Pada tahun 2025, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp463,92 miliar, mengalami penurunan 1,11% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp469,16 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 9,32% menjadi Rp122,46 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada pos persediaan lancar.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp341,47 miliar, naik 2,20%, didorong oleh munculnya pos properti investasi hasil reklasifikasi dari persediaan unit siap jual.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp65,84 miliar, turun 16,50% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp25,82 miliar, menurun 26,29%, terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp40,03 miliar, dengan penurunan 8,68%, mencerminkan pengurangan pada beban pinjaman jangka panjang dan utang lain-lain.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp398,08 miliar, naik 1,99% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama 12 bulan tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp69,06 miliar, naik 6,21% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,02 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan rumah kepada pihak ketiga.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp7,65 miliar, naik 32,21% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan laba kotor dan penurunan beban umum serta administrasi.
Earnings per Share (EPS)
- Earnings per Share (EPS) tercatat sebesar Rp1,04, mencerminkan kenaikan 33,33% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 4,74x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar berada pada level yang sangat mencukupi.
- Quick Ratio: 1,16x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar namun tetap berada di atas ambang batas aman.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 32,03%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan produk real estat.
- Margin Laba Bersih: 11,08%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 1,65%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 1,92%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,17x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dengan tingkat ketergantungan yang rendah terhadap utang berbunga.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER)
Berdasarkan harga penutupan saham Rp96 per 17 Maret 2026, Price to Earnings Ratio (PER) tercatat 92,31x, mengindikasikan valuasi yang cukup tinggi atau premium dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan laba bersihnya.
Price to Book Value (PBV)
Dengan nilai buku per saham sebesar Rp53,97, Price to Book Value (PBV) perusahaan berada di level 1,78x, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap nilai aset dan prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk selama tahun 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, meskipun terdapat penurunan tipis pada total aset akibat reklasifikasi internal.
Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan dalam sektor real estat. Namun, investor perlu memperhatikan tingkat valuasi pasar yang cukup tinggi serta risiko makroekonomi yang dapat mempengaruhi daya beli sektor properti pada periode selanjutnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!