PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) resmi mengumumkan kepastian rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I). Emiten yang bergerak di bidang jasa finansial teknologi dan pembayaran digital ini membidik dana segar senilai Rp237,20 miliar melalui mekanisme rights issue tersebut. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pelunasan utang material afiliasi, modal kerja operasional, serta belanja modal guna memperkuat infrastruktur teknologi informasi perusahaan.
Rincian Rights Issue CASH 2026
Perusahaan menawarkan sebanyak 996.676.699 saham baru dalam aksi korporasi kali ini. Jumlah saham baru tersebut setara dengan 41,05% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya rights issue. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp12 dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sebesar Rp238 per saham.
Rasio pembagian hak ditetapkan dengan proporsi 168 berbanding 117. Artinya, setiap pemegang 168 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan berhak mendapatkan 117 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh saat pengajuan pemesanan.
Dua pemegang saham utama perusahaan, yaitu Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, bertindak sebagai pembeli siaga. Andri Wijono Sutiono menyatakan akan melaksanakan seluruh 336.896.007 HMETD miliknya senilai Rp80,18 miliar. Sementara itu, Hasim Sutiono berkomitmen melaksanakan seluruh 335.309.974 HMETD miliknya dengan nilai kumulatif mencapai Rp79,80 billion. Jika masih terdapat sisa saham baru yang tidak dieksekusi oleh pemegang saham lain, Andri Wijono Sutiono sanggup membeli maksimal 180.500.283 saham tambahan dan Hasim Sutiono siap menyerap maksimal 143.970.435 saham sisa.
Jadwal Lengkap
Manajemen telah menyusun indikasi jadwal pelaksanaan rights issue untuk memberikan kepastian waktu bagi para investor. Perdagangan HMETD akan difasilitasi baik di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia.
Berikut adalah tabel indikasi jadwal lengkap aksi korporasi rights issue CASH 2026:
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bioskop (RUPSLB) | 12 Maret 2026 |
| Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran | 30 Juni 2026 |
| Cum-Right di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi | 8 Juli 2026 |
| Ex-Right di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi | 9 Juli 2026 |
| Cum-Right di Pasar Tunai | 10 Juli 2026 |
| Tanggal Pencatatan (Recording Date) Penerima HMETD | 10 Juli 2026 |
| Ex-Right di Pasar Tunai | 13 Juli 2026 |
| Tanggal Distribusi Elektronik HMETD | 13 Juli 2026 |
| Pencatatan Saham Baru di Bursa Efek Indonesia | 14 Juli 2026 |
| Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD | 14–20 Juli 2026 |
| Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan | 16–22 Juli 2026 |
| Tanggal Terakhir Pembayaran Saham Tambahan | 22 Juli 2026 |
| Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan | 23 Juli 2026 |
| Tanggal Pengembalian Dana (Refund) Pesanan Sisa | 27 Juli 2026 |
Dampak bagi Investor
Pemegang saham lama yang memilih untuk tidak melaksanakan haknya dalam penawaran umum terbatas ini akan menghadapi konsekuensi investasi. Kepemilikan saham investor tersebut akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi dalam jumlah maksimum sebesar 41,05%. Penurunan persentase ini terjadi karena jumlah total saham yang beredar meningkat setelah pencatatan saham baru hasil eksekusi HMETD.
Rencana penggunaan dana yang dihimpun dari investor akan dialokasikan ke dalam tiga instrumen utama keuangan. Sekitar 45,44% dana akan dimanfaatkan untuk melunasan sebagian kewajiban pokok utang, bunga, serta denda pinjaman kepada pihak afiliasi yaitu PT Bara Alam Utama. Alokasi kedua sebesar 41,32% diposisikan sebagai modal kerja atau biaya operasional bulanan guna mendukung likuiditas harian perusahaan. Sisa dana sebesar 13,24% akan dikategorikan sebagai belanja modal untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi serta pengadaan perangkat kerja baru.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsung Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan historis, rasio finansial perusahaan menunjukkan pergerakan kinerja yang bervariasi antara tahun 2024 dan 2025. Likuiditas perusahaan yang diukur melalui current ratio tercatat meningkat dari 0,95 kali pada Desember 2024 menjadi 1,01 kali pada Desember 2025. Senada dengan hal itu, cash ratio perusahaan juga merangkak naik dari posisi 0,30 kali menuju 0,62 kali di akhir tahun 2025. Kas dan setara kas akhir tahun melonjak signifikan dari Rp14,16 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp69,09 miliar pada tahun 2025.
Di sisi lain, rasio solvabilitas atau struktur utang perseroan memperlihatkan peningkatan beban kewajiban yang cukup tebal. Rasio utang terhadap aset (debt to asset ratio) meningkat dari 0,48 kali menjadi 0,77 kali per akhir Desember 2025. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) juga melonjak tajam dari posisi 0,93 kali menjadi 3,38 kali. Kondisi profitabilitas masih mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan yang terkoreksi negatif sebesar 95% pada tahun 2025.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Prospektus Ringkas PMHMETD I CASH
FAQ
1. Berapa harga pelaksanaan rights issue CASH dan bagaimana rasionya? Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp238 per saham. Rasio yang digunakan adalah 168:117, yang berarti setiap pemilik 168 saham lama berhak menebus 117 saham baru.
2. Apa yang terjadi jika investor tidak menebus HMETD milik mereka? Investor yang tidak mengeksekusi haknya sampai batas akhir tanggal 20 Juli 2026 akan mengalami dilusi kepemilikan. Nilai persentase kepemilikan saham lama akan terdilusi maksimal hingga 41,05%.
3. Digunakan untuk apa saja dana hasil penambahan modal ini? Dana hasil emisi akan digunakan sebesar 45,44% untuk melunasi sebagian pokok utang dan bunga kepada PT Bara Alam Utama. Selanjutnya, 41,32% dialokasikan untuk modal kerja operasional dan 13,24% dipakai untuk belanja modal infrastruktur teknologi.
4. Siapa yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini? Pemegang saham utama perusahaan, yaitu Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, berkomitmen penuh bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham yang tidak dieksekusi masyarakat.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai emisi dari target penggalangan dana rights issue ini mencapai sebesar Rp237,20 miliar.
- Rasio konversi kepemilikan ditetapkan 168 saham lama untuk memperoleh 117 hak saham baru.
- Harga tebus eksekusi saham baru berada di angka Rp238 per lembar saham.
- Periode perdagangan dan pelaksanaan hak berlangsung mulai 14 Juli hingga 20 Juli 2026.
- Risiko dilusi kepemilikan porsi modal bagi pemegang saham non-partisipan mencapai maksimal 41,05%.
- Manajemen memprioritaskan alokasi dana terbesar, yakni 45,44%, guna pelunasan sisa utang material terafiliasi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk merupakan sebuah perusahaan terbuka yang mengoperasikan kegiatan usaha utama dalam bidang penyediaan jasa finansial teknologi (fintech) dan solusi pembayaran digital (payment gateway). Perusahaan ini berkedudukan resmi di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat yang berlokasi di Atria @Sudirman Lantai 23, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 33 A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di pasar modal Indonesia, perusahaan mencatatkan instrumen sahamnya di Bursa Efek Indonesia menggunakan kode emiten CASH.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin