PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) secara resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau Rights Issue ELPI. Perseroan membidik dana segar hingga Rp739,34 miliar dengan menerbitkan maksimal 2,11 miliar saham baru seharga Rp350 per lembar. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan, membiayai pengadaan tujuh unit kapal baru, serta meningkatkan likuiditas operasional untuk menghadapi proyeksi pertumbuhan sektor migas di tahun 2026.
Rincian Pelaksanaan Rights Issue ELPI dan Nilai Emisi
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2.112.420.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham. Setiap pemegang 200 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 5 Mei 2026 berhak atas 57 HMETD. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp350 per saham, sehingga total dana yang akan dihimpun mencapai maksimal Rp739.347.000.000.
PT Binaartha Sekuritas telah ditunjuk sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan menyerap sisa saham jika tidak diambil oleh pemegang saham lama. Adapun pemegang saham utama, yakni PT Kreasi Cipta Timur (PT KCT), Tan Christian Taniputra, dan Eka Taniputra, menyatakan tidak akan melaksanakan haknya. Hak tersebut akan dialihkan seluruhnya kepada PT GMT Kapital Asia (PT GKA).
Dana yang diperoleh dari Rights Issue ELPI ini akan dialokasikan untuk tiga keperluan utama setelah dikurangi biaya-biaya emisi. Sebesar 79% akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) berupa pengadaan offshore support vessel. Sisanya, sekitar 14% dialokasikan untuk likuiditas umum dan 7% untuk modal kerja operasional.
Jadwal Lengkap PMHMETD I ELPI
Berdasarkan keterbukaan informasi, berikut adalah jadwal lengkap rencana pelaksanaan penawaran umum terbatas ELPI:
| Keterangan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
| Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) | 9 Maret 2026 |
| Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran | 22 April 2026 |
| Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 30 April 2026 |
| Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 4 Mei 2026 |
| Tanggal Pencatatan (Recording Date) | 5 Mei 2026 |
| Periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD | 7 – 13 Mei 2026 |
| Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan | 20 Mei 2026 |
| Tanggal Pembayaran oleh Pembeli Siaga | 20 Mei 2026 |
| Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan | 21 Mei 2026 |
Baca juga: Jadwal Dividen ELPI 2025: PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Bagikan Rp126 Miliar
Dampak bagi Investor dan Dilusi Saham
Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya dalam PMHMETD I ini akan mengalami dilusi kepemilikan saham maksimal sebesar 22,18%. Struktur pemegang saham akan mengalami perubahan signifikan seiring masuknya PT GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham baru. Secara proforma, kepemilikan PT KCT akan menyusut dari 82,36% menjadi sekitar 64,10%.
PT GMT Kapital Asia diproyeksikan akan menguasai sekitar 18,85% saham ELPI setelah pelaksanaan HMETD hasil pengalihan dari pemegang saham utama. Sementara itu, porsi kepemilikan masyarakat akan terdilusi dari 15,00% menjadi sekitar 11,68% jika tidak berpartisipasi dalam penambahan modal ini. Investor perlu mencermati bahwa saham baru ini memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk hak atas dividen di masa depan.
Peningkatan modal ini diharapkan memperkuat rasio keuangan dan mendukung ekspansi armada untuk menangkap peluang di industri hulu migas. Namun, risiko fluktuasi harga minyak dan kurs dolar tetap menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi kinerja operasional perseroan.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan dan Rencana Penggunaan Dana
Sepanjang tahun 2025, ELPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun, turun 15,89% dibandingkan tahun sebelumnya akibat adanya proses docking kapal utama. Meskipun pendapatan menurun, laba tahun berjalan tetap terjaga di angka Rp209,19 miliar. Jumlah aset perseroan per 31 Desember 2025 tumbuh 27,16% menjadi Rp3,36 triliun, didorong oleh revaluasi aset tetap.
Rencana penggunaan dana belanja modal sebesar Rp517,8 miliar (estimasi 79%) akan difokuskan pada pengadaan kapal untuk proyek baru tahun 2026. Rinciannya meliputi pembelian kapal melalui skema joint venture senilai Rp359,8 miliar dan pembelian langsung senilai Rp158 miliar. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan utilisasi armada dan memperkuat pendapatan berulang (recurring income) dari segmen offshore.
FAQ
1. Berapa harga pelaksanaan Rights Issue ELPI? Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp350 per lembar saham.
2. Berapa rasio HMETD yang ditawarkan? Rasionya adalah 200:57, artinya setiap pemegang 200 saham lama berhak membeli 57 saham baru.
3. Kapan periode perdagangan HMETD ELPI berlangsung? Hak tersebut dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada periode 7 Mei hingga 13 Mei 2026.
4. Siapa yang menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi ini? PT Binaartha Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Emisi: Maksimal Rp739,34 miliar dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham.
- Risiko Dilusi: Maksimum sebesar 22,18% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
- Penggunaan Dana: Mayoritas (79%) untuk belanja modal pengadaan kapal offshore baru.
- Perubahan Pengendali: Masuknya PT GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham signifikan melalui pengalihan hak dari PT KCT.
- Jadwal Krusial: Recording date pada 5 Mei 2026 dan periode pelaksanaan 7–13 Mei 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik, khususnya penyediaan kapal pendukung untuk industri minyak dan gas bumi. Berpusat di Surabaya, Perseroan mengoperasikan berbagai jenis armada mulai dari Crew Boat hingga Offshore Support Vessel untuk melayani kebutuhan klien di wilayah perairan Indonesia.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Penambahan Modal ELPI
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!