Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSiapkan Dana Rp 150 Miliar, Erajaya Swasembada Gelar Buyback Saham ERAA

Siapkan Dana Rp 150 Miliar, Erajaya Swasembada Gelar Buyback Saham ERAA

Emiten distributor perangkat telekomunikasi, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), mengumumkan rencana aksi korporasi besar di awal tahun 2026. Perseroan secara resmi berencana melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan atau buyback saham ERAA di tengah kondisi pasar yang dinilai sedang berfluktuasi secara signifikan. Langkah ini diambil dengan mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendukung stabilitas kinerja pasar modal.

Manajemen Perseroan menyatakan telah menyiapkan dana maksimal sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah) untuk memuluskan aksi ini. Rencana ini didasari oleh keyakinan manajemen bahwa kondisi keuangan perusahaan saat ini berada dalam posisi yang kuat, dengan arus kas yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus melaksanakan pembelian kembali saham di pasar sekunder.

Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan Buyback Saham ERAA

Aksi buyback saham ERAA ini akan dilaksanakan dalam periode tiga bulan, terhitung mulai tanggal 23 Januari 2026 hingga berakhir pada 23 April 2026. Perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai perusahaan perantara pedagang efek yang akan mengeksekusi transaksi pembelian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sesuai dengan Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan tidak akan melebihi 20% (dua puluh persen) dari modal disetor. Selain itu, Perseroan wajib menjaga agar jumlah saham yang tetap beredar di publik (free float) minimal sebesar 7,5% dari modal disetor. Pembelian saham akan dilakukan pada tingkat harga yang dianggap baik dan wajar oleh Direksi dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penting bagi investor untuk mencatat bahwa selama periode pembelian kembali ini, pihak internal Perseroan dilarang melakukan transaksi perdagangan saham ERAA. Larangan ini berlaku bagi Komisaris, Direktur, Pegawai, Pemegang Saham Utama, serta individu yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam (insider information) karena posisi atau hubungan usahanya dengan Perseroan.

Dampak Keuangan dan Proforma Laba Per Saham

Manajemen Erajaya menegaskan bahwa sumber dana untuk aksi korporasi ini berasal dari kas internal, sehingga tidak termasuk biaya-biaya lain seperti komisi pedagang perantara dan biaya transaksi lainnya. Meskipun penggunaan dana sebesar Rp 150 miliar akan menurunkan nilai aset dan ekuitas perusahaan, hal tersebut diperkirakan tidak akan mengganggu kelangsungan usaha atau operasional Perseroan secara material.

Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, berikut adalah gambaran proforma posisi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah rencana pembelian kembali saham dilaksanakan:

Indikator (Dalam Ribuan Rupiah)Sebelum BuybackDampakSetelah Buyback
Total Aset21.774.390.259(150.000.000)21.624.390.259
Ekuitas9.057.394.273(150.000.000)8.907.394.273
Laba Bersih1.032.546.7821.032.546.782
Earning Per Share (EPS)65,4265,42

Sumber: Keterbukaan Informasi PT Erajaya Swasembada Tbk.

Analisis manajemen menunjukkan bahwa laba bersih dan laba per saham (Earning Per Share) diperkirakan tidak akan mengalami perubahan karena operasional tetap berjalan sesuai target. Perseroan optimis bahwa struktur permodalan yang kuat dan arus kas yang mencukupi akan terus mendukung seluruh aktivitas pengembangan usaha di masa depan.

Poin Penting bagi Investor

  • Alokasi Dana: Maksimal Rp 150 miliar yang bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan.
  • Periode Pelaksanaan: Berlangsung selama 3 bulan, dari 23 Januari 2026 hingga 23 April 2026.
  • Batas Pembelian: Maksimal 20% dari modal disetor, dengan menjaga free float minimal 7,5%.
  • Riwayat Buyback: Perseroan memiliki rekam jejak melakukan buyback secara bertahap pada periode 2020 hingga 2022. Sebagian saham hasil buyback sebelumnya telah digunakan untuk program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) Tahap I tahun 2025 sebanyak 25.751.978 saham.
  • Tujuan Pasca-Buyback: Setelah periode berakhir, saham hasil pembelian kembali dapat dialihkan sesuai dengan regulasi yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13 Tahun 2023.

Profil Singkat Perusahaan

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang importir, distribusi, dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan yang berkedudukan di Jakarta Barat ini mengelola jaringan distribusi dan ritel yang luas untuk berbagai merek perangkat seluler dan ekosistem gaya hidup digital.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here