Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) Tahun 2025

Pada tahun penuh yang berakhir 31 Desember 2025, PT Satria Mega Kencana Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp415.202.029.493, mengalami penurunan 1,41% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp421.142.412.615.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 3,08% menjadi Rp13.642.610.031, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta uang muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp401.559.419.462, turun 1,35% yang didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap akibat akumulasi penyusutan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp235.922.799.891, naik 4,32% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp226.154.707.606.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp24.190.055.974, meningkat signifikan sebesar 70,72% dari Rp14.169.398.435, terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain pihak berelasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp211.732.743.917, dengan penurunan tipis 0,12%, mencerminkan stabilitas pada struktur pendanaan jangka panjang seperti utang bank dan pihak berelasi.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp179.279.229.602, turun 8,06% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan defisit saldo laba akibat kerugian tahun berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama tahun 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp20.728.192.009, turun 8,09% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22.552.571.484. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pendapatan dari segmen kamar hotel.

Laba Bersih 

Rugi bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp15.626.956.255, membaik sebesar 5,94% YoY dari rugi bersih Rp16.613.735.288 pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini sebagian disebabkan oleh efisiensi pada beban pokok pendapatan yang menurun seiring penurunan pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

Earnings per Share (EPS) dasar tercatat sebesar Rp-15,63, mencerminkan perbaikan dibandingkan kerugian per saham sebesar Rp-16,61 pada tahun sebelumnya, sejalan dengan penurunan rugi bersih entitas.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,56x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang terbatas dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar, mengingat liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,54x, mengindikasikan likuiditas yang ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Gross Profit Margin: 62,39%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari pendapatan usaha, meskipun pendapatan menurun.
  • Net Profit Margin: -75,39%, mencerminkan bahwa perusahaan masih membukukan kerugian bersih yang signifikan relatif terhadap pendapatannya.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -3,76%, menilai efektivitas pemanfaatan aset yang masih menghasilkan kerugian bersih.
  • Return on Equity (ROE): -8,72%, menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham akibat defisit yang dialami.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,32x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan di mana kewajiban melebihi ekuitas, menandakan tingkat leverage yang moderat namun perlu diperhatikan karena ekuitas yang tergerus rugi.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp2.300 per 10 Februari 2026, PER tercatat -147,15x, mengindikasikan bahwa perusahaan masih dalam posisi merugi (net loss).

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp179,28, PBV perusahaan berada di level 12,83x, mencerminkan valuasi pasar yang premium dibandingkan nilai buku ekuitasnya, yang mungkin didorong oleh ekspektasi pasar atau nilai aset properti.


Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Satria Mega Kencana Tbk selama tahun 2025 menunjukkan tantangan pada sisi top-line dengan penurunan pendapatan usaha, namun perusahaan berhasil menekan kerugian bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi likuiditas jangka pendek memerlukan perhatian khusus karena kewajiban lancar melebihi aset lancar, sementara struktur permodalan menunjukkan peningkatan ketergantungan pada liabilitas seiring tergerusnya ekuitas.

Meskipun margin laba kotor masih terjaga di level yang sehat, investor perlu memperhatikan kemampuan perusahaan untuk membalikkan posisi net loss menjadi profitabilitas serta strategi manajemen dalam mengelola kewajiban jangka pendek dan leverage keuangan di masa mendatang.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here