ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Menghitung Valuasi Mimpi ARTO?

$ARTO menjadi the most hot stock in the market saat ini karena banyak investor dan trade yang ride the wave of Gojek-Tokopedia. Di Maret 2021, Tokopedia masih membantah akan merger dengan Gojek. Tapi akhirnya Mei 2021 resmi merger.

Sama seperti ARTO juga dulu. 2019 pihak ARTO dan Gojek membantah akan kolaborasi. Desember 2020 ternyata ARTO resmi diakusisi Gojek di harga 1150.

Kenaikan harga saham ARTO sejak rumor muncul di 2019 sampai sekarang mencapai 4150%. Grafiknya bisa dilihat di sini.

Kenaikan harga saham ARTO sejak kabar akusisi resmi di Desember 2020 hingga saat ini mencapai 260%. Grafiknya bisa dilihat di sini.

Nampaknya di zaman sekarang kalau mau cuan harus berani spekulasi dalam rumor seperti kata pepatah “buy on rumor, sell on news and victory favors the bold.” Semua yang berbau Gojek Tokopedia (GoTo) jadi tempat spekulasi. $MLPL $MPPA ikutan dapat berkah.

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah sampai kapan semua saham yang bernuansa GoTo akan rally? Forever? Atau akan stop rally setelah semuanya sudah terang benderang. Only God knows.

Perbandingan Dengan Bank Lain

Saat ini market cap ARTO adalah 161,772 Milyar atau 161 Triliun rupiah. Dari sisi Market Cap, ARTO sudah menjadi bank terbesar nomor 4 di bursa. Jauh melebihi market cap bank besar lain seperti $BBNI $BRIS BNLI hingga PNBN.

Padahal jumlah asset ARTO hanya 9,2 Triliun rupiah, market cap 161 Triliun. Nilai market cap ARTO 17 kali lipat lebih besar dari nilai assetnya. Bandingkan dengan BBNI yang memiliki nilai asset 862 Triliun tapi hanya dihargai dengan market capital 99,3 Triliun.

Saat ini saya melihat banyak bank BUKU 4 seperti BNGA BDMN PNBN dan soon BTPN justru tidak diapresiasi market. Keempat bank BUKU 4 ini malah memiliki market capital yang jauh lebih kecil dari market cap saham BANK yang assetnya hanya 1,2 Triliun.

Bahkan kalau market cap BNGA + BDMN + PNBN + BTPN dikombinasikan, masih kalah dengan market cap ARTO.

Market cap BNGA 24,x T + BDMN 23,x T + BTPN 22,x T + PNBN 21,x T = 90-93 Triliun saja

Market cap ARTO 160 Triliun.

Di harga sekarang, nilai market cap ARTO bisa untuk mengakuisisi BNGA BDMN BTPN PNBN.

Menurut saya ini speculation at the maximum steroid.

Market madness? Entahlah. Let time will tell.

No Saham Harga PBV Marcap Asset
1 BBCA 31,775.00 4.38 783,412.94 B 1,090,381.56 B
2 BBRI 4,060.00 2.54 500,783.99 B 1,511,804.63 B
3 BMRI 5,900.00 1.52 275,333.33 B 1,584,067.17 B
4 ARTO 11,675.00 19.87 161,771.72 B 9,243.67 B
5 BBNI 5,325.00 0.86 99,304.10 B 862,442.62 B
6 BRIS 1,850.00 3.37 75,907.74 B 234,427.00 B
7 BNLI 2,060.00 1.63 57,768.04 B 203,468.71 B
8 MEGA 7,950.00 3.51 55,362.01 B 111,592.19 B
9 BANK 3,240.00 36.95 42,745.56 B 1,221.49 B
10 BNII 358.00 1.02 27,285.04 B 173,707.56 B
11 BNGA 965.00 0.59 24,252.00 B 272,546.55 B
12 BDMN 2,380.00 0.54 23,261.06 B 193,992.66 B
13 BTPN 2,780.00 0.70 22,654.52 B 174,720.18 B
14 MAYA 1,830.00 1.33 21,653.23 B 86,652.48 B
15 PNBN 890.00 0.50 21,438.00 B 206,643.98 B
16 BTPS 2,710.00 3.34 20,877.03 B 17,296.68 B
17 NISP 810.00 0.62 18,585.69 B 207,746.53 B
Valuasi Mimpi?

