PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Melalui keterbukaan informasi terbarunya, emiten industri penggilingan baja ini berniat menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.000.000.000 (satu miliar) saham baru.
Langkah rights issue BAJA ini terutama ditujukan untuk menyelesaikan kewajiban utang kepada pihak terafiliasi, yakni PT Sarana Steel (SS). Selain untuk pelunasan utang, dana yang diperoleh dari hasil emisi tersebut akan dialokasikan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung operasional Perseroan.
Mekanisme Transaksi dan Rencana Rights Issue BAJA
Berdasarkan kesepakatan dalam Perjanjian Penyelesaian Utang tanggal 19 Februari 2026, utang pokok BAJA kepada PT Sarana Steel tercatat sebesar USD 20.600.000. Perseroan dan pihak terafiliasi sepakat untuk menetapkan nilai tukar kurs mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023, yakni sebesar Rp15.416 per USD.
Dengan penetapan kurs tersebut, total jumlah utang yang akan diselesaikan mencapai Rp445.337.828.479 yang terdiri dari utang pokok dan bunga. PT Sarana Steel akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan mengambil bagian saham baru melalui mekanisme kompensasi piutang atau debt-to-equity swap.
Ibnu Susanto, selaku salah satu pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 16,45%, juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini. Sementara itu, bagi pemegang saham masyarakat yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini, maka persentase kepemilikan sahamnya akan mengalami dilusi.
Analisis Independen dan Dampak Terhadap Kondisi Keuangan
Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa penetapan kurs konversi yang tetap bertujuan untuk mengurangi volatilitas besaran utang dalam mata uang Rupiah. Manfaat yang diharapkan meliputi penguatan struktur permodalan, peningkatan fleksibilitas keuangan, serta berkurangnya risiko fluktuasi mata uang asing.
Namun, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Felix Sutandar dan Rekan memberikan pendapat bahwa rencana penetapan kurs konversi pinjaman tersebut adalah “tidak wajar”. Penilai independen mencatat bahwa kurs Rp15.416 lebih rendah 7,58% dibandingkan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian 30 September 2025 yang sebesar Rp16.680.
Meskipun dinyatakan tidak wajar secara kurs, analisis kuantitatif menunjukkan bahwa laba bersih Perseroan diproyeksikan akan lebih tinggi setelah transaksi dilakukan. Hal ini disebabkan oleh penurunan potensi kerugian selisih mata uang asing yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan beban bunga.
Poin Penting bagi Investor
- Jumlah Saham Baru: Maksimal 1.000.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
- Tujuan Dana: Melunasi utang pokok dan bunga kepada PT Sarana Steel serta menambah modal kerja.
- Pembeli Siaga: Ibnu Susanto dan PT Sarana Steel berkomitmen menyerap saham baru jika pemegang saham lain tidak berpartisipasi.
- Jadwal RUPSLB: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan RUPS Independen dijadwalkan pada 31 Maret 2026.
- Efek Dilusi: Pemegang saham publik berisiko mengalami penurunan persentase kepemilikan jika tidak melaksanakan haknya.
- Opini Penilai: KJPP menilai kurs konversi tidak wajar karena berada di bawah nilai pasar saat ini.
Profil Singkat Perusahaan
PT Saranacentral Bajatama Tbk bergerak dalam ruang lingkup usaha di bidang industri dan perdagangan terutama barang-barang dari baja. Di dalam struktur industri baja secara global, Perseroan merupakan salah satu pemain di industri midstream, khususnya industri pelapisan baja. Saat ini perseroan memproduksi tiga jenis produk baja lapis yaitu baja lapis seng, baja lapis aluminium seng dan baja lapis warna.
Sumber Informasi: Dokumen Keterbukaan Informasi BAJA Februari 2026
Baca juga:
- Apakah BAJA Bisa Diuntungkan Kalau Impor Baja Dilonggarkan?
- Panduan Membaca Keterbukaan Informasi dan Aksi Korporasi
- Saranacentral Bajatama (BAJA) Akan Gelar Rights Issue untuk Bayar Utang
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!