ada sisa kas sekitar 4,8 Triliun. Dengan duit sebesar itu, KBLV bisa memulai bisnis baru atau membagikannya sebagai dividen.

2. Itu membawa kita ke konsekuensi kedua, setelah menjual LINK maka PT. First Media Tbk akan kehilangan cash machine. Selama ini >70% laba PT. First Media Tbk berasal dari LINK. Tanpa cash machine baru, maka keberlangsungan usaha PT. First Media Tbk menjadi meragukan. What will they do after LINK? Win Win Solution buat PT. First Media Tbk adalah mereka harus menjual LINK di valuasi EV/EBITDA minimal 10 agar mereka bisa mendapatkan kas sekitar 8 Triliun. Dengan kas 8 Triliun kurangi total liabilitas 5,7 Triliun maka KBLV langsung menjadi perusahaan yang rich cash. Dengan ekstra cash tersebut mereka bisa melunasi utang, sekaligus langsung membuka bisnis baru. Menurut saya bisnis yang masuk akal buat KBLV adalah menjadi investment company saja seperti SRTG atau BHIT tapi fokus pada startup. Seperti yang dilakukan oleh Google Ventures.

Namun kalau memang pihak Lippo hanya mau kas langsung, maka duit penjualan LINK bisa langsung dibagikan sebagai dividen. KBLV bagi dividen yang akan langsung menikmatinya adalah MLPL sebagai pemilik utama KBLV.

Tapi jika valuasi penjualan LINK ternyata hanya di EV/EBITDA 5 maka itu hanya cukup untuk KBLV bayar utang berbunga.

Jadi konsekuensi dari penjualan LINK terhadap PT. First Media Tbk dan MLPL nantinya akan sangat dipengaruhi oleh berapa valuasi yang diinginkan oleh EXCL. Semua investor LINK pasti berharap EXCL mau membelinya di valuasi yang premium entah di harga 6000-8000 rupiah per lembar. Sedangkan EXCL berharap bisa membelinya di valuasi yang murah mungkin di kisaran 3000-5000 rupiah per lembar.

Yang perlu kita ketahui adalah cadangan kas EXCL saat ini adalah 1,5 Triliun. Total utang berbunga adalah 9 Triliun. Jadi jika ingin beli LINK di harga premium, itu artinya manajemen EXCL harus mengambil utang baru atau melakukan right issue. Jadi saya rasa manajemen EXCL pasti mau push harga murah agar balance sheet mereka tetap cantik.

Jadi tinggal kita tunggu saja siapa yang akan menang dalam proses negosiasi.

Harga saham 3 Agustus 2021 Pukul 11.30:

EXCL XL Axiata Tbk 2650

LINK Link Net Tbk 4450

KBLV First Media Tbk 1165

MLPL Multipolar Tbk 550

Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisa pesan di sini dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini

Disclaimer:
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply