PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) telah merilis laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025. Meskipun mencatatkan pertumbuhan tipis pada sisi pendapatan, laba bersih perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Analisis berikut akan membedah profil kinerja keuangan ACES serta posisi valuasi sahamnya berdasarkan harga penutupan pasar per 7 April 2026.
Analisis Kinerja Keuangan ACES
Penilaian kesehatan finansial perusahaan ritel ini mencakup analisis posisi neraca, perhitungan laba rugi, serta rasio-rasio keuangan esensial untuk mengukur efektivitas operasional sepanjang tahun 2025.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Berikut adalah ringkasan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian:
| Komponen | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan |
| Total Aset | Rp8.521.586.931.225 | Rp8.191.411.810.234 | +4,03% |
| Aset Lancar | Rp6.056.845.692.139 | Rp5.949.615.860.570 | +1,80% |
| Aset Tidak Lancar | Rp2.464.741.239.086 | Rp2.241.795.949.664 | +9,95% |
| Total Liabilitas | Rp1.924.323.507.638 | Rp1.679.077.942.666 | +14,61% |
| Liabilitas Jangka Pendek | Rp963.986.595.998 | Rp873.386.308.689 | +10,37% |
| Liabilitas Jangka Panjang | Rp960.336.911.640 | Rp805.691.633.977 | +19,19% |
| Total Ekuitas | Rp6.597.263.423.587 | Rp6.512.333.867.568 | +1,30% |
Total aset ACES mengalami pertumbuhan sebesar 4,03%, yang didorong oleh peningkatan aset tidak lancar, terutama pada akun aset hak guna yang naik menjadi Rp1,33 triliun. Kas dan setara kas menunjukkan posisi yang sangat kuat dengan kenaikan saldo menjadi Rp2,31 triliun pada akhir 2025.
Hal ini memberikan fleksibilitas likuiditas yang tinggi bagi perusahaan dalam mendanai aktivitas operasional maupun ekspansi gerai baru.
Sisi liabilitas mencatatkan kenaikan sebesar 14,61%, di mana kontributor utamanya adalah peningkatan liabilitas sewa dan liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang. Meskipun liabilitas meningkat, struktur permodalan perusahaan tetap terjaga dengan pertumbuhan ekuitas yang positif, meskipun terbatas akibat pembagian dividen kas sebesar Rp579,87 miliar selama periode berjalan.
Secara keseluruhan, struktur keuangan ACES masih mencerminkan profil risiko yang rendah.
B. Laporan Laba Rugi
Performa profitabilitas perusahaan selama tahun 2025 diringkas dalam tabel di bawah ini:
| Komponen | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan YoY |
| Pendapatan Bersih | Rp8.638.654.030.708 | Rp8.582.510.248.665 | +0,65% |
| Laba Kotor | Rp4.115.142.069.746 | Rp4.182.798.787.702 | -1,62% |
| Laba Usaha | Rp874.698.946.317 | Rp1.166.963.783.035 | -25,05% |
| Laba Bersih (Pemilik Induk) | Rp668.726.413.112 | Rp892.043.887.177 | -25,03% |
| EPS | Rp38,96 | Rp51,97 | -25,03% |
Faktor utama yang mempengaruhi penurunan kinerja laba adalah membengkaknya beban usaha yang mencapai Rp3,49 triliun, atau naik sekitar 10,46% dibandingkan tahun 2024. Kenaikan beban ini terutama berasal dari biaya gaji, bonus, dan tunjangan karyawan, serta peningkatan beban penyusutan aset hak guna dan aset tetap seiring dengan operasional 265 gerai ritel.
Meskipun perusahaan tidak lagi menanggung beban royalti kepada Ace Hardware Corporation pada tahun 2025 (Rp0 dibanding Rp45,38 miliar pada 2024), penghematan tersebut belum mampu mengompensasi kenaikan biaya operasional lainnya. Akibatnya, margin laba usaha tertekan secara signifikan, yang berdampak langsung pada penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 25,03%.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan berikut memberikan gambaran mendalam mengenai efisiensi dan kekuatan finansial ACES:
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 6,28x | Likuiditas jangka pendek sangat kuat. |
| Quick Ratio | 2,99x | Mampu memenuhi kewajiban tanpa mengandalkan persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 47,64% | Kemampuan penetapan harga masih relatif stabil. |
| Margin Laba Bersih | 7,67% | Profitabilitas bersih mengalami penurunan signifikan. |
| ROA | 7,77% | Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba. |
| ROE | 10,14% | Imbal hasil atas ekuitas bagi pemegang saham. |
| DER | 0,29x | Tingkat utang sangat rendah dan aman. |
Secara fundamental, ACES memiliki ketahanan likuiditas yang sangat baik dengan current ratio di atas 6 kali, jauh melampaui rata-rata industri ritel. Struktur modal sangat konservatif dengan debt-to-equity ratio (DER) hanya 0,29 kali, menunjukkan bahwa perusahaan hampir tidak memiliki risiko gagal bayar utang jangka panjang.
Namun, penurunan ROE menjadi 10,14% mengindikasikan adanya penurunan efisiensi dalam menghasilkan laba dari modal yang diinvestasikan dibandingkan periode sebelumnya.
Valuasi Saham
Berdasarkan harga closing 7 April 2026 sebesar Rp356, berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 9,14x | Relatif murah jika dibandingkan rata-rata historis. |
| PBV | 0,93x | Diperdagangkan di bawah nilai buku ekuitasnya. |
Valuasi ACES saat ini berada pada level yang tergolong diskon. Dengan rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 0,93x (di bawah 1 kali), harga pasar saham saat ini lebih rendah daripada nilai buku ekuitas per sahamnya (Rp380,94).
Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 9,14x juga terhitung cukup atraktif bagi investor jangka panjang, mengingat rekam jejak perusahaan dalam membagikan dividen secara rutin. Namun, investor perlu mencermati apakah tren penurunan laba akan berlanjut atau perusahaan mampu melakukan efisiensi beban di tahun 2026.
Kesimpulan
Kinerja keuangan ACES sepanjang tahun 2025 menunjukkan tantangan pada sisi efisiensi biaya operasional yang menyebabkan laba bersih terkontraksi lebih dari 25%. Meskipun demikian, perusahaan memiliki neraca yang sangat sehat dengan kas melimpah dan utang yang sangat rendah.
Dari sisi valuasi, harga saham saat ini berada pada area diskon secara fundamental, yang memberikan margin keamanan bagi investor, namun tetap dibayangi oleh tekanan margin profitabilitas.
Profil Singkat Perusahaan
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (sebelumnya PT Ace Hardware Indonesia Tbk) adalah pionir ritel di Indonesia yang berfokus pada kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1995 ini mengoperasikan 265 gerai di 29 provinsi dan merupakan bagian dari Kawan Lama Group.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!