Harga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tercatat berada pada level Rp10.200 per lembar pada penutupan perdagangan 8 April 2026. Laporan keuangan tahun penuh 2025 menunjukkan adanya penyesuaian pada pos pendapatan dan laba bersih di tengah volatilitas pasar komoditas. Artikel ini akan menyajikan analisa saham AADI secara objektif guna memberikan gambaran fundamental bagi investor.
Kinerja Keuangan dan Analisa Saham AADI Tahun Buku 2025
Kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025 mencerminkan strategi efisiensi di tengah penurunan harga jual rata-rata komoditas. Berikut adalah rincian performa posisi keuangan dan laba rugi entitas.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Komponen | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan (%) |
| Total Aset | US$5.706.276 | US$5.992.658 | -4,78% |
| Aset Lancar | US$1.796.272 | US$2.214.052 | -18,87% |
| Aset Tidak Lancar | US$3.910.004 | US$3.778.606 | +3,48% |
| Total Liabilitas | US$2.056.648 | US$2.629.176 | -21,78% |
| Liabilitas Jangka Pendek | US$922.656 | US$872.699 | +5,72% |
| Liabilitas Jangka Panjang | US$1.133.992 | US$1.756.477 | -35,44% |
| Total Ekuitas | US$3.649.628 | US$3.363.482 | +8,51% |
Data dalam ribuan US$
Total aset perusahaan mengalami penurunan tipis sebesar 4,78% yang didorong oleh penyusutan kas dan setara kas dari US$1,51 miliar menjadi US$925,4 juta. Penurunan posisi kas ini berbanding lurus dengan upaya perusahaan dalam mengurangi beban utang jangka panjang.
Struktur permodalan terlihat semakin solid dengan peningkatan total ekuitas menjadi US$3,65 miliar. Liabilitas jangka panjang berkurang signifikan sebesar 35,44% seiring dengan pelunasan utang bank dan pinjaman pihak berelasi.
B. Laporan Laba Rugi
| Komponen | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan YoY |
| Pendapatan | US$4.910.263 | US$5.319.582 | -7,70% |
| Laba Kotor | US$1.261.695 | US$1.465.951 | -13,93% |
| Laba Usaha | US$1.042.680 | US$1.481.217 | -29,61% |
| Laba Bersih (Pemilik Entitas Induk) | US$760.180 | US$1.210.798 | -37,22% |
| EPS (Dasar) | US$0,09762 | US$0,17126 | -43,00% |
Data dalam ribuan US$, kecuali EPS
Pendapatan usaha tercatat menurun 7,70% menjadi US$4,91 miliar akibat normalisasi harga komoditas batubara di pasar global. Meskipun beban pokok pendapatan berhasil ditekan sebesar 5,32%, margin laba tetap mengalami kontraksi.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi US$760,1 juta dari periode sebelumnya yang mencapai US$1,21 miliar. Penurunan ini secara langsung mengoreksi nilai laba per saham (Earnings Per Share) perusahaan secara signifikan.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,95x | Likuiditas jangka pendek sangat kuat. |
| Quick Ratio | 1,85x | Kemampuan bayar cepat tanpa persediaan sangat baik. |
| Gross Profit Margin | 25,69% | Efisiensi produksi masih terjaga di level moderat. |
| Net Profit Margin | 15,48% | Profitabilitas bersih masih tergolong kompetitif. |
| ROA | 13,32% | Efektivitas pemanfaatan aset dalam mencetak laba cukup tinggi. |
| ROE | 22,80% | Imbal hasil terhadap modal pemegang saham sangat atraktif. |
| DER | 0,56x | Risiko struktur utang terhadap ekuitas sangat rendah. |
Analisis berdasarkan data Laporan Keuangan 2025
Berdasarkan rasio likuiditas, perusahaan memiliki profil risiko keuangan yang konservatif dengan Current Ratio mendekati 2 kali lipat. Angka ini menunjukkan perusahaan memiliki bantalan modal kerja yang cukup untuk operasional jangka pendek.
Efisiensi operasional tercermin dari ROE sebesar 22,80%, yang berarti manajemen mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham. Posisi utang (DER) di angka 0,56x menunjukkan kemandirian finansial yang kuat terhadap pinjaman luar.
D. Valuasi Saham
Valuasi dihitung menggunakan harga penutupan Rp10.200 per lembar saham pada 8 April 2026.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 6,27x | Valuasi tergolong murah (undervalued) secara historis. |
| PBV | 1,43x | Harga pasar berada sedikit di atas nilai buku aset bersih. |
Konversi nilai menggunakan kurs catatan laporan keuangan: Rp10.000 = US$0,60
Secara relatif, PER sebesar 6,27x menunjukkan bahwa pasar mengapresiasi saham ini dengan kelipatan laba yang cukup rendah. Nilai PBV 1,43x mengindikasikan harga saham saat ini masih berada dalam rentang wajar untuk perusahaan di sektor energi dan pertambangan.
Kesimpulan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk menunjukkan ketahanan fundamental melalui struktur neraca yang sehat dan pengurangan beban utang yang signifikan pada 2025. Meskipun laba bersih terkoreksi 37,22% akibat normalisasi harga komoditas, profitabilitas tetap terjaga dengan ROE di atas 20%. Valuasi saat ini menawarkan potensi menarik bagi investor yang mengutamakan kesehatan neraca jangka panjang.
Profil Singkat Perusahaan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (dahulu PT Alam Tri Abadi) merupakan entitas yang bergerak di bidang pertambangan batubara, perdagangan, serta jasa logistik. Perusahaan mengoperasikan konsesi tambang melalui anak usaha seperti PT Adaro Indonesia yang memiliki IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak di Kalimantan Selatan. Sejak Desember 2024, perusahaan telah tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!