ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: Kawasan Ekonomi Khusus Lido City

Skydrugz Corner: Kawasan Ekonomi Khusus Lido City KPIG vs KIJA vs AKRA

KPIG atau MNC Land beberapa waktu lalu mendapatkan status Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK untuk aset mereka di Lido City. Keputusan itu didapatkan dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021 tentang pemberian status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata MNC Lido City. Tujuan utama pengembangan KEK adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemertaan pembangunan, dan peningkatan daya saing bangsa.

KEK MNC Lido City dimiliki sepenuhnya oleh KPIG yang berdiri di atas lahan 3.000 ha. MNC Lido City dikelilingi oleh populasi lebih dari 70 juta jiwa dan akses langsung jalan tol dari Jakarta.

Dengan menjadi KEK, maka Lido City akan mendapatkan beberapa insentif pajak berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), PPh Badan, Cukai, dan Bea Masuk Impor, serta berbagai keuntungan bagi investor terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, dan/atau fasilitas serta kemudahan lainnya.

Lido City menjadi KEK karena ada potensi investasi hingga 32 Triliun di sini. Jumlah yang sangat fantastis. Yang jadi pertanyaan, dari mana duit tersebut?

Banyak jalan menuju dana 32 Triliun. Bisa lewat PP, RI, Obligasi, OWK dan lain – lain.

Apakah itu akan bisa terwujud? Entahlah. Time will tell.

Tapi menurut saya itu bisa saja terwujud karena HT sudah punya track record berhasil membangun bisnis dari orang yang tidak diperhitungkan di medio 1990an lalu menjadi pemilik perusahaan media terbesar di Asia Tenggara dalam waktu yang sangat cepat. Untuk bisa mencapai status seperti itu, tidak hanya butuh kecerdasan tapi juga koneksi dan hoki.

Butuh Dana Besar

Saya melihat ada 3 ambisi besar Hary Tanoe saat ini yakni memperbesar Lido City, menjadi salah satu perusahaan media terbesar di dunia dan mengembangkan ekosistem digital yang mengintegrasikan seluruh MNC Group. Ketiga ambisi tersebut tentu akan butuh dana besar. Di masa lalu, BHIT didukung oleh Quantum Fund milik Soros. Namun kini saya tidak ada informasi apakah HT masih didukung oleh Quantum Fund atau tidak.

Ada tiga tahap pembangunan KEK MNC Lido City. Pada tahap pertama atau periode 2021-2026 pemerintah mencatat target serapan investasi mega proyek itu senilai Rp14,2 triliun.

PT MNC Land Tbk. menyiapkan capex Rp12,7 triliun untuk mengembangkan MNC Lido City di Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Proyek itu akan terus dikembangkan selama 20 tahun ke depan, mengingat luasnya mencapai 3.000 hektare yang terdiri dari berbagai fasilitas seperti taman bermain, hotel, resor, vila, perumahan, transit oriented development, lapangan golf, hingga kebun raya.

Selama masa konstruksi, belanja modal akan didanai dari pinjaman bank dan institusi keuangan, penjualan (sales proceed), hingga transaksi saham.

Untuk tahap kedua atau periode 2027-2034 dengan target investasi Rp5,8 triliun. Sementara proyeksi pada tahap ketiga mencapai Rp 12 triliun yang dilaksanakan dari 2035-2080.

Yang pasti proyek Lido City akan butuh waktu lama untuk diselesaikan. Mustahil akan selesai dalam waktu dekat. Kalau kekurangan dana, HT bisa saja minta bantuan dari berbagai pihak yang pernah dibantunya di masa lalu seperti misalnya Anthony Salim. Dahulu kala, HT adalah orang yang berhasil mendekatkan Salim dengan Gusdur ketika banyak aset Salim Group yang dilego negara. Dalam salah satu wawancara Anthony Salim pernah berkata dia berhutang budi pada HT karena berhasil memperkenalkan dirinya dengan Gusdur. Tidak sulit bagi HT untuk masuk lingkaran pergaulan Gusdur karena kebetulan Gusdur sangat dekat dengan ayah Hary Tanoe, keduanya pernah sama-sama berbisnis di PT Adhikarya Sejati Abadi dan kebetulan ayah HT, Haji Ahmad Tanosoedibjo, juga pernah menjadi Ketua Persatuan China Muslim se-Jawa Timur.

