Kinerja Keuangan OILS pada tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan volume bisnis yang sangat ekspansif dengan capaian pendapatan melampaui Rp1 triliun. Meskipun menghadapi tantangan pada margin laba kotor, emiten pengolah minyak kopra ini berhasil mengamankan pertumbuhan laba bersih sebesar 19,24% secara year-on-year (YoY).
Analisis Kinerja Keuangan OILS Tahun Buku 2025
Laporan keuangan tahunan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menunjukkan dinamika yang menarik pada struktur neraca dan performa operasional. Berikut adalah ringkasan data keuangan perusahaan yang berakhir pada 31 Desember 2025:
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Komponen | 31 Desember 2025 (IDR) | 31 Desember 2024 (IDR) | Perubahan (%) |
| Total Aset | 259.380.608.868 | 219.173.546.120 | +18,34% |
| Aset Lancar | 191.312.388.901 | 149.726.832.057 | +27,77% |
| Aset Tidak Lancar | 68.068.219.967 | 69.446.714.063 | -1,98% |
| Total Liabilitas | 161.043.277.841 | 128.359.964.261 | +25,46% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 145.291.581.495 | 123.591.517.907 | +17,55% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 15.751.696.346 | 4.768.446.354 | +230,33% |
| Total Ekuitas | 98.337.331.027 | 90.813.581.859 | +8,28% |
Total aset perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 18,34% yang didorong utama oleh lonjakan pada pos persediaan. Nilai persediaan tercatat mencapai Rp146,01 miliar atau mencakup 56% dari total aset, mencerminkan aktivitas pengadaan bahan baku kopra yang agresif.
Di sisi liabilitas, terjadi kenaikan signifikan pada utang jangka panjang yang melonjak lebih dari 200%. Kenaikan ini disebabkan oleh perolehan fasilitas kredit investasi dan utang bank jangka panjang dari Bank Central Asia guna mendukung ekspansi modal kerja.
B. Laporan Laba Rugi
| Komponen | 2025 (IDR) | 2024 (IDR) | Perubahan YoY (%) |
| Pendapatan (Penjualan) | 1.035.606.692.811 | 634.376.822.301 | +63,25% |
| Laba Kotor | 44.788.824.641 | 46.170.089.335 | -2,99% |
| Laba Usaha* | 18.423.005.652 | 16.894.403.557 | +9,05% |
| Laba Bersih Tahun Berjalan | 7.566.702.658 | 6.345.794.481 | +19,24% |
| Laba Per Saham (EPS) | 16,66 | 13,98 | +19,17% |
*Dihitung dari Laba Kotor dikurangi Beban Umum dan Administrasi.
Pendapatan perusahaan melesat tajam sebesar 63,25% didorong oleh peningkatan volume penjualan di pasar lokal maupun ekspor. Namun, laba kotor justru terkontraksi tipis akibat kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan, menandakan adanya tekanan harga bahan baku.
Peningkatan laba bersih sebesar 19,24% dapat dicapai berkat efisiensi pada beban umum dan administrasi yang turun dari Rp29,27 miliar menjadi Rp26,36 miliar. Penyesuaian pajak penghasilan dan penghasilan lain-lain juga turut berkontribusi positif pada angka laba akhir.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai (2025) | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,31x | Likuiditas lancar memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. |
| Quick Ratio | 0,31x | Likuiditas sangat bergantung pada perputaran persediaan kopra. |
| Margin Laba Kotor | 4,32% | Margin relatif tipis, karakteristik industri pengolahan komoditas. |
| Margin Laba Bersih | 0,73% | Efisiensi laba bersih masih di bawah 1% terhadap total penjualan. |
| ROA | 2,92% | Kemampuan aset dalam menghasilkan laba masih tergolong rendah. |
| ROE | 7,70% | Pengembalian modal bagi pemegang saham menunjukkan tren positif. |
| DER | 1,64x | Struktur permodalan didominasi oleh liabilitas atau utang bank. |
Secara profesional, OILS memiliki profil risiko likuiditas yang cukup menantang karena sebagian besar modal kerja tertahan dalam bentuk persediaan (inventory heavy). Rasio hutang terhadap ekuitas (DER) sebesar 1,64x menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada pendanaan eksternal untuk operasional harian.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan tanggal 30 Maret 2026 sebesar Rp278, berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 16,69x | Valuasi berada pada level moderat untuk saham sektor industri pengolahan. |
| PBV | 1,28x | Harga saham diperdagangkan sedikit di atas nilai buku perusahaannya. |
Valuasi OILS saat ini mencerminkan apresiasi pasar terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan yang sangat cepat. Meskipun demikian, investor perlu memperhatikan margin laba yang sangat tipis, di mana setiap fluktuasi harga komoditas kopra dapat berdampak signifikan pada profitabilitas akhir.
Kesimpulan
PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) berhasil mencatatkan rekor pendapatan baru pada tahun 2025 meskipun harus menghadapi tekanan margin operasional. Strategi efisiensi biaya administrasi menjadi kunci pertumbuhan laba bersih di tengah kenaikan biaya bahan baku. Secara keseluruhan, kinerja keuangan OILS menunjukkan fundamental yang bertumbuh secara volume, namun memerlukan penguatan pada sisi efisiensi produksi dan manajemen hutang.
Profil Singkat Perusahaan
PT Indo Oil Perkasa Tbk didirikan pada 5 Januari 2016 dan berdomisili di Mojokerto, Jawa Timur. Perusahaan bergerak utama dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan minyak kopra serta bungkil untuk pasar domestik dan internasional. OILS dikendalikan oleh Ny. Sulastri sebagai pengendali terakhir melalui kelompok usaha Mandalindo Putra Perkasa.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!