PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) merencanakan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru (update 17 maret 2026). Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperoleh pendanaan yang akan digunakan bagi keperluan akuisisi serta belanja modal Perseroan maupun entitas anak. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026 untuk memperoleh persetujuan atas rencana tersebut.
Rincian Aksi Korporasi PMHMETD III PT Wahana Interfood Nusantara Tbk
Perseroan menargetkan penerbitan saham baru dari portepel dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Setiap saham baru yang diterbitkan dalam PMHMETD III ini memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk dalam hal hak atas dividen.
Selain penerbitan saham, Perseroan juga berencana menerbitkan waran yang akan menyertai saham hasil pelaksanaan rights issue tersebut. Jumlah waran yang akan diterbitkan paling banyak sebesar 35% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan. Baca juga: Kinerja Keuangan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Kuartal III 2025
Informasi mengenai kepastian harga pelaksanaan dan rasio final akan diungkapkan lebih lanjut di dalam prospektus mendatang. Seluruh mekanisme pengeluaran saham ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas POJK 32/2015.
Jadwal Lengkap Pelaksanaan PMHMETD III
Berikut adalah estimasi jadwal penting terkait rencana aksi korporasi PMHMETD III PT Wahana Interfood Nusantara Tbk:
| Agenda Kegiatan | Tanggal Estimasi / Keterangan |
| Pengumuman RUPSLB | 11 Maret 2026 |
| Penyelenggaraan RUPSLB | 17 April 2026 |
| Periode Efektif Pernyataan Pendaftaran | Maksimal 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB |
Pelaksanaan rights issue ini sangat bergantung pada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran segera setelah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam RUPSLB.
Rencana Penggunaan Dana Hasil Rights Issue
Manajemen Perseroan telah menetapkan arah penggunaan dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD III ini. Seluruh dana bersih, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan untuk membiayai akuisisi dan belanja modal (capital expenditure).
Langkah ini diambil untuk mendukung ekspansi bisnis Perseroan dan entitas anak di masa depan. Detail rincian mengenai perusahaan yang akan diakuisisi atau jenis belanja modal yang dimaksud akan dijabarkan secara eksplisit dalam prospektus.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Dampak bagi Investor dan Struktur Permodalan
Penerbitan saham baru dalam jumlah besar, yakni hingga 10,6 miliar lembar, akan memberikan dampak langsung pada struktur kepemilikan saham. Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya dalam PMHMETD III ini akan mengalami dilusi persentase kepemilikan saham secara proporsional.
Secara finansial, masuknya dana segar diharapkan dapat memperkuat posisi permodalan dan meningkatkan skala usaha Perseroan. Peningkatan portofolio bisnis melalui akuisisi diproyeksikan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian di masa mendatang.
Pemegang saham perlu mencermati bahwa keberhasilan aksi korporasi ini sangat bergantung pada ketersediaan pembeli siaga jika saham yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil bagian. Keputusan investasi harus didasarkan pada informasi yang tercantum dalam prospektus resmi yang akan diterbitkan kemudian.
Kondisi Keuangan Terkait
Pengembangan usaha melalui PMHMETD III diharapkan menjadi sumber pendanaan strategis untuk memperluas jangkauan pasar Perseroan. Skala usaha yang lebih besar melalui belanja modal diprediksi akan meningkatkan efisiensi operasional dan potensi laba bersih.
Manajemen menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini merupakan usulan yang masih memerlukan persetujuan formal dari regulator dan pemegang saham. Kondisi keuangan terkini akan menjadi basis dalam penentuan harga pelaksanaan yang wajar sesuai dengan peraturan pasar modal.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa tujuan utama PT Wahana Interfood Nusantara Tbk melakukan Rights Issue III? Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan akuisisi dan belanja modal Perseroan serta entitas anak guna meningkatkan skala usaha dan portofolio bisnis.
2. Kapan RUPSLB untuk persetujuan aksi korporasi ini dilaksanakan? RUPSLB dijadwalkan akan diselenggarakan pada hari Jumat, 17 April 2026.
3. Berapa jumlah maksimal saham baru yang akan diterbitkan? Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
4. Apakah pemegang saham lama akan terkena dilusi? Ya, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru dalam PMHMETD III akan mengalami dilusi kepemilikan saham.
Poin Penting bagi Investor
- Jumlah saham baru yang sangat besar mencapai 10,67 miliar lembar.
- Rencana penerbitan waran maksimal 35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
- Fokus penggunaan dana pada pertumbuhan anorganik (akuisisi) dan belanja modal.
- Kepastian harga pelaksanaan masih menunggu penerbitan prospektus resmi.
- Persetujuan akhir bergantung pada hasil RUPSLB tanggal 17 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi kakao dan cokelat (Cocoa & Chocolate Confectionery). Perusahaan memiliki kantor pusat dan pabrik yang berkedudukan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Raya Parakan Muncang, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan. Produk-produknya mencakup berbagai varian olahan cokelat yang ditujukan untuk pasar domestik maupun internasional.
Sumber Resmi: Keterbukaan Informasi IDX.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!