KEK di Indonesia

Menurut saya HT benar – benar jago dalam melakukan lobi hingga akhirnya Lido City bisa jadi KEK. Karena saat ini KEK di Indonesia hanya ada 19 kawasan saja padahal jumlah kawasan industri di Indonesia jumlahnya banyak. Di 2015 saja jumlahnya sudah 115 buah lalu menjadi 131 kawasan industri di tahun 2021 dengan total luas 59.800 hektare. Itu artinya untuk menjadi kawasan ekonomi khusus, memang tidak bisa sembarangan. Butuh proses yang panjang.

19 Kawasan Ekonomi Khusus yang Tersebar di Seluruh Indonesia:

KEK yang Telah Beroperasi :

  1. KEK Sei Mangkei
  2. KEK Tanjung Lesung
  3. KEK Palu
  4. KEK Mandalika
  5. KEK Galang Batang
  6. KEK Arun Lhokseumawe
  7. KEK Tanjung Kelayang
  8. KEK Bitung
  9. KEK Morotai
  10. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)
  11. KEK Sorong
  12. KEK Kendal

KEK dalam Tahap Pembangunan :

  1. KEK Tanjung Api-Api
  2. KEK Singhasari
  3. KEK Likupang
  4. KEK BAT (Batam Aero Technic)
  5. KEK Nongsa
  6. KEK Lido
  7. KEK Gresik

Update 6 Juli 2021

Kompetitor KEK

Selain KPIG, emiten lain yang juga memiliki beberapa KEK adalah KIJA atau Jababeka dan AKRA. KIJA memiliki KEK Tanjung Lesung, Kendal dan Morotai. Sedangkan AKRA adalah pemilik KEK Gresik JIIPE.

  • KPIG Harga 107 PBV 0,36 Ekuitas 23,99 Triliun, revenue 2020 678 M
  • KIJA Harga 158 PBV 0,65 ekuitas 5 Triliun, revenue 2020 2,3 Triliun
  • AKRA harga 4130 PBV 1,84 ekuitas 9 Triliun, revenue 2020 17,7 Triliun, revenue 2020 dari segmen kawasan industri 319 milyar.
Saham Cadangan Kas Utang Berbunga
KPIG 63 Milyar 4,4 Triliun
KIJA 1,1 Triliun 4,2 Triliun
AKRA 2 Triliun 3,2 Triliun

Kalau melihat ekuitas, KPIG memiliki ekuitas terbesar namun sayangnya Revenue nya paling kecil. Secara PBV juga, KPIG paling kecil jika dibandingkan dengan peers emiten pemilik kawasan ekonomi khusus.

Kalau melihat rasio cadangan kas terhadap utang berbunga maka yang dalam batas sehat adalah AKRA. Balance sheet KPIG agak riskan dan butuh suntikan modal segera agar bisa melaksanakan proyek Lido City. Cadangan kas KPIG pun paling kecil jika dibandingkan dengan peers. Cadangan kas KPIG di Q2 2021 hanya sekitar 60-an milyar padahal project nya butuh dana lebih dari 12 Triliun. Kita tinggal tunggu saja dari mana HT akan mendatangkan duit 12 Triliun untuk membangun Lido City.

Seperti yang sudah saya pernah tulis sebelumnya, menurut saya kawasan ekonomi khusus maupun kawasan industri akan menjadi sektor yang menarik di masa depan ketika Covid-19 berakhir dan everything back to normal.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply