ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Insentif Migas, Apa Itu?

Skydrugz

Berhubung Indonesia kini menjadi importir minyak dan gas (Migas), maka beban APBN Indonesia menjadi sangat berat. Pemerintah harus memutar otak 180 derajat untuk mencari cara agar kebutuhan migas nasional dapat terpenuhi. Pemerintah mulai mengejar proyek gasifikasi dan memerintahkan PGAS agar bisa menyediakan jaringan gas di seluruh Indonesia. Semua upaya itu tujuan akhirnya adalah beban APBN bisa berkurang karena konsumsi migas Indonesia terus-menerus tumbuh.

Namun semua langkah di atas menjadi tidak berguna jika Indonesia gagal menemukan cadangan migas baru. Untuk menemukan cadangan migas baru, butuh eksplorasi dan kita tahu bersama eksplorasi migas itu seperti berjudi. Mustahil bisa berhasil setiap saat. Dan biaya eksplorasi sangat mahal sehingga banyak perusahaan migas lokal enggan melakukannya. Lebih mudah dan lebih cuan menjadi importir migas ketimbang melakukan eksplorasi migas.

Pemerintah pun menyadari kalau eksplorasi migas mustahil dilakukan tanpa adanya insentif. Itulah mengapa pemerintah membuat program insentif migas.

Dengan program insentif migas ini, diharapkan perusahaan Indonesia bisa memproduksi 1 juta barrel minyak per hari. Sebagai perbandingan Arab Saudi lewat Aramco bisa menghasilkan migas 12 juta barrel per hari. Jadi buat Indonesia kalau bisa menghasilkan 1 juta barrel per hari saja itu sudah termasuk anugerah karena selama ini memang sulit bagi Indonesia terutama Pertaminan untuk mencapai produksi 1 juta barrel per hari.

Dengan insentif migas maka seharusnya target 1 juta barrel per hari itu bukan lagi impian semu. Adapun 5 stimulus migas Indonesia:

  • Pertama, penundaan pencadangan biaya kegiatan pasca operasi atau Abandonment and Site Restoration.
  • Kedua, pengecualian pajak pertambahan nilai (PPN) gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) 48/2020 tentang Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Yang Bersifat Strategis Yang Dikecualikan dari Kewajiban PPN. Kemudian juga PPh badan, pengurangannya berapa akan kita upayakan, artinya diupayakan agar membuat iklim-iklim ini bisa lebih bagus.
  • Ketiga, pembebasan biaya sewa barang milik negara yang akan digunakan untuk kegiatan hulu migas.
  • Keempat adalah penerapan discounted gas price untuk volume penjualan di atas Take or Pay dan Daily Contract Quantity.
  • Kelima, penerapan insentif investasi seperti depresiasi dipercepat, perubahan split sementara, dan domestic market obligation atau DMO dengan harga penuh

Namun menurut saya kelima insentif di atas masih belum cukup untuk meningkatkan semangat investasi migas di Indonesia. Perlu diingat bahwa cadangan migas Indonesia semakin menipis. Jadi memang butuh langkah cepat untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi di 2020 lumayan banyak operator migas yang gagal mencapai target lifting mulai dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT Pertamina EP, Petronas Carigali (Ketapang) Ltd., PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, hingga Conocophillips (Grissik) Ltd.

Realisasi pengeboran sumur eksplorasi terendah terjadi pada 2018. Angkanya hanya 21 sumur dari target 104 sumur. Lalu, pada 2020 dari 61 sumur realisasinya 26 sumur.  Rendahnya angka tersebut, karena pekerjaan eksplorasi membutuhkan modal besar dan juga risiko tinggi. Selain insentif pajak, pemerintah perlu pula membuka data yang lebih akurat lagi. Survei seismik lebih luas dapat meningkatkan keyakinan investor.  Padahal pemerintah sudah membebaskan pajak eksplorasi. Tapi tetap saja susah meningkatkan cadangan migas Indonesia.

Sebenarnya ada 9 insentif yang diusulkan SKK Migas, sayangnya baru 5 yang disetujui tahun lalu. Mengapa bisa begitu? Karena ini alasannya.

Empat stimulus lainnya masih dalam pembahasan. Terutama mengenai tax holiday untuk pajak penghasilan atau PPh di semua wilayah kerja migas. Kementerian Keuangan telah menerbitkan aturan soal ini. Pembahasannya kini berlanjut di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Kebijakan Fiskal.   Insentif lainnya yang ditunggu adalah penghapusan biaya pemanfaatan kilang LNG Badak sebesar US$ 0,22 per juta British Thermal Unit (MMBBTU). Lalu, penundaan atau pengurangan pajak tidak langsung hingga 100%.

Jadi dapat dikatakan efek insentif migas ini mungkin belum akan terasa pada bulan ini ataupun tahun ini. Efeknya baru akan terasa dalam beberapa tahun kemudian. Jadi harap bersabar.

Sebagai bonus, saya lampirkan perusahaan apa saja yang memiliki asset migas di IHSG:

Symbol Nilai Asset Migas
MEDC 26,343.48 B
PGAS 18,311.67 B
ENRG 4,292.24 B
SUGI 4,199.03 B
PTPP 975.25 B
  • Dari data di atas terlihat jelas perusahaan yang memiliki asset migas terbesar adalah MEDC dengan nilai asset yang mencapai 26 Triliun. PGAS di urutan kedua dengan nilai asset mencapai 18 Triliun.
  • Yang mengejutkan ternyata PTPP juga punya asset migas. Setelah saya telusuri ternyata PTPP memang punya anak usaha di bidang energi. Bisa dilihat di sini.
  • SUGI emiten yang bermasalah ini pun ternyata punya asset migas juga.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print

Leave a Reply