Lalu apa yang menjustifikasi valuasi ARTO hingga memiliki market capital seperti itu?

Premis awalnya adalah semua user dan driver Gojek akan menjadi nasabah ARTO. Jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU) Gojek di 2020 mencapai 38 juta orang.

Jika pakai premis bahwa semua pengguna aktif menjadi nasabah ARTO dan simpanan teoritis para user 1 juta rupiah per orang, maka potensi dana pihak ketiga yang bisa diraup ARTO adalah 1.000.000 x 38.000.000 = 38.000.000.000.000 = 38 Triliun rupiah.

Berhubung Gojek sudah merger dengan Tokopedia, maka kita gunakan premis baru dengan melihat berapa jumlah user Tokopedia. Berdasarkan data 2021, jumlah pengguna aktif Tokopedia adalah 100 juta orang. Jika semua pengguna aktif dipaksa menabung di ARTO 1 juta rupiah maka potensi dana yang bisa diraup oleh ARTO adalah 1.000.000 x 100.000.000 = 100.000.000.000.000 = 100 Triliun rupiah.

Jika menggunakan premis kedua maka valuasi ARTO yang sekarang 161 Triliun jadi kelihatan masuk akal.

Sebagai contoh: BBCA dana pihak ketiga 843 Triliun, market cap 783 Triliun. BBRI dana pihak ketiga 1121 Triliun, market cap 500 Triliun.

Tapi asumsi yang saya gunakan ini adalah asumsi yang sangat disederhanakan untuk melihat bahwa valuasi ARTO masuk akal atau tidak.

Berangkat dari nilai 100 Triliun dana pihak ketiga, jika LDR atau rasio antara pinjaman yang disalurkan dengan dana pihak ketiga ARTO adalah 85% maka potensi pinjaman yang bisa disalurkan ARTO adalah 85 Triliun.

Jika pakai asumsi NIM atau net interest margin ARTO adalah 4%, maka potensi laba ARTO dari bunga adalah 85 triliun x 4% = 3,4 triliun.

Not bad. Sebagai pembanding, laba bersih BBNI tahun lalu adalah 3,2 Triliun. PNBN 3,1 Triliun. MEGA 3 Triliun.

Jadi secara tidak langsung proyeksi laba ARTO yang 3,4 Triliun itu memang sudah setara dengan laba bank-bank besar di Indonesia

TAPI………..

Semua hitungan di atas hanyalah ASUMSI dan PROYEKSI. Nilai riilnya belum ada. Nilai riil ARTO saat ini bisa di lihat di sini.

Semua hitungan dan asumsi di atas masih berada di awang – awang. Siapa yang bisa menjamin ARTO akan mendapatkan dana pihak ketiga hingga 100 Triliun? Siapa yang bisa menjamin semua pengguna Tokopedia akan buka rekening di ARTO dan simpan dana minimal 1 juta di ARTO?

Kalau semua asumsi di atas bisa tercapai maka valuasi ARTO yang sekarang bisa terjustifikasi. The problem is siapa yang bisa menjamin semua itu akan terwujud?

Menurut saya valuasi ARTO yang sekarang adalah gambaran harapan masa depan orang-orang.

BBCA dan BBRI butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa mendapatkan dana pihak ketiga lebih dari 100 Triliun. Jadi tak ada yang instan dalam dunia perbankan.

Apakah mungkin ARTO akan mendapatkan aset instan yang langsung setara seperti bank besar Indonesia? Mungkin saja. Bedanya BBCA BBRI dengan ARTO yang sekarang adalah zaman dulu BBCA BBRI tumbuh tanpa banyak disrupsi teknologi. ARTO yang sekarang bisa tumbuh dengan lebih cepat dengan bantuan teknologi.

Tapi apa mungkin BBCA BBRI dan bank besar lainnya akan tinggal diam ketika market share-nya direbut oleh ARTO dan bank digital lainnya? Dan apakah nasabah-nasabah bank besar ini mau pindah ke ARTO? Time will tell.

Tinggal kita lihat apakah nanti valuasi ARTO yang berada di awang-awang mimpi ini akan terwujud menjadi nyata. Saya sendiri tidak bisa menebaknya karena saya tidak punya crystal ball.

Kalau yakin akan terwujud, buy and hold. Kalau tidak yakin akan terwujud, jauhi atau sekalian saja shortsell. Tidak perlu berkelahi hanya karena beda pandangan.

Boom or bust.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print

Leave a Reply