PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memberikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan lanjutan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan kepemilikan saham dan perkembangan strategis perusahaan. Melalui surat tertanggal 21 Januari 2026, manajemen Perseroan mengklarifikasi mekanisme penambahan kepemilikan saham oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, rincian free float, hingga arah pengembangan bisnis ke depan.
Rincian Transaksi dan Kepemilikan Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk
Tanggapan ini merupakan tindak lanjut atas surat BEI pada 19 Januari 2026 yang menanyakan rincian mekanisme penambahan saham oleh Ibu Rahayu Saraswati. PT Perintis Triniti Properti Tbk menjelaskan bahwa penambahan kepemilikan saham dilakukan melalui vehicle investasi yang dimiliki dan/atau dikendalikan oleh Ibu Rahayu secara langsung maupun tidak langsung.
Saat ini, terdapat dua entitas terkait Ibu Rahayu yang telah memiliki saham Perseroan, yaitu PT Raksaka Satya Devya (RSD) dengan kepemilikan sebesar 4% dan PT Rada Saraswati Surya (RSS) sebesar 1%. Kepemilikan melalui RSS dinyatakan sebagai kepemilikan langsung, sementara melalui RSD merupakan kepemilikan tidak langsung yang terkait dengan Ibu Rahayu.
Harga transaksi penambahan kepemilikan ini mengacu pada harga yang disepakati oleh para pihak dalam perjanjian, dengan tetap memperhatikan aturan pasar modal yang berlaku. Adapun pelaksanaan transaksi tahap pertama telah terlaksana pada 16 Desember 2025. Pihak yang menjual saham tersebut adalah PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III) selaku Pemegang Saham Utama.
Perubahan Struktur Pemegang Saham dan Free Float
Bursa juga menyoroti adanya peningkatan saham free float PT Perintis Triniti Properti Tbk dari 13,59% per 30 November 2025 menjadi 22,26% pada 31 Desember 2025. Manajemen menjelaskan bahwa peningkatan sebesar 8,67% ini terutama disebabkan oleh meningkatnya kepemilikan saham oleh masyarakat dengan porsi di bawah 5%, yang bertambah sebanyak 338.587.933 lembar saham.
Menariknya, kepemilikan RSD (4%) dan RSS (1%) dimasukkan ke dalam porsi free float. Perseroan beralasan bahwa kedua entitas tersebut bersifat minoritas, tidak memiliki hak khusus, dan tidak ada pembatasan peredaran saham, sehingga memenuhi kriteria free float meskipun secara tidak langsung terkait dengan Komisaris Utama.
Berikut adalah rincian pelepasan saham oleh Pengendali (KDI dan III) selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026:
- PT Kunci Daud Indonesia (KDI): Menjual 150.198.100 saham (3,30%) kepada PT Raksaka Satya Devya pada 16 Desember 2025 dan 25.063.900 saham (0,55%) kepada masyarakat pada 13 Januari 2026 dengan harga pelaksanaan Rp200.
- PT Intan Investama Internasional (III): Menjual saham kepada PT Raksaka Satya Devya (0,70%), PT Rada Saraswati Surya (1%), dan masyarakat (2,45%) pada rentang waktu 16 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026, seluruhnya pada harga Rp200 per saham.
Secara keseluruhan, total kepemilikan Pengendali menyusut dari 72,07% pada November 2025 menjadi 63,07% per 15 Januari 2026.
Strategi Bisnis dan Analisis Kenaikan Harga Saham
Terkait arah bisnis, keterlibatan Ibu Rahayu sebagai partner strategis difokuskan pada penguatan struktur permodalan dan pengembangan portofolio baru. Fokus pengembangan mencakup sektor green development, logistics park, data center, dan ultra-luxury hospitality. Hingga saat ini, beberapa proyek baru yang dibawa oleh Ibu Rahayu masih dalam proses review internal.
Mengenai lonjakan harga saham TRIN yang meningkat signifikan sejak Oktober 2025, manajemen menyatakan tidak menemukan adanya kebocoran informasi internal sebelum pengumuman resmi RUPSLB pada 2 Desember 2025. Kenaikan tersebut dipandang sebagai respons pasar terhadap dinamika perdagangan secara umum. Namun, Perseroan mengakui saat ini belum memiliki kebijakan tertulis mengenai blackout period bagi orang dalam (insider), dan berkomitmen untuk segera mengatur kebijakan tersebut guna meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
Poin Penting bagi Investor:
- Mekanisme Transaksi: Penambahan saham oleh Rahayu Saraswati dilakukan bertahap, dengan harga transaksi yang disepakati para pihak di angka Rp200 per saham pada beberapa transaksi terakhir.
- Porsi Free Float: Meningkat menjadi 22,26%, termasuk kepemilikan 5% melalui vehicle investasi milik Ibu Rahayu yang dikategorikan sebagai kepemilikan minoritas.
- Pengurangan Porsi Pengendali: Porsi saham KDI dan III berkurang sekitar 9% dalam waktu kurang dari dua bulan untuk memfasilitasi masuknya partner strategis dan publik.
- Fokus Bisnis Baru: Perseroan mulai menjajaki sektor teknologi dan logistik seperti data center dan logistics park.
- Tata Kelola: Perseroan berencana menyusun kebijakan blackout period sebagai respons atas masukan dari Bursa.
Profil Singkat Perusahaan
PT Perintis Triniti Properti Tbk, yang dikenal dengan merek dagang TRINLAND, adalah pengembang properti yang berbasis di Tangerang Selatan. Perseroan berkantor pusat di Brooklyn Premium Office, Alam Sutera, dan fokus pada pengembangan properti inovatif. Saat ini, Perseroan dipimpin oleh Ishak Chandra sebagai Direktur Utama dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama.
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memberikan klarifikasi resmi kepada BEI mengenai rincian kepemilikan saham Rahayu Saraswati dan rencana pengembangan bisnis ke sektor data center.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!