PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp200 miliar atau setara 339.716.500 lembar saham mulai Juni 2026. Aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan keyakinan pasar terhadap nilai serta prospek masa depan Perseroan melalui penggunaan dana internal tanpa pinjaman. Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Mei 2026.
Rincian Aksi Korporasi Buyback Saham JTPE 2026
Perseroan telah menyiapkan anggaran sebesar-besarnya Rp200.000.000.000 (dua ratus miliar rupiah) untuk menyerap kembali saham yang beredar di masyarakat. Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh JTPE adalah maksimal 339.716.500 lembar saham atau setara dengan 5% dari modal disetor.
Harga maksimal pembelian kembali ditetapkan sebesar Rp850 per lembar saham dengan memperhatikan regulasi pasar modal yang berlaku. Pembelian akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai perantara pedagang efek.
Jadwal Lengkap Pelaksanaan Buyback JTPE
Pelaksanaan buyback saham ini mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023 dengan rincian jadwal sebagai berikut:
| Tahapan Aksi Korporasi | Perkiraan Tanggal |
| Penyampaian Pemberitahuan Keterbukaan Informasi | 22 April 2026 |
| Pelaksanaan RUPS Terkait Persetujuan Buyback | 29 Mei 2026 |
| Periode Pelaksanaan Buyback Saham | 1 Juni 2026 – 29 Mei 2027 |
| Batas Waktu Maksimal | 12 Bulan setelah RUPS |
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Pembelian Kembali Saham JTPE 2026
Dampak bagi Investor dan Struktur Modal
Aksi korporasi ini akan berdampak pada penurunan jumlah saham yang beredar di pasar, yang secara teoritis dapat meningkatkan nilai laba per saham (earnings per share). Berdasarkan proforma per 31 Desember 2025, laba per lembar saham diproyeksikan naik dari Rp51,29 menjadi Rp54,45 setelah buyback.
Manajemen menegaskan bahwa buyback tidak akan membuat saham yang beredar di publik (free float) menjadi kurang dari 15% dari modal disetor. Selain itu, terdapat larangan bagi komisaris, direktur, dan pemegang saham utama untuk melakukan transaksi atas saham Perseroan selama periode pembelian kembali berlangsung.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan dan Sumber Dana Perseroan
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk menggunakan kas internal untuk mendanai aksi korporasi ini dan memastikan tidak menggunakan dana pinjaman. Penggunaan dana tersebut akan mengakibatkan penurunan nilai aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp200 miliar.
Meskipun aset berkurang, Perseroan meyakini posisi likuiditas dan arus kas tetap memadai untuk mendukung kegiatan operasional rutin. Pendapatan Perseroan diperkirakan tidak akan mengalami penurunan akibat dari pelaksanaan buyback saham tersebut.
FAQ Terkait Buyback Saham JTPE
Berapa harga maksimal pembelian kembali saham JTPE? Harga maksimal pembelian kembali saham yang ditetapkan oleh Perseroan adalah Rp850 per lembar saham.
Apa tujuan utama Perseroan melakukan buyback? Tujuan utama adalah meningkatkan keyakinan akan nilai dan prospek masa depan Perseroan serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Apakah buyback ini akan mengganggu operasional perusahaan? Tidak, manajemen menyatakan bahwa buyback tidak memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional, dan pertumbuhan Perseroan.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Buyback: Maksimal Rp200 miliar menggunakan kas internal.
- Volume Saham: Maksimal 339.716.500 lembar saham (5% dari modal disetor).
- Efek Laba: Proyeksi peningkatan laba per saham dari Rp51,29 menjadi Rp54,45.
- Periode: Berlangsung selama satu tahun mulai Juni 2026 hingga Mei 2027.
Profil Singkat Perusahaan
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) adalah perusahaan yang berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur, dan bergerak di bidang industri percetakan produk sekuriti terintegrasi. Perusahaan mengoperasikan kantor pusat di Jalan Raya Betro No. 21, Sedati, Sidoarjo.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin


