Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar $6,751 miliar, mengalami kenaikan 2,00% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar $6,619 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 23,75% menjadi $685,47 juta, terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada uang muka dan beban dibayar di muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar $6,066 miliar, relatif stabil (naik 0,02%) dibandingkan akhir tahun 2024.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai $8,288 miliar, naik 3,99% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar $7,971 miliar.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar $1,248 miliar, meningkat 6,38%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi $7,040 miliar, dengan kenaikan 3,58%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama kenaikan pinjaman jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar -$1,537 miliar (defisiensi modal), mengalami penurunan 13,72% (defisiensi modal bertambah) dibandingkan 31 Desember 2024 yang sebesar -$1,352 miliar. Hal ini didorong oleh rugi yang dicatatkan selama periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai $2,390 miliar, turun 6,70% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $2,562 miliar. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan pendapatan dari penerbangan berjadwal.

Laba Bersih

  • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai -$182,54 juta, atau kerugian membengkak 39,09% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi -$131,22 juta. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha sementara beberapa beban usaha seperti pemeliharaan dan perbaikan meningkat.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS (Rugi per Saham) tercatat sebesar -$0,00200, mencerminkan perbaikan 59,76% YoY dari -$0,00497 di periode yang sama tahun lalu.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,55x. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih sangat terbatas.
  • Quick Ratio: 0,49x. Rasio ini mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan ($76,17 juta) dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Usaha (Hasil Segmen): 4,33%. Perusahaan masih mencatatkan hasil segmen (laba usaha) positif sebesar $103,47 juta dari total pendapatan.
  • Margin Laba Bersih: -7,64%. Perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar 7,64% dari total pendapatannya.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -2,70%. Pemanfaatan aset perusahaan dalam menghasilkan laba bersih masih negatif.
  • Return on Equity (ROE): 11,87%. Angka ini positif namun tidak dapat diartikan secara normal (menyesatkan), karena merupakan hasil pembagian antara rugi bersih (negatif) dengan total ekuitas (negatif).

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): -5,39x. Rasio ini negatif karena perusahaan berada dalam kondisi defisiensi modal (ekuitas negatif), menunjukkan kewajiban jauh melebihi aset yang didanai oleh ekuitas.

Kesimpulan

Kinerja keuangan GIAA selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan berat yang berkelanjutan. Meskipun perusahaan berhasil mencatatkan laba usaha (hasil segmen) dan memperbaiki rasio rugi per saham (EPS), pendapatan usaha secara keseluruhan menurun dan rugi bersih membengkak.

Tantangan terbesar tetap berada di neraca. Likuiditas sangat ketat (Current Ratio 0,55x) dan perusahaan masih beroperasi dalam kondisi defisiensi modal yang semakin memburuk menjadi -$1,537 miliar. Hal ini membuat rasio solvabilitas dan valuasi berbasis buku menjadi negatif, mengindikasikan situasi keuangan yang sangat sulit.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here