ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Bot Radar 22 Maret 2021: MNCN Short Drill

Skydrugz Bot Radar 22 Maret 202: MNCN Case Study

Saham yang menurut saya menarik di Skydrugz Bot Radar 22 Maret 2021 adalah MNCN. Saham ini masuk radar L Radar D. Dan ini sudah hari kedua MNCN masuk radar. Harga saat ini 1040. Market Capital 15,4 Triliun rupiah. Dengan market capital <20 Triliun seperti itu, harusnya saham ini tidak sampai 1 bulan masuk radar.

Problem MNC saat ini adalah kakak dari HT sedang ada hajatan di ZBRA. Mereka mau melakukan tender offer di ZBRA sehingga saham grup MNC lainnya neglected. TO ZBRA akan berlangsung hingga 26 April 2021. Jadi menurut saya semua saham MNC lainnya baru akan dipump paling cepat di bulan Mei 2021, paling lama bisa selamanya. Sehingga kita memiliki waktu untuk akumulasi MNCN selama 1-2 bulan, malah mungkin bisa 6 bulan seperti GGRM dan ICBP yang selama 6 bulan terkena dump.

Saya akan melakukan short drill analysis terhadap MNCN dengan menggunakan Skydrugz Bot Radar Guidelines untuk melihat apakah MNCN memang layak untuk diakumulasi. Mengenai framework cara drill sendiri bisa lihat di serial Skydrugz Bot Radar di bawah ini.

1. Laba

MNCN Laba perusahaan hingga Q3 2020 1,374 Triliun rupiah. 1 poin plus untuk MNCN karena mencetak laba.

2. Pertumbuhan Laba

Labanya anjlok 17,5% jika dibandingkan dengan laba Q3 2019. 1 poin minus untuk MNCN karena gagal mencetak pertumbuhan laba.

3. Dividen

Di 2020, MNCN tidak bagi dividen sama sekali karena perusahaan fokus memperkuat modal. Padahal sebelumnya dari 2009-2019 MNCN selalu rutin bagi dividen. 1 poin minus untuk MNCN karena tidak bagi dividen di 2020.

4. Arus Kas Operasional

Hingga Q3 2021, MNCN mencetak arus kas operasional 1,6 Triliun rupiah. 2 poin plus untuk MNCN.

5. Kemampuan Bayar Utang Berbunga

Di Q3 2020 MNCN memiliki total utang berbunga 4 Triliun rupiah.

Utang jatuh tempo dalam 1 tahun 1,5 Triliun

Sedangkan cadangan kas 816 Milyar.

Kemampuan bayar Utang perusahaan = Arus Kas + Cadangan Kas – Total Utang Berbunga = 1,6 Triliun + 0,8 Triliun – 4 Triliun = 2,4 Triliun – 4 Triliun = minus 1,6 Triliun.

Ada defisiensi arus kas 1,6 Triliun untuk melunasi semua utang berbunga tapi ini bisa dilunasi dengan arus kas operasional dalam 1 tahun setelahnya.

Jadi ini masih masuk dalam kategori sehat. Dikatakan tidak sehat jika defisiensi utang berbunga perusahaan tidak bisa dilunasi dalam 5 tahun dengan menggunakan arus kas operasional yang ada saat ini.

Berhubung MNCN masih dalam range mampu bayar utang maka 2 poin plus untuk MNCN.

6. Valuasi

PER MNCN: 8,45| PER rata – rata dalam 10 tahun = 17. Undervalued secara PER Historis.

PBV MNCN: 1,14|PBV rata-rata dalam 10 tahun = 3,28. Undervalued secara PBV historis.

PFCFR MNCN : 51|PFCFR standard 20. Overvalued secara PFCFR.

Secara PER dan PBV MNCN undervalued. Sedangkan secara PFCFR overvalued.

Sehingga 1 poin PER undervalued + 1 poin PBV undervalued – 2 poin PFCFR overvalued = 0.

Total Poin Skydrugz Drill MNCN

Laba plus 1 + pertumbuhan laba minus 1 + dividen minus 1 + Aruk Kas Operasional plus 2 + Kemampuan bayar utang berbunga plus 2 + Valuasi 0 = 1 – 1 – 1 – 2 + 2 + 0 = 3 poin

Total nilai sempurna = 11

Nilai MNCN 3/11 = Hanya untuk spekulasi.

Keterangan:

Nilai Referensi:

1-3= Hanya untuk investasi jangka pendek dan spekulasi

4-8= untuk investasi jangka menengah

9-11= layak untuk investasi jangka panjang

Skor:

Laba= skor maksimal 1

Pertumbuhan laba = skor maksimal 1

Dividend = skor maksimal 1

Arus kas = skor maksimal 2

Kemampuan bayar utang = skor maksimal 3

Valuasi = skor maksimal 3

Total skor maksimal 11

Komentar Skor

Skor Skydrugz Drill MNCN ini bisa berubah jika LK Q4 2020 dan LK Q1 2021 dirilis.

Jadi kita tetap harus melakukan evaluasi ulang.

Chart MNCN dan Peta Average Down

Untuk Efektivitas Skydrugz Bot Radar Sebaiknya menggunakan Chart Monthly

Chart Monthly MNCN memiliki potensi membentuk Double Bottom.

Average down atau akumulasi bisa pakai teknik akumulasi Bullish dan Bearish

Dan bisa juga pakai teknik akumulasi dengan chart weekly seperti di chart monthly MNCN.

Chart Weekly MNCN

Dengan dana 10 juta:

  • 10% masuk di 1000-1040
  • 10% masuk di 900-950
  • 15% masuk di 800-850
  • 20% masuk di 700-750
  • 45% masuk di 600-650

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa daftar ke sini atau dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

 

Leave a Reply