Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Unilever Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang signifikan dengan adanya aksi korporasi besar berupa penjualan unit bisnis Es Krim yang mempengaruhi profitabilitas dan posisi kas perusahaan. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2025.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp20.017.339 juta, mengalami kenaikan 24,7% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp16.046.195 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh signifikan 99,7% menjadi Rp10.544.623 juta, terutama dipengaruhi oleh lonjakan pada kas dan setara kas yang mencapai Rp5,7 triliun (naik dari Rp671 miliar di 2024) serta adanya aset yang dimiliki untuk dijual sebesar Rp276 miliar.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp9.472.716 juta, turun 12,0%, didorong oleh penurunan aset tetap yang signifikan menjadi Rp7,1 triliun dari sebelumnya Rp9,3 triliun, sebagian akibat pelepasan aset terkait unit bisnis Es Krim.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp15.542.221 juta, naik 11,8% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp14.222.619 juta, meningkat 20,2%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang pajak penghasilan badan yang melonjak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp1.319.602 juta, dengan penurunan 36,1%, mencerminkan perubahan struktur kewajiban jangka panjang perusahaan, termasuk penurunan liabilitas imbalan kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp4.475.118 juta, naik drastis 108,2% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan sebagai hasil dari laba bersih tahun berjalan yang melonjak.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama tahun 2025, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp31.943.461 juta, naik 4,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30.622.614 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan stabilitas penjualan dari operasi yang dilanjutkan (setelah pemisahan unit Es Krim).

Laba Bersih 

Laba tahun berjalan mencapai Rp7.641.161 juta, naik tajam 126,8% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3.368.693 juta. Lonjakan laba ini terutama disebabkan oleh keuntungan satu kali (one-off gain) dari penjualan operasi yang dihentikan (bisnis Es Krim) yang menyumbang laba sebesar Rp4,1 triliun, di samping laba dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp3,5 triliun.

Earnings per Share (EPS) 

EPS dasar tercatat sebesar Rp201 (gabungan operasi dilanjutkan dan dihentikan), mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya (Rp88), sejalan dengan lonjakan laba bersih akibat aksi korporasi divestasi.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,74x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek masih berada di bawah 1x, namun membaik dari sisi ketersediaan kas.
  • Quick Ratio: 0,57x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dan beban dibayar dimuka dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 46,9%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan bersih (GPM dihitung dari operasi yang dilanjutkan).
  • Margin Laba Bersih: 23,9%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi tahun ini karena adanya keuntungan divestasi bisnis Es Krim.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 38,2%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih yang luar biasa tahun ini.
  • Return on Equity (ROE): 170,7%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang sangat tinggi akibat basis ekuitas yang lebih rendah dibanding total aset dan laba jumbo.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 3,47x, menunjukkan tingkat ketergantungan pada utang yang masih cukup tinggi dibandingkan ekuitas, meskipun ekuitas telah meningkat.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp2.260 per 11 Februari 2026, PER tercatat 11,2x, mengindikasikan valuasi yang terlihat lebih murah dibandingkan historisnya karena lonjakan EPS dari one-off gain.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp117, PBV perusahaan berada di level 19,3x, mencerminkan premium valuasi pasar yang tetap tinggi terhadap nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan anomali positif yang signifikan pada bottom line, didorong oleh divestasi strategis unit bisnis Es Krim yang menghasilkan kas besar dan laba dari operasi yang dihentikan. Meskipun Current Ratio masih di bawah 1, posisi kas perusahaan menguat tajam menjadi Rp5,7 triliun, memberikan fleksibilitas likuiditas yang lebih baik.Pertumbuhan pendapatan sebesar 4,3% dari operasi yang dilanjutkan menandakan bisnis inti (core business) masih tumbuh moderat di tengah tantangan pasar. Namun, investor perlu memperhatikan bahwa lonjakan laba bersih dan EPS tahun ini bersifat one-off (tidak berulang), dan fokus ke depan akan tertuju pada kemampuan perusahaan memacu pertumbuhan organik dari segmen Home and Personal Care serta Foods yang tersisa.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here