Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 377,89 miliar , mengalami penurunan 14,07% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 439,78 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 6,62% menjadi Rp 212,03 miliar , terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 165,86 miliar , turun 22,03%, didorong oleh penurunan signifikan pada pos uang muka perolehan aset tetap dan aset tetap neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 382,39 miliar , naik 11,91% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 179,13 miliar , meningkat 4,83%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang lain-lain.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 203,26 miliar , dengan kenaikan 18,99%, mencerminkan penambahan pada Medium term notes.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp (4,50) miliar (defisiensi modal), mengalami penurunan 104,59% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 98,07 miliar) , didorong oleh rugi bersih periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 111,46 miliar , turun 7,23% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 120,14 miliar.

Laba Bersih Laba bersih (rugi bersih) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (103,62) miliar , mengalami penurunan 156,3% YoY dari laba bersih (rugi bersih) periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (40,43) miliar. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan laba bruto , peningkatan beban umum & administrasi, serta munculnya beban operasi lain yang signifikan (termasuk penurunan nilai uang muka aset tetap).

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (115,27) , mencerminkan penurunan 153,7% YoY, sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,18x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,62x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 3,79%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -92,97%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -33,79% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -295,33% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): -84,99x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang mengalami defisiensi modal.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 430 per 30 Oktober 2025, PER tercatat -2,80x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi tidak dapat diukur secara wajar karena EPS negatif.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp (5,06), PBV perusahaan berada di level -84,98x, mencerminkan kondisi defisiensi modal perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tekanan berat pada profitabilitas dan solvabilitas. Penurunan pendapatan, pembengkakan rugi bersih, dan arus kas operasi yang masih negatif menjadi sinyal tantangan bagi perusahaan. Investor perlu memperhatikan kondisi defisiensi modal (ekuitas negatif) , beban keuangan yang tinggi , dan ketergantungan pada pendanaan eksternal yang menyebabkan peningkatan liabilitas yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here