Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomePengumuman EmitenKeterbukaan InformasiIBST Siapkan Go Private, Iforte Tawarkan Tender Sukarela Rp5.400 per Saham

IBST Siapkan Go Private, Iforte Tawarkan Tender Sukarela Rp5.400 per Saham

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) menyampaikan tambahan keterbukaan informasi terkait rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup atau go private dan penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia atau delisting. Jika rencana ini disetujui dalam RUPSLB pada 5 Juni 2026, PT Iforte Solusi Infotek akan melakukan Penawaran Tender Sukarela atas saham publik IBST dengan harga Rp5.400 per saham.

Rencana go private IBST merupakan bagian dari restrukturisasi Grup TOWR untuk menyederhanakan struktur korporasi, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya pengambilan keputusan, serta mengurangi kompleksitas pemenuhan regulasi. Per 31 Mei 2026, Iforte menguasai 1.350.254.095 saham atau 99,95% saham IBST, sedangkan masyarakat memiliki 650.832 saham atau 0,05%.

Rincian Aksi Korporasi Go Private IBST

IBST berencana mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup. Rencana tersebut juga mencakup penghapusan pencatatan saham IBST dari Bursa Efek Indonesia.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB. Berdasarkan POJK 45/2024, rencana go private dan delisting harus memperoleh persetujuan dari pemegang saham yang tidak memiliki kepentingan ekonomis pribadi dan bukan pihak terafiliasi dengan pengendali, direksi, komisaris, atau pemegang saham utama.

Iforte sebagai pemegang saham utama dan pengendali IBST akan melakukan Penawaran Tender Sukarela apabila rencana tersebut disetujui. Jumlah saham publik yang menjadi target tender adalah sebanyak-banyaknya 650.832 saham atau 0,05% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh.

Harga penawaran tender sukarela ditetapkan sebesar Rp5.400 per saham. Harga ini lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB sebesar Rp5.374 per saham, serta lebih tinggi dari harga penawaran tender wajib Iforte sebelumnya sebesar Rp4.067 per saham.

Sumber Informasi: Tambahan Keterbukaan Informasi Rencana Go Private dan Delisting IBST

Jadwal Lengkap

Berikut perkiraan jadwal penting rencana go private dan delisting IBST.

AktivitasTanggal
Pengumuman RUPSLB dan keterbukaan informasi awal21 April 2026
Tanggal DPS pemegang saham yang berhak hadir5 Mei 2026
Pemanggilan RUPSLB6 Mei 2026
Tambahan keterbukaan informasi3 Juni 2026
RUPSLB5 Juni 2026
Penyampaian pernyataan Penawaran Tender Sukarela9 Juni 2026
Perkiraan efektif Penawaran Tender Sukarela dari OJK29 Juni 2026
Perkiraan masa Penawaran Tender Sukarela dimulai1 Juli 2026
Perkiraan masa Penawaran Tender Sukarela berakhir30 Juli 2026
Tanggal akhir pembayaran Penawaran Tender Sukarela11 Agustus 2026
Perkiraan BEI membatalkan pencatatan efek8 April 2027

Seluruh tanggal tersebut masih bersifat perkiraan dan bergantung pada persetujuan OJK, BEI, KSEI, serta instansi berwenang lainnya.

Dampak bagi Investor

Rencana go private IBST tidak menimbulkan dilusi karena perseroan tidak menerbitkan saham baru. Dampak utama bagi investor publik adalah perubahan status kepemilikan setelah IBST menjadi perusahaan tertutup dan sahamnya tidak lagi diperdagangkan di BEI.

Pemegang saham publik memiliki opsi menjual saham melalui Penawaran Tender Sukarela dengan harga Rp5.400 per saham apabila rencana ini disetujui. Mekanisme ini memberikan jalur keluar yang lebih jelas dibandingkan menjual saham melalui perdagangan pasar harian yang dapat dipengaruhi likuiditas dan fluktuasi harga.

Namun, pemegang saham publik yang tidak menjual saham dalam tender akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup. Dalam kondisi tersebut, likuiditas saham akan jauh lebih terbatas karena saham IBST tidak lagi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

IBST mencatat pendapatan sebesar Rp871,89 miliar pada 2025, naik tipis dibandingkan Rp862,47 miliar pada 2024. Laba tahun berjalan mencapai Rp411,44 miliar pada 2025, berbalik dari rugi tahun berjalan Rp1,85 triliun pada 2024.

Dari sisi posisi keuangan, total aset IBST per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp3,95 triliun, turun dari Rp4,42 triliun pada 2024. Ekuitas meningkat menjadi Rp2,58 triliun pada 2025 dari Rp2,17 triliun pada 2024.

Rasio keuangan juga membaik pada 2025. Debt to equity ratio turun menjadi 52,94% dari 103,82% pada 2024, sedangkan net profit margin membaik menjadi 47,19% dari minus 214,60% pada 2024.

Baca juga: Inti Bangun Sejahtera IBST Berencana Go Private, Tawarkan Harga Rp5.400 per Saham

FAQ

Apa aksi korporasi terbaru IBST?
IBST berencana melakukan go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia.

Berapa harga tender sukarela IBST?
Iforte akan menawarkan harga Rp5.400 per saham dalam Penawaran Tender Sukarela.

Berapa saham publik yang menjadi target tender?
Jumlah saham publik yang menjadi target tender sebanyak-banyaknya 650.832 saham atau 0,05% dari seluruh saham IBST.

Kapan RUPSLB IBST digelar?
RUPSLB untuk persetujuan rencana go private dan delisting dijadwalkan pada 5 Juni 2026.

Poin Penting bagi Investor

  • IBST berencana mengubah status menjadi perusahaan tertutup.
  • Rencana tersebut mencakup delisting dari Bursa Efek Indonesia.
  • Iforte menguasai 99,95% saham IBST per 31 Mei 2026.
  • Saham publik IBST tercatat 650.832 saham atau 0,05%.
  • Harga Penawaran Tender Sukarela ditetapkan Rp5.400 per saham.
  • Harga tersebut lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi 90 hari sebesar Rp5.374 per saham.
  • Pemegang saham yang tidak ikut tender akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup.
  • Rencana ini masih membutuhkan persetujuan RUPSLB dan proses otoritas terkait.

Profil Singkat Perusahaan

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) adalah perusahaan penyedia menara dan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada September 2006 dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 31 Agustus 2012.

Perseroan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang konstruksi sentral telekomunikasi, instalasi telekomunikasi, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi dengan kabel, internet service provider, jasa interkoneksi internet, pengolahan data, real estat, dan konsultasi manajemen.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here