PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue untuk memperkuat struktur keuangan. Langkah strategis ini mencakup penyelesaian utang terafiliasi senilai ratusan miliar Rupiah guna menurunkan risiko fluktuasi nilai tukar.
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) Rencanakan Rights Issue 1 Miliar Saham untuk Pelunasan Utang
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau Rights Issue PT Saranacentral Bajatama Tbk sebanyak-banyaknya 1.000.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Aksi korporasi ini ditujukan untuk melunasi seluruh utang pokok dan bunga kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (SS), dengan total mencapai Rp445,33 miliar melalui mekanisme konversi utang dan pembayaran tunai. Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan pada 31 Maret 2026.
Rincian Aksi Korporasi Rights Issue PT Saranacentral Bajatama Tbk
Perseroan telah menyepakati Perjanjian Penyelesaian Utang dengan PT Sarana Steel pada 19 Februari 2026. Inti dari kesepakatan ini adalah penggunaan kurs tetap (fixed rate) untuk mengonversi utang dalam Dollar Amerika Serikat menjadi Rupiah.
Kurs yang disepakati adalah Rp15.416 per USD, yang mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023. Penggunaan kurs ini dinilai lebih konservatif karena memberikan jumlah saham konversi yang lebih kecil dibandingkan jika menggunakan kurs tahun 2024 yang mencapai Rp16.162 per USD.
Dalam aksi ini, terdapat dua pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). PT Sarana Steel akan mengambil bagian maksimal 70% dari 900 juta saham melalui kompensasi hak tagih atau konversi utang pokok sebesar USD 20,6 juta. Sementara itu, Ibnu Susanto akan mengambil bagian maksimal 30% dari 900 juta saham secara tunai.
Baca juga: Mengenal Berbagai Strategi Aksi Korporasi Emiten di Bursa Efek Indonesia
Jadwal Lengkap PMHMETD I
Berikut adalah perkiraan jadwal pelaksanaan aksi korporasi berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan:
| Agenda Kegiatan | Perkiraan Tanggal |
| Pemberitahuan Mata Acara RUPSLB kepada OJK | 11 Februari 2026 |
| Pengumuman RUPSLB & Keterbukaan Informasi | 20 Februari 2026 |
| Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) | 06 Maret 2026 |
| Pemanggilan RUPSLB | 09 Maret 2026 |
| Penyelenggaraan RUPSLB | 31 Maret 2026 |
| Pengumuman Ringkasan Hasil RUPSLB | 02 April 2026 |
| Pernyataan Pendaftaran ke OJK | 11 Juni 2026 |
| Perkiraan Tanggal Efektif OJK | 07 Agustus 2026 |
Baca juga: Saranacentral Bajatama (BAJA) Berencana Rights Issue 1 Miliar Saham untuk Bayar Utang
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan rights issue ini membawa implikasi signifikan bagi pemegang saham lama, baik dari sisi kepemilikan maupun struktur modal perusahaan.
- Potensi Dilusi: Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk memesan saham baru akan terkena dilusi kepemilikan maksimal sebesar 33,33%.
- Struktur Permodalan: Modal ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 1,8 miliar saham menjadi maksimal 2,8 miliar saham.
- Posisi PT Sarana Steel: Pasca aksi korporasi, PT Sarana Steel berpotensi memiliki 22,68% hingga 23,52% saham Perseroan, namun perusahaan menegaskan SS tidak menjadi pengendali baru.
- Penggunaan Dana: Dana hasil rights issue akan diprioritaskan untuk melunasi utang pokok dan bunga kepada SS, serta sisanya untuk modal kerja tambahan Perseroan.
Sumber Informasi: Perubahan dan/atau Tambahan Keterbukaan Informasi Terkait Aksi Korporasi PT Saranacentral Bajatama Tbk
Kondisi Keuangan dan Opini Independen
Manajemen memproyeksikan perbaikan rasio keuangan yang drastis setelah transaksi ini selesai dilaksanakan. Berdasarkan proforma per 30 September 2025, rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) akan turun dari 21,36 kali menjadi hanya 0,32 kali. Total ekuitas perusahaan diperkirakan melonjak dari Rp29,93 miliar menjadi Rp509,43 miliar.
KJPP Felix Sutandar dan Rekan selaku penilai independen memberikan opini bahwa rencana penetapan kurs konversi ini adalah “Tidak Wajar”. Hal ini dikarenakan kurs Rp15.416 lebih rendah 7,58% dari nilai wajar pada tanggal penilaian (30 September 2025) yang sebesar Rp16.680 per USD. Namun, manajemen menegaskan bahwa penetapan kurs yang lebih rendah tersebut justru menguntungkan bagi Perseroan karena mengurangi jumlah liabilitas dalam Rupiah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa BAJA menggunakan kurs tetap dari tahun 2023? Penggunaan kurs per 31 Desember 2023 (Rp15.416) bertujuan untuk memberikan kepastian nilai transaksi dan menghindari dampak fluktuasi nilai tukar. Simulasi internal menunjukkan kurs yang lebih rendah ini menghasilkan jumlah saham konversi yang lebih sedikit, sehingga meminimalisir dilusi bagi pemegang saham publik.
2. Siapa yang akan menjadi pembeli siaga dalam rights issue ini? Pembeli siaga adalah PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto. PT Sarana Steel akan menyetorkan modal melalui konversi utang, sedangkan Ibnu Susanto akan menyetorkan dalam bentuk uang tunai.
3. Apakah dana rights issue ini akan digunakan untuk ekspansi? Fokus utama penggunaan dana adalah pelunasan utang kepada pihak terafiliasi. Jika terdapat sisa dana setelah biaya emisi dan pelunasan utang, dana tersebut akan dialokasikan sebagai tambahan modal kerja untuk operasional harian perusahaan.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Utang: Total kewajiban yang diselesaikan mencapai Rp445,33 miliar.
- Kurs Konversi: Ditetapkan Rp15.416 per USD.
- Rasio Dilusi: Maksimal 33,33% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
- Rasio Keuangan: Proyeksi penurunan Debt to Equity Ratio menjadi 0,32x.
- Persetujuan Bank: Telah mendapat persetujuan dari Bank OCBC NISP, sementara proses di Bank Danamon masih berjalan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Saranacentral Bajatama Tbk bergerak dalam ruang lingkup usaha di bidang industri dan perdagangan terutama barang-barang dari baja. Di dalam struktur industri baja secara global, Perseroan merupakan salah satu pemain di industri midstream, khususnya industri pelapisan baja. Saat ini perseroan memproduksi tiga jenis produk baja lapis yaitu baja lapis seng, baja lapis aluminium seng dan baja lapis warna.